MENGAPA SAYA PERCAYA ISRAEL ADALAH UMAT PILIHAN ALLAH?

image

Saya percaya Yahudi adalah umat pilihan Allah, dan dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengapa saya mempercayai hal itu. Yahudi dijelaskan dengan sangat baik dalam surat Petrus yang pertama:

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih [chosen generation], imamat yang rajani [a royal priesthood], bangsa yang kudus [holy nation], umat kepunyaan Allah sendiri [God’s special people], supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan” (1 Petrus 2:9‭-‬10).

Memang, orang Yahudi dipanggil keluar, dipilih, dikuduskan, menerima belas kasihan dan berjalan di dalam terang di tengah-tengah kegelapan. Berikut dua ayat lagi yang menyebutkan dan menjelaskan umat pilihan Allah:

“Di dalam Dia juga kami mendapat warisan, telah dipilih [chosen] sesuai dengan maksud Allah yang mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan keputusan kehendak-Nya, supaya kami yang telah mempercayai Kristus boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya” (Efesus 1:11‭-‬12 New King James Version).

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah [God’s chosen people] yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolose 3:12‭-‬13).

Apakah Anda setuju setiap ayat di atas menggambarkan orang Yahudi? Mengapa tidak? Karena, Rasul Paulus, seorang dari etnis Yahudi, mengatakan bahwa Yahudi sejati adalah orang-orang yang hatinya telah disunat:

“Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah” (Roma 2:28‭-‬29).

Di internet bertebaran komentar, yang dibuat oleh orang Kristen, yang mengatakan bahwa semua orang Yahudi adalah umat pilihan Allah, dimana yang mereka maksudkan adalah etnis Yahudi. Apa yang Paulus tulis ini melintas di benak saya: “Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi.” Sebaliknya, Yahudi sejati menurut Paulus adalah “… dia yang Yahudi secara rohani; dan sunatnya adalah sunat hati, di dalam Roh” (New King James Version).

Hanya orang-orang yang hatinya telah bersunat, dengan kuasa Roh Kudus, dapat menghidupi panggilan sebagai umat pilihan Allah yang digambarkan di 2 Petrus 2, Efesus 1 dan Kolose 3. Adakah bagian etnis Yahudi yang menjadi umat pilihan dan menghidupi panggilan ini? Ya, ada. Apakah semua etnis Yahudi, atau mayoritas mereka, merupakan umat pilihan Allah? Tidak. Adakah dari etnis non-Yahudi yang menjadi umat pilihan Allah dan menghidupi panggilan ini? Ya.

Perhatikan ayat yang mendahului Kolose 3:12 dimana Paulus berbicara tentang umat (atau orang) pilihan Allah. Dia katakan bahwa umat Allah “telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui dalam pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu” (Kolose 3:10‭-‬11 New King James Version). Lalu Paulus lanjutkan, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah, kudus dan dikasihi …” Orang-orang pilihan Allah semata-mata adalah yang ada di dalam Kristus, tak peduli apapun etnisnya.

Sunat lahiriah (penanda khas etnis Yahudi) tidak ada artinya di bawah perjanjian yang baru-new covenant, dan tidak ada artinya ketika dihubungkan dengan peran dan identitas orang pilihan Allah:

“Sebab di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. … Sebab dalam Kristus Yesus bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah [Israel of God]” (Galatia 5:6; 6:15‭-‬16)

Ingat bahwa orang Yahudi sejati, Paulus katakan, adalah yang telah disunat hatinya. Dan di suratnya yang lain Paulus katakan, “Karena kitalah orang-orang bersunat, yang menyembah Allah di dalam Roh, yang bersukacita di dalam Kristus Yesus dan yang tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah [daging]” (Filipi 3:3 New King James Version].

Terakhir, mengapa orang pilihan Allah bisa menjadi pilihan? Karena kita ada di dalam Yesus, dan Yesus adalah Orang Pilihan (the Chosen One)!

“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa” (Yesaya 42:1).

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:16‭-‬17).

Ayat-ayat berikut memperlihatkan mengapa tidak semua etnis Yahudi termasuk umat pilihan Allah, dan mengapa semua yang ada di dalam Kristus adalah umat pilihan Allah:

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Matius 3:7-10).

“Aku berkata kepadamu bahwa banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di Kerajaan Sorga. Sedangkan anak-anak kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Matius 8:11‭-‬12 New King James Version).

“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya, kepada mereka diberi-Nya hak menjadi anak-anak Allah, kepada mereka yang percaya dalam nama-Nya: orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah(Yohanes 1:11‭-‬13 New King James Version).

Jawab Yesus: “Kamu tidak mengenal baik Aku maupun Bapa-Ku. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.”… Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jika kamu adalah anak-anak Abraham, kamu tentu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.” … Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu” (Yohanes 8:19‭, ‬39‭‭, ‬44 New King James Version).

“Sebab Musa telah mengatakan kepada leluhur: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi seperti aku dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan dalam segala sesuatu, apapun yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita”(Kisah Para Rasul 3:22‭-‬23 New King James Version).

Bagaimana mungkin orang yang berada di kegelapan yang paling gelap, yang tidak menerima Yesus (Orang Pilihan Allah), yang bapanya adalah si iblis, dan “yang akan dibasmi dari umat kita –bagaimana mungkin mereka adalah umat pilihan Allah? Dan bagaimana bisa ribuan orang Kristen harus menerima tuduhan mengusung “teologi pengganti” [replacement theology] saat mengatakan bahwa orang Kristen adalah umat pilihan Allah?

Sebagai ulasan
1. Umat pilihan Allah adalah bangsa yang kudus, yang dipanggil dari kegelapan kepada terang Allah, yang memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar, yang telah beroleh belas kasihan, yang menerima warisan-bagian yang ditentukan, dan yang telah dipanggil dan diberi kuasa untuk menuruti perintah Kristus.

2. Etnis Yahudi, yang hanya Yahudi lahiriah, atau yang hanya melakukan sunat lahiriah, bukanlah Yahudi di mata Allah. Mereka yang sudah disunat hatinya, itulah Yahudi sejati, itulah Yahudi di mata Allah.

3. Di dalam umat pilihan Allah, “tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat,” menjadi ciptaan baru itulah yang ada artinya.

4. Orang yang disunat hatinya, kata Paulus, Yahudi di mata Allah, adalah orang-orang yang menyembah Allah dalam Roh dan yang bersukacita dalam Yesus Kristus.

5. Semua etnis Yahudi yang menolak Yesus adalah anak-anak iblis dan bukan anak Abraham, berada di kegelapan, tidak mengenal Bapa, dan bukan umat pilihan Allah.

Adam Maarschalk: Why I Believe Jews Are God’s Chosen People; April 1, 2014.

https://adammaarschalk.com/2014/04/01/why-i-believe-jews-are-gods-chosen-people/