MENGUSIR MENTALITAS ‘MISKIN’

Sering sekali saya mendengar khotbah yang bilang orang Kristen harus memiliki mentalitas ‘miskin’, bahwa kekayaan itu tidak baik, bahwa Injil tidak boleh dikaitkan dengan kekayaan dan kemakmuran. Tapi sering sekali juga saya melihat orang-orang yang mengkhotbahkan mentalitas miskin itu menaiki mobil mewah dan tinggal di rumah mewah.

Jangan salah paham dulu. Saya sama sekali bukan mengatakan menjadi kaya itu salah. Tapi saya pikir ada perbedaan antara serakah dengan menjadi kaya. Serakah itu dosa. Menjadi kaya, tidak.

Saya ingin mengatakan bahwa konsep yang bilang orang Kristen harus miskin itu TIDAK ALKITABIAH. Kenapa? Karena Allah adalah pemberi yang murah hati. BUKAN kehendak Allah kita hidup berkekurangan, sebab Dia adalah Allah yang suka memberi.

Kejadian 2 menceritakan bahwa Dia mempersiapkan dan menyediakan segala sesuatu bahkan sebelum kebutuhan itu muncul.

7Lalu Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
8Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
9Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
10Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
~Kejadian 2:7-10

Taman itu sudah lengkap. Lebih banyak yang disediakan ketimbang apa yang dibutuhkan. Tuhan Allah juga mengairi taman itu. Lantas, bagaimana ‘mental miskin’ itu bisa muncul? SETELAH Adam mengambil buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat.

Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
~Kejadian 3:10

Adam ada di tengah-tengah penyediaan berlimpah, semua pohon tersedia buatnya. Tapi di tengah taman yang luarbiasa indah itu Adam bilang, “Aku telanjang.”
Dalam pikiran Adam, “Aku tidak tertutupi apa-apa.” Di taman penuh penyediaan, sebenarnya Adam berkata, “Aku tak punya apa-apa.” Astaga.

Lihat juga ini,
17… terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
~Kejadian 3:17-19

Baca juga :
https://hischarisisenough.wordpress.com/2013/01/28/why-did-god-disallow-adam-to-take-the-tree-of-life/

Mental miskin Adam diajarkan kepada Kain. Sekarang kita lihat Kain.

2…Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
3Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan;
~Kejadian 4:2-3

Silakan baca ini jika Anda ingin tahu kenapa persembahan Habel diterima dan persembahan Kain ditolak :
https://hischarisisenough.wordpress.com/2013/02/06/the-gift-that-wins-you-favor-thoughts-of-cain-and-abel/

Saya ingin Anda melihat bahwa Kain memiliki mental kebenaran-diri. Dia ingin Allah menerimanya karena hasil usaha dan kerja kerasnya, sementara Habel mendapat perkenanan karena mempersembahkan anak domba. Karena itu Allah menyingkirkan sumber percaya diri dan keyakinan Kain.

12Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”
13Kata Kain kepada Tuhan : “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
14Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”
15Firman Tuhan kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia.
~Kejadian 4:12-15

BUKAN kehendak Allah dia memiliki mental miskin. Allah justru sedang menghentikan Kain dari mental miskinnya dengan menyuruh Kain pergi. Supaya Kain tidak menaruh imannya pada tanah yang diusahakannya itu. Kain pikir dengan hilangnya kesempatan mengolah tanah dan menghasilkan panen, dia dan keluarganya akan jadi miskin dan kelaparan. Sekarang, coba lihat keturunannya. Apakah kelihatan seperti orang miskin menurut Anda?

Ada melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.
Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.
Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.
~Kejadian 4:20-22

Mentalitas miskin terus melekat pada manusia, bahkan pada gereja. Gereja bilang Yesus mengajarkan supaya orang percaya hidup miskin saat Dia bilang ‘serigala punya liang tapi Anak Manusia tak punya tempat untuk meletakkan kepalaNya’. Salah. Untuk mengerti arti ucapan Yesus ini sebenarnya, Anda bisa membaca:
https://hischarisisenough.wordpress.com/2012/04/19/the-son-of-man-has-no-place-to-rest-his-head/

Apakah Allah kita beneran miskin? Atau Dia itu cuma pelit?

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya DALAM Kristus Yesus.
~Filipi 4:19

NIV :
And my God will meet all your needs according to the riches of his glory IN Christ Jesus.

Dimanakah kekayaan kemuliaan Allah?
Dimanakah rekening bank Allah?
Dimanakah semua saham Allah?
Dimanakah semua penyediaan Allah?
DALAM Kristus Yesus!

… kamu kaya dalam segala sesuatu, — dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami — dengan cara yang sama hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini (in the grace of giving).
~2 Korintus 8:7

Paulus berkata, saat kita memberi itu karena kita SUDAH KAYA! Sumber mental miskin adalah KEBENARAN-DIRI (self-righteousness). Taurat. Saya ingin tunjukkan bahwa Taurat-lah yang merampok dari Anda.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
~Yohanes 10:10

1Aku berkata kepadamu [hai orang Farisi] : Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka [orang Farisi], tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
~Yohanes 10:1,6

Perhatikan, Yesus TIDAK sedang merujuk kepada iblis, tapi kepada orang Farisi dan ajaran mereka. Taurat menuntut. Kasih karunia menyediakan! Jangan salah paham. Anda bisa saja orang yang legalistik dan menjadi kaya. Tapi suatu saat, legalisme itu akan ‘membunuh’ keinginan hati anda untuk memberi. Uang Anda tetap bertahan di dompet Anda, atau Anda tetap memberi tapi dengan motif tertentu. Maaf, itu bukan memberi. Itu berinvestasi.

Sekarang saya ingin kita melihat perikop yang menunjukkan bahwa kemakmuran dan kelimpahan ditarik oleh Yesus seperti besi ditarik magnet. Yesus-lah penyedia Anda. Bukan pekerjaan Anda. Bukan atasan Anda. Bahkan bukan gembala atau gereja Anda.

4Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6Dan setelah para nelayan itu melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
8Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”
9Sebab ia dan para nelayan yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
~Lukas 5:4-9

Perhatikan.

Mereka menangkap sejumlah besar ikan. Banyak ikan.

Jala mulai koyak.

Teman-teman datang dan membantu menarik ikan ke perahu-perahu mereka.

Perahu hampir tenggelam.

Perahu-perahu itu menarik tangkapan hingga ke darat.

Sekarang, bandingkan dengan setelah salib, setelah kebangkitan Yesus.

3Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
4Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
5Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?”
Jawab mereka: “Tidak ada.”
6Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
8Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
11Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
~Yohanes 21:3-6, 8, 11

Perhatikan lagi.

Mereka menangkap begitu banyak ikan, mereka tak mampu menarik jalanya saking banyaknya ikan.

Murid-murid, bukan perahu mereka, menarik dan menghela jala penuh ikan itu. Mereka jadi sangat kuat.

Lalu Simon Petrus menarik jala itu SENDIRIAN sampai ke darat. Betapa kuatnya.

Ikan yang mereka tangkap bukan ikan kecil. Tapi ikan-ikan besar.

Dan jala tidak koyak.

Betapa suatu urapan kekuatan. Kelimpahan. Kemakmuran. Kekayaan.

Sahabat, itulah perbedaan yang dibuat salib. Apa yang hilang di suatu taman, ditebus di suatu taman yang lain.

Dalam Adam:
17… terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
18semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
19dengan berpeluh [keringat dari dahimu] engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
~Kejadian 3:17-19

Dalam Kristus:
43Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
45Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
~Lukas 22:43-45

Yesus mengenakan mahkota duri di dahi-Nya.

Anda lihat tidak, darah-Nya.. ya darah-Nya yang berharga dan mahal itu, yang lebih berharga dari emas dan perak, yang menebus semua keringat dan jerih payah manusia, adalah darah yang tertumpah ke tanah menyingkirkan semua kutuk atas tanah, semua kemiskinan anda dan semua kemandulan Anda.

Haleluya..

Itu, sahabat, arti dari ayat ini,

Kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus. Kamu tahu bahwa Ia kaya, tapi bagi kamu Ia telah menjadi miskin, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
~2 Korintus 8:9

Jadi, nyatakan dan deklarasikan bahwa Anda kaya! Tolak segala mentalitas miskin! Saat Anda lakukan itu, Anda akan lihat penyediaan Allah. Anda diberikan bukan sebagian kecil dari Yesus. Kekayaan Allah ada DALAM DIA. Anda diberikan KEPENUHAN KRISTUS. Kepenuhan-Nya dan kekayaan-Nya DIBERIKAN SEPENUHNYA kepada anda.

Sebab dalam Dialah berdiam SELURUH KEPENUHAN ke-Allahan berdiam dalam tubuh jasmani, dan kamu TELAH DIPENUHI di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
~Kolose 2:9

Be blessed!

[Simon Yap : Removing the Poverty Mentality from the Gospel; 5 March 2013]

https://hischarisisenough.wordpress.com/2013/03/05/removing-the-poverty-mentality-in-the-gospel/

Advertisements