WAHYU 2:1-11 (EFESUS DAN SMIRNA)

image

Beberapa bagian catatan di bawah ini diambil dari commentaries yang ditulis oleh John MacArthur dan David Guzik, direktur Calvary Chapel Bible College di Siegen, Jerman. Baik MacArthur maupun Guzik adalah dispensasionalis futuris (dimana di dalam kelompok belajar kami tidak seorang pun berpegangan pada pandangan ini). Berikut adalah sumber informasi apa yang mereka sampaikan:

[1] MacArthur, Dr. John. NASB MacArthur Study Bible. World Publishing, 2006, pp. 1963-1965.

[2] Guzik, David. David Guzik’s Commentaries on the Bible: Revelation 2.

[Komentar atau catatan dari Adam Maarschalk akan ditulis di dalam tanda kurung siku, yang mewakili pandangan preteris]

PENDAHULUAN
Menurut David Guzik, surat kepada 7 jemaat memiliki struktur yang sama, termasuk surat untuk jemaat Efesus dan Smirna:
1. Alamat jemaat
2. Pendahuluan berisi ucapan memperkenalkan Yesus.
3. Pernyataan dan putusan Yesus mengenai kondisi jemaat yang bersangkutan
4. Perintah Yesus bagi jemaat tersebut
5. Nasihat yang sifatnya umum bagi semua orang Kristen
6. Janji mengenai upah (reward)

A. SURAT KEPADA JEMAAT EFESUS (Wahyu 2:1-7)
[Dalam paruh kedua abad pertama, Efesus memiliki populasi 250.000 jiwa. Kota ini merupakan kota terbesar dan terpenting di provinsi Asia. Di kota ini berlokasi kuil tempat penyembahan dewi Artemis atau Diana, yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno (Steve Gregg, Revelation: Four Views (A Parallel Commentary), halaman 64).]

David Guzik menulis:
“Efesus adalah kota yang mashyur di dunia kuno, dengan gereja yang sama terkenalnya. Di Efesus Paulus melayani tiga tahun lamanya (Kisah Para Rasul 10, 19:1, 20:31). Ini adalah kota di mana Priskila dan Akuila bersama dengan Apolos melayani (Kisah Para Rasul 18:24-28). Ini adalah kota di mana rekan sekerja Paulus yakni Timotius melayani (1 Timotius 1:3). Dan menurut tradisi sejarah gereja yang meyakinkan dan konsisten, Rasul Yohanes sendiri pernah melayani di sana.”

Ayat 1: David Guzik berpendapat bahwa “Malaikat yang disebutkan di ayat ini mungkin adalah gembala/pendeta jemaat di Efesus, atau makhluk sorgawi yang “mengawasi pekerjaan jemaat di Efesus.” Dalam kedua kemungkinan ini, kata Guzik, “Surat tidak ditulis hanya untuk perwakilan jemaat, tetapi untuk seluruh jemaat.”

Menurut John MacArthur, ketujuh bintang adalah utusan yang mewakili tujuh jemaat. Kristus memegang mereka di tangan-Nya, yang berarti bahwa Ia mengendalikan gereja dan para pemimpinnya. Ketujuh kaki dian, kata MacArthur, “tampak portabel, terbuat dari emas, dan menyimpan minyak dalam jumlah kecil. Setiap kaki dian mewakili sebuah jemaat yang darinya terang kehidupan terpancar. Di sepanjang Alkitab 7 merupakan angka kelengkapan, sehingga 7 kaki dian ini adalah perwakilan dari semua jemaat/gereja.”

Ayat 2-3: [Teks Alkitab mengatakan, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu.“] Yesus memberitahu mereka bahwa Dia tahu apa yang terjadi di dalam jemaat mereka, bahwa hal itu bukan misteri bagi-Nya. “Mungkin ada dosa atau korupsi tersembunyi dalam jemaat, tapi itu tidak tersembunyi bagi Yesus.” Dia juga tahu apa yang jemaat lakukan dengan benar. Mereka berjerih lelah untuk Tuhan dan bertekun.

[Yesus memuji orang-orang percaya di Efesus karena telah menguji dan membuka kedok rasul-rasul palsu. Sayangnya, orang-orang yang saat ini menguji dengan cara serupa sering dituduh “menjamah orang yang diurapi Tuhan” (seolah-olah ada orang yang diurapi, sementara lainnya tidak), memiliki roh agamawi atau roh pengkritik, menjadi negatif, dll.] Guzik menambahkan, “Jemaat Efesus juga mengejar kemurnian doktrin.” Dalam Kisah Para Rasul 20:29-31 Paulus memperingatkan mereka mengenai “serigala-serigala ganas” yakni orang-orang yang akan mencoba menarik mereka keluar dari iman. Efesus menanggapi peringatan ini dengan serius. Guzik mengutip dari Charles Spurgeon:

“Inilah keunggulan mereka: yang menunjukkan kekuatan kebenaran. Saya berharap setidaknya sebagian dari gereja zaman sekarang memiliki sedikit saja kekuatan ini dalam diri mereka; sementara sekarang, jika seseorang pintar sedikit saja, ia dapat memberitakan kebohongan paling hina yang pernah dimuntahkan dari mulut neraka, dan akan ada orang yang mempercayainya.”

Ayat 4: David Guzik mencatat, “Kendati banyak hal baik yang dilakukan oleh jemaat Efesus, ada suatu hal yang sangat tidak beres. Mereka telah meninggalkan -bukan kehilangan- cinta pertama (kasih semula) mereka. Dulu mereka memilikinya, tapi sekarang tidak lagi.” Sekali lagi Guzik mengutip Spurgeon, yang mengatakan,

“Ada perbedaan besar antara meninggalkan dan kehilangan. Kehilangan bisa terjadi secara tidak sengaja, tetapi meninggalkan adalah tindakan yang disengaja, meskipun mungkin tidak terjadi tiba-tiba. Juga, ketika kita kehilangan sesuatu, kita tidak tahu di mana menemukannya, tetapi ketika kita meninggalkan sesuatu, kita tahu di mana menemukannya.

Ayat 5: [Perintah Yesus untuk orang percaya di Efesus adalah perintah tiga-kali-lipat: [1] Ingatlah [2] Bertobatlah [3] Lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.] David Guzik menulis, “Ketika anak yang hilang berada di kandang babi, langkah pertama pemulihan hidupnya adalah dengan mengingat kembali seperti apa hidupnya dulu saat berada di rumah ayahnya (Lukas 16:17-19). Langkah ini selalu menjadi langkah pertama untuk kembali ke tempat dimana kita seharusnya berada dengan Tuhan.” [Yesus dengan tegas kemudian mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi jika mereka tidak merespon: “Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Steve Gregg menulis komentarnya (halaman 65):

“Peringatan bahwa Kristus akan datang kepada mereka dan akan mengambil kaki dian mereka dari tempatnya (ayat 5) hampir tidak mungkin merujuk kepada kedatangan-Nya yang kedua tetapi hampir pasti berbicara mengenai kepunahan total jemaat di lokasi tersebut. Memang, hari ini tidak ada kota atau gereja di wilayah Turki yang dulunya adalah Efesus. Islam telah menguasai wilayah ini, wilayah dimana Rasul Paulus dulu pernah memberitakan Injil sedemikian giatnya (Kisah Para Rasul 19:10). Terbayangkah bagaimana berbedanya sejarah wilayah itu jika saja jemaat Efesus terus mempertahankan dan mempraktekkan kasihnya yang semula (Efesus 1:15)?”

Steve Gregg mencatat bahwa kesetiaan mereka kepada kebenaran doktrinal setidaknya berlangsung selama beberapa waktu: “Pada abad kedua, Ignatius, uskup Antiokhia, memuji jemaat ini atas loyalitas mereka terhadap kebenaran, yang terbukti efektif mencegah sekte palsu manapun mendapatkan pendengar di antara anggotanya” (halaman 64). David Guzik mencatat bagaimana diambilnya kaki dian dari jemaat dapat terjadi hari ini: “Ketika kaki dian diambil dari suatu jemaat, mereka dapat terus berjalan sebagai sebuah organisasi, tetapi tidak lagi sebagai jemaat sejati Yesus Kristus. Mereka akan menjadi jemaat “Ikabod” di mana kemuliaan telah lenyap (1 Samuel 4:21).”

Ayat 6: Yesus memuji orang percaya di Efesus karena mereka membenci perbuatan para pengikut Nikolaus, yang juga Yesus benci. David Guzik menambahkan rincian ini:

“Tapi siapakah sebenarnya pengikut Nikolaus dan apa sebenarnya perbuatan mereka? Doktrin Nikolaus juga dikutuk dalam Wahyu 2:15, dan di dalam ayat itu ajaran Nikolaus dihubungkan dengan imoralitas dan penyembahan berhala. Irenaeus (yang menulis pada akhir abad kedua) menggambarkan apa yang diketahuinya tentang pengikut Nikolaus: “Para pengikut Nikolaus adalah orang-orang yang mengikuti ajaran Nikolaus, yang merupakan salah satu dari tujuh diaken pertama yang ditahbiskan oleh rasul (Kisah Para Rasul 6:5). Mereka menjalani kehidupan pemuasan nafsu dan menyenangkan diri yang tak terkendali. Karakter orang-orang ini dengan jelas dikemukakan dalam Wahyu Yohanes, karena mengajarkan bahwa perzinahan bukanlah masalah, demikian pula makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala” (Against Heresies, buku 1, bab 26. Dari ‘Ante Nicean Fathers’ Volume 1, halaman 352).

Steve Gregg (halaman 64-65) menambahkan, “Beberapa komentator modern (misalnya F.F. Bruce) menyebutkan bahwa Nikolaus adalah murid dari Cerinthus, pengajar aliran sesat gnostik,” dan bahwa “ajaran mereka dibandingkan, dalam ayat 15, dengan ajaran Bileam, yang menganjurkan orang bebas berbuat dosa dalam praktek penyembahan berhala dan percabulan.”] Guzik juga menunjukkan arti kata yang diturunkan dari akar kata yang membentuk kata “Nikolaus”:

“Nikao-laos secara harfiah berarti “untuk menaklukkan orang.” Berdasarkan hal ini, beberapa orang dengan lancang mengklaim otoritas kerasulan dan mendirikan hirarki yang memisahkan “para ulama” dengan “kaum awam.” Sepertinya pengikut Nikolaus memenuhi semua aspek ini, baik dalam penyembahan berhala yang tak bermoral, maupun dalam mendirikan sistem gnostisisme yang liar dan hirarkis. Pengikut Nikolaus, seperti semua penyesat yang berasal dari tubuh Kristus, menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud menghancurkan Kekristenan, namun hanya menyajikan versi perbaikan dan modernnya” (Barclay).”

B. SURAT KEPADA JEMAAT SMIRNA (Wahyu 2:8-11)
David Guzik mencatat, “Nama Smirna berasal dari kata myrrh (mur), parfum berbau manis yang digunakan dalam pembalseman mayat.” Dia menambahkan bahwa Smirna adalah kota yang indah dan besar. Merupakan pusat pembelajaran dan kebudayaan, dan diklaim sebagai “kemuliaan Asia.” Smirna juga adalah kota yang kaya dan kota perdagangan yang besar. “Kita juga mengetahui dari sejarah bahwa Smirna adalah kota yang sangat sarat penyembahan berhala dan menyembah Kaisar Romawi,” tambah Guzik.

[Smirna adalah kota terbesar kedua di provinsi Asia pada paruh kedua abad pertama. Menurut Steve Gregg (halaman 66), Smirna adalah satu-satunya kota di antara ketujuh kota yang jemaatnya disurati Yohanes yang masih ada hingga sekarang. Sekarang kota ini dikenal sebagai Izmir. Pada abad kedua, Polycarp (Polikarpus) adalah uskup jemaat ini.]

Ayat 8: Yesus menyebut diri-Nya “Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali.” Guzik berkomentar,

“Yesus memilih nama ini sejak kemunculan pertama-Nya kepada Yohanes (Wahyu 1:11, 17) untuk menunjukkan karakter kekal-Nya. Yang Awal dan Yang Akhir adalah nama yang hanya dimiliki oleh TUHAN, Yahweh, menurut Yesaya 41:4, 44:6, dan 48:12 … Yesus memilih nama ini sejak kemunculan pertama-Nya kepada Yohanes (Wahyu 1:18) untuk mengingatkan orang Kristen di Smirna bahwa mereka melayani Tuhan yang telah bangkit, yang menang gilang gemilang atas kematian. Kematian tidak bisa menghalangi Yesus, dan itu tidak bisa menghalangi umat-Nya.

Ayat 9: Yesus meyakinkan orang percaya di Smirna bahwa Dia tahu kesusahan dan kemiskinan mereka. Guzik mengatakan,

“Menurut sejarah, Smirna adalah kota yang makmur. Namun orang-orang Kristen yang ada di sana miskin. “Kata yang digunakan untuk ‘kemiskinan’ dalam ayat ini adalah kata untuk kemiskinan yang amat sangat dan penuh penderitaan. Mereka tidak hanya sekedar miskin” (Walvoord). Orang-orang Kristen Smirna mengalami kemiskinan karena mereka telah dirampok dan dipecat dari pekerjaan sebagai bagian penganiayaan karena Injil. Orang Kristen mula-mula di Smirna, saat hartanya dirampas, menerima hal itu dengan sukacita, sebab mereka tahu, bahwa mereka memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya di sorga (Ibrani 10:34).”

[Yesus mengatakan sesuatu yang sangat menarik kepada orang percaya di Smirna: “Aku tahu … fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.” Hal ini nampaknya menjadi bukti yang semakin kuat bahwa Wahyu ditulis sebelum 70 Masehi, dimana Yerusalem dihancurkan dan penganiayaan Yahudi atas Kristen secara efektif terhambat. Steve Gregg menyatakan (halaman 67):

“Seperti dalam kasus gereja Filadelfia (Wahyu 3:9), pembuat onar dalam jemaat Smirna adalah mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi dan sebenarnya tidak demikian (ayat 9) -dengan kata lain, orang Yahudi yang tidak mau percaya, yang Yesus anggap sebagai jemaah Iblis (lihat Yohanes 8:44). Smirna memiliki populasi Yahudi terbesar dari antara semua kota di Asia. Jika surat ini ditulis sebelum tahun 70 Masehi, maka masa itu adalah periode dimana lawan utama Kekristenan adalah orang-orang Yahudi. Dapat dimengerti gereja pada masa itu lebih banyak menerima pelecehan dan penghinaan ketimbang masa manapun.

Ayat 10: Apakah fitnah dari orang-orang Yahudi dalam ayat 9 menjadi konteks “sepuluh hari” pencobaan, kesusahan dan penderitaan, yang harus diderita orang percaya Smirna? Steve Gregg percaya demikian adanya (halaman 67):

“Karena penganiayaan merupakan hasil hasutan iblis, dan karena orang-orang Yahudi di Smirna adalah jemaah Iblis (ayat 9), besar kemungkinan bahwa penganiayaan di tempat ini, seperti di tempat lain, dilakukan oleh komunitas Yahudi setempat (lihat Matius 23:34; Kisah Para Rasul 13:45, 14:19, 17:5, 13; 1 Tesalonika 2:14-16).]

Mike: Revelation 2:1-11 (Ephesus and Smyrna); July 9, 2009.

https://adammaarschalk.com/2009/08/26/revelation-chapter-2-ephesus-and-smyrna/

Advertisements