WAHYU 2: 12-29 (PERGAMUS DAN TIATIRA)

image

[Catatan dari Adam ditambahkan pada tanggal 7 September dalam tanda kurung dan 14 Oktober 2009 dalam tanda kurung siku. Sebagian besar didasarkan pada buku Steve Gregg ‘Revelation: Four Views (A Parallel Commentary)’]

PERGAMUS (Wahyu 2:12-17)

• Kota dengan penduduk 190.000 jiwa
• Terletak 65 km sebelah utara Smirna
• Merupakan ibukota provinsi Asia bagian utara
• Dikenal sebagai kota pusat penyembahan:

– Penyembahan Dewa Zeus (raja para dewa atau dewa tertinggi dalam mitologi Yunani)
– Penyembahan Dewi Athena (dewi kebijaksanaan, perang, seni dan kerajinan tangan, yang merupakan anak Zeus) & Dewa Dionysus (dewa anggur dan pesta, juga merupakan anak Zeus)
– Penyembahan Dewa Asclepios (dewa pengobatan dan penyembuhan dalam mitologi Yunani)
– Tempat penyembahan kaisar.

[Steve Gregg mencatat bahwa Pergamus (Pergamum atau Pergamos) adalah kota tertua di Asia. Memiliki perpustakaan terbesar kedua di dunia (setelah Aleksandria, Mesir) dengan koleksi 200.000 buku (halaman 68).]

– Untuk hal apa jemaat Pergamus mendapat pujian? (Mereka berpegang kepada nama Yesus, sekalipun mereka diam/tinggal “di tempat takhta Iblis.” Mereka tidak menyangkal imannya, bahkan pada zaman Antipas mati martir.)

– Siapakah Antipas? Lihat Wahyu 1:5. (Sejujurnya saya tidak tahu. Apakah Anda merasa “Antipas” adalah nama samaran untuk Yesus? Saya memperhatikan Anda merujuk Wahyu 1:5, dimana Yesus disebut “Saksi yang setia”, mirip dengan Antipas yang disebut “saksi-Ku yang setia kepada-Ku.” Saya pikir kemiripan frasa ini adalah kebetulan. Saya bisa saja salah, tetapi saya beranggapan Antipas adalah orang percaya berpengaruh abad pertama yang mati martir di Pergamum, dengan memperhatikan kata-kata “dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.” Referensi silang lainnya dengan Kisah Para Rasul 22:20 tentang Stefanus. Tetapi saya tidak yakin Stefanus adalah Antipas, karena ia mati di Yerusalem, bukan di Asia Kecil. Saya ingin mendengar kisah di balik martirnya Antipas ini.)

– Karena hal apa jemaat Pergamus mendapat teguran? (lihat Bilangan 31:16 untuk keterangan mengenai Bileam)

Sam Storm:

“Kita mengetahui mengenai Bileam dari Bilangan 22-24. Balak, raja Moab, membujuk Bileam untuk mengutuki Bani Israel yang bersiap-siap untuk menyeberang ke Tanah Perjanjian. Tetapi Allah mengintervensi. Setiap kali Bileam membuka mulutnya untuk memperkatakan kutuk, kata-kata berkatlah yang keluar. Didorong oleh keserakahan terhadap upah yang ditawarkan Balak kepadanya Bileam memberi saran kepada Balak agar perempuan-perempuan Moab menggoda orang-orang Israel dengan mengundang mereka untuk mengambil bagian dalam perayaan korban sembelihan bagi allah mereka (yang selalu berakhir dengan percabulan). Bileam tahu bahwa hal ini akan mendatangkan penghakiman Allah terhadap umat-Nya (dan tepat demikianlah yang kemudian terjadi).

Sebagaimana Bileam menjadi batu sandungan bagi orang Israel dalam Perjanjian Lama, demikianlah pengikut Nikolaus bagi jemaat Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru. Bileam adalah gambaran orang-orang yang mempromosikan kompromi dengan dunia dalam hal penyembahan berhala dan percabulan/zinah (lihat juga Yudas 11 dan 2 Petrus 2:15). Sementara para pengikut Nikolaus dengan berani menyusupkan pengajaran bahwa kemerdekaan dalam Kristus adalah ijin bebas berbuat dosa. Kesalahan jemaat Pergamus tidak terlalu besar karena mereka tidak mengikuti ajaran yang merusak ini, namun demikian mereka telah mengijinkan ajaran itu disuarakan dalam jemaat. Ketidakpedulian terhadap ajaran sesat pengikut Nikolaus inilah yang menjadi keprihatinan Tuhan yang bangkit.”

[Steve Gregg memandang ajaran pengikut Nikolaus sebagai cikal bakal Gnostisisme abad kedua:

“Apakah orang-orang tertentu di Pergamus mengajarkan doktrin palsu karena diupah (sebagaimana yang dilakukan Bileam) atau sekedar mengajarkan doktrin palsu, kita tidak tahu. Namun yang jelas percabulan dan kompromi dengan penyembahan berhala telah ditoleransi, bahkan dianjurkan oleh orang-orang tertentu dalam jemaat. Pada abad kedua, isu yang sama merupakan ciri utama bidah Gnostik (halaman 69).]

– Siapakah para pengikut Nikolaus? Lihat catatan Wahyu 2:6 – apakah mereka yang disebut “antinomians“? (Yesus membenci pekerjaan dan pengajaran mereka – ayat 6 dan 15. Anda dapat membaca artikel berikut: http://jeffrhodes.wordpress.com/2009/03/04/whats-up-with-the-nicolaitans/)

– Mengapa Yesus katakan “Aku tahu di mana engkau diam” (sebuah penghiburan bahwa Ia mengerti segala kesulitan kita)

– Untuk siapakah Yesus katakan Ia akan datang? (untuk jemaat/gereja, tapi ia akan memerangi orang-orang yang berpegang pada pengajaran pengikut Nikolaus)

– Apa yang seharusnya tua-tua Pergamus lakukan mengenai ajaran sesat ini?

– Apa aplikasi hal ini bagi gereja kita? Dan bagi kita sendiri?

“Orang Kristen di Pergamus telah mengorbankan kemurnian etik jemaat mereka atas nama “kasih” dan karena takut kehilangan “kedamaian” yang palsu. Kemurnian memang sering harus dibayar dengan harga yang sangat tinggi. Tetapi kita harus bersedia membayarnya. Konfrontasi memang tidak pernah menyenangkan, tetapi pasti akan menuai tuaian yang berlimpah. Dengan segala cara, kejarlah kasih, namun tidak dengan cara mengorbankan kebenaran atau dengan membiarkan dosa terbuka menjadi borok busuk yang menyebar dalam Tubuh Kristus.”
(Sumber: Sam Storms).

[Ayat 16-17: Yesus memberitahu jemaat Pergamus apa yang akan terjadi jika mereka tidak bertobat dari tindakan membiarkan pengajaran pengikut Nikolaus tetap di tengah-tengah mereka.

Steve Gregg berkomentar (halaman 69):

“Meskipun seluruh jemaat diminta untuk bertobat, namun hanya para pelaku yang Yesus ancam akan Ia perangi … dengan pedang yang di mulut-Ku ini (ayat 16). Seperti apa bentuk penghakiman akan terjadi tidak dijelaskan, namun yang pasti tidak ada hubungannya dengan Second Coming-kedatangan Yesus yang kedua kali, karena jemaat ini sudah tidak ada lagi.”

Bahasa yang Yesus gunakan dalam Wahyu 2:16 ini -mengenai pedang yang keluar dari mulut-Nya- kembali digunakan dalam Wahyu 19:15. (Jelas bahwa kalimat ini bukanlah kalimat literal. Dia memang akan menghakimi mereka jika mereka tidak bertobat, tetapi bukan dalam bentuk kedatangan secara fisik). Yesus kemudian memberikan beberapa janji kepada barangsiapa yang menang termasuk janji Ia akan mengaruniakan kepada mereka nama baru yang tidak diketahui oleh siapa pun. Janji serupa juga diberikan kepada jemaat Filadelfia (Wahyu 3:12), di mana nama kedua juga dijanjikan (nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru). Janji lainnya yang Yesus berikan kepada jemaat Pergamus adalah Ia akan mengaruniakan kepada mereka yang menang sebuah batu putih.

Mengenai batu putih Steve Gregg komentar,

“Banyak spekulasi yang beredar mengenai penafsiran batu putih ini (ayat 17). Satu pandangan beranggapan, batu putih adalah tanda pemulihan nama baik atau pembebasan, mengacu kepada cara hakim pada abad pertama memberikan keputusan kepada seorang terdakwa; hakim dapat memberikan batu hitam sebagai tanda si terdakwa bersalah dan harus dihukum, atau memberikan batu putih sebagai tanda si terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan. Arti pesan ini adalah, meskipun orang Kristen dinyatakan bersalah di pengadilan Romawi, mereka dinyatakan benar dalam keadilan kekal. Pandangan lain beranggapan batu putih adalah tanda yang diberikan kepada peserta yang berhasil menyelesaikan lomba dalam perlombaan orang Yunani yang kemudian bisa ditukarkan dengan hadiah yang sebenarnya.”]

– Batu putih… kadang diberikan kepada pemenang perlombaan sebagai tanda masuk ke dalam perjamuan
– Dimanakah iblis diam saat ini?

TIATIRA (Wahyu 2:18-29)

– Kota yang secara ekonomi kuat, tapi secara budaya dan politik dikucilkan/diasingkan.
– Dalam hal apa jemaat Tiatira mendapat pujian? (kebalikan dari jemaat Efesus)
– Karena hal apa jemaat Tiatira mendapat teguran? (mentoleransi bidah/ajaran sesat dan percabulan)

[Steve Gregg (halaman 70-71) mengingatkan kita bahwa salah seorang percaya terkemuka dalam Kisah Para Rasul berasal dari Tiatira:

“Lidia, seorang perempuan yang bertobat setelah mendengarkan apa yang Paulus katakan di Filipi, berasal dari Kota Tiatira (Kisah Para Rasul 16:14). Kain ungu yang dijualnya adalah produk utama kota itu … Diketahui kota itu memiliki banyak serikat dagang dan adalah sulit mencari nafkah tanpa bergabung dalam salah satu serikat dagang yang ada. Namun serikat-serikat dagang ini mempraktikkan ritual penyembahan berhala dalam pertemuan mereka, yang orang Kristen tidak mungkin setujui. Oleh karena itu, orang-orang Kristen di Tiatira terpaksa harus menyokong diri sendiri dan keluarga mereka jika tidak mau berkompromi dengan penyembahan berhala.”]

– Siapakah Izebel? (Manusia sebenarnya, namun merupakan nama simbolis – seperti simbolisme Bileam)

“Yang Yesus sampaikan adalah “nabiah” yang punya nama buruk ini sangat jahat dan berbahaya bagi jemaat Tiatira, sama seperti Izebel bagi Israel dalam Perjanjian Lama” (Sam Storms).

– Apa yang dilakukan Izebel untuk melawan Tuhan dan menyesatkan hamba-hamba-Nya?
– Bukankah Paulus berkata tidak apa-apa memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala agar tidak melukai saudara yang hati nuraninya lemah? Apa perbedaannya dengan yang dimaksud ayat ini?
– Apa yang akan terjadi pada wanita Izebel dan orang-orang yang dipengaruhinya?
– Jaminan apa yang Yesus berikan kepada orang-orang percaya di Tiatira? (Dialah “yang menguji hati dan batin orang”)
– Apakah nabiah ini orang percaya? Dan bagaimana dengan orang-orang yang mengikutinya? (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 5; 1 Korintus 11:30-32)
– Apakah yang disebut dengan seluk beluk Iblis?
– Peringatan apa yang Tuhan berikan kepada orang-orang percaya? (apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang; menang; lakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya)
– Apakah arti “Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa“? Siapakah “bangsa-bangsa” ini? (lihat Mazmur 2:7-9)

[Steve Gregg menjawab pertanyaan ini dengan menyajikan berbagai penafsiran atas ayat 26 (halaman 72):

“Dalam ayat ini “yang menang” (overcomer) digambarkan sebagai orang yang “melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya,” yang dengannya Kristus berbagi kekuasaan atas bangsa-bangsa (ayat 26). Penggenapan janji ini diterapkan dalam berbagai cara: (a) untuk memerintah bersama Kristus atas bangsa-bangsa yang belum diselamatkan selama masa milenium yang akan datang (Wahyu 20:4), (b) untuk berpartisipasi dalam pemerintahan orang-orang kudus bersama Kristus setelah kematian di sorga (cara lain untuk memahami Wahyu 20:4), atau (c) untuk memerintah atas orang Kristen awam di bumi yang baru, dengan asumsi akan ada berbagai tingkat wewenang yang dikaruniakan kepada masing-masing orang kudus (lihat Matius 25:21-23; Lukas 19:17, 19; 1 Korintus 15: 41f).”

Parafrasa Mazmur 2:9 tampaknya -dalam konteks dan tanpa tanda kutip- berlaku bagi orang percaya yang menang. Dalam Mazmur sendiri, jelas bahwa Kristus sendirilah yang akan memerintah dengan tongkat besi (juga dalam Wahyu 19:15). Kutipan dari Mazmur ini menunjukkan bahwa kuasa orang percaya yang menang bukanlah miliknya sendiri, tetapi berasal dari kuasa Kristus.]

– Siapakah yang dimaksud dengan bintang timur? (lihat Wahyu 22:16)
– Apakah pekerjaan Anda yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama? Arah mana yang sedang Anda tuju?

[Dave O. Minnesota: Revelation 2:12-29; July 16, 2009]

https://adammaarschalk.com/2009/08/27/revelation-2-pergamum-and-thyatira/

Advertisements