WAHYU 3

image

(Artikel ini mengutip materi dari Dr. Sam Storms dan Dr. John MacArthur: NASB MacArthur Study Bible, World Publishing, 2006)

[Catatan dari Adam ditambahkan pada tanggal 14 Oktober 2009 dalam tanda kurung siku. Sebagian didasarkan pada buku Steve Gregg ‘Revelation: Four Views (A Commentary Paralel)’]

SARDIS

Sardis adalah kota kejayaan masa lalu. Merupakan ibukota Kerajaan Lydia kuno (1200 Sebelum Masehi) dan berkembang di bawah pemerintahan Croesus sekira tahun 600 Sebelum Masehi. Kota ini terkenal sebagai penghasil pewarna merah dan barang-barang wol, juga terkenal karena tingkat percabulannya yang luar biasa. Mengalami dua kali penaklukan oleh Persia sebelum akhirnya semakin tenggelam. Pernah dilanda gempa bumi dahsyat tahun 17 Masehi dan kendati mendapat bantuan dari Kaisar Tiberius untuk membangun kembali, kota ini tetap mengalami penurunan besar.

Sardis dibangun di atas sebuah gunung (di ketinggian lebih dari 1500 kaki, atau sekitar 500 meter di atas permukaan laut) untuk membantu melindunginya dari serangan musuh. Ironisnya, dua kali kota ini mengalami serangan kejutan dan berhasil ditaklukkan (oleh Cyrus pada tahun 549 Sebelum Masehi dan oleh Antiokhus Agung pada tahun 218 Sebelum Masehi). Yesus menyoroti ketiadaan kesetiaan pada jemaat Sardis (ayat 2), dan menyuruh mereka bangun sebelum Dia datang.

[Ayat 3: Yesus berkata, “Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”

Perhatikan bahwa Yesus mengatakan hal yang serupa dalam Olivet Discourse yang dicatat Matius, kepada angkatan-Nya pada abad pertama (Matius 24:34):

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga”(Matius 24:42‭-‬44).

Kita melihat unsur identik dalam kedua peringatan ini:

1. Yesus akan datang dalam penghakiman.
2. Dia akan datang seperti pencuri.
3. Mereka tidak akan tahu waktunya.
4. Mereka diperintahkan untuk bangun dan berjaga-jaga.]

1. Aspek apa pada jemaat Sardis yang jika kita perhatikan berbeda dari empat jemaat sebelumnya?

Yesus tidak memiliki kata-kata pujian bagi jemaat ini. Empat jemaat sebelumnya menerima kata sambutan dan mendapat dorongan dan pujian. Semua jemaat yang disebutkan sebelumnya memiliki anggota jemaat yang ‘tersesat’ tetapi jemaat di Sardis sebagian besar anggotanya ditemukan bersalah.

2. Mengapa penganiayaan baik dari orang Yahudi maupun Romawi atas jemaat ini jauh lebih ringan ketimbang atas jemaat lain?

Hal ini sepertinya karena mereka tidak setia dan tidak sepenuhnya bersemangat mengikuti Kristus. Jemaat Sardis adalah jemaat yang medioker (biasa-biasa saja), yang membiarkan bidah atau aliran sesat berkembang dan yang tidak memiliki pendirian.

3. Dalam ayat 3, Yesus memberikan kepada jemaat Sardis tiga perintah dalam urutan tertentu. Perintah apakah itu?

Ingatlah – ingatlah pesan kasih karunia dan jadilah kuat karenanya
Turutilah – berpeganglah teguh kepada Injil yang telah engkau terima
Bertobatlah – berhenti berbuat dosa dan berjalanlah dalam kebenaran

FILADELFIA

Filadelfia berlokasi sekira tiga puluh mil sebelah tenggara Sardis dan didirikan tahun 190 Sebelum Masehi oleh Attalus II, raja Pergamus. Kota ini adalah tanda kasih sang raja kepada saudaranya, sehingga dinamai Filadelfia yang berarti kasih persaudaraan. Kota ini terletak di jalur perdagangan utama dan persinggahan komersial yang penting. Meskipun tidak pernah disebutkan dalam Perjanjian Baru, kemungkinan besar jemaat ini adalah buah pekerjaan Paulus saat berada di Efesus.

[Steve Gregg menulis (halaman 75) bahwa Filadelfia adalah kota yang sering dilanda gempa bumi, sehingga tidak banyak dihuni pada masa Yohanes. “Secara historis,” kata Gregg, “penduduk dipaksa untuk pindah dari kota ini karena ketidakstabilannya.” Filadelfia juga hancur oleh gempa bumi dahsyat tahun 17 Masehi, tapi kemudian dibangun kembali. Sebuah gereja yang cukup besar ada di sana sampai setidaknya abad kedua belas, dan dikatakan sebuah jemaat kecil masih ada di sana sampai hari ini.]

Ayat 7: Yesus memiliki kekuasaan yang tak terbantahkan dalam Yerusalem Baru (Kerajaan keturunan Daud – lihat Yesaya 22:22). [Steve Gregg menambahkan, “Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai Yang Kudus dan Yang Benar (ayat 7). Inilah surat pertama yang tidak menggunakan deskripsi yang ditemukan dalam pasal 1” (halaman 75). Gregg mengatakan lebih lanjut (halaman 75-76),

“Pernyataan bahwa Yesus memiliki kunci Daud (ayat 7), sehingga apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; dan apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka adalah kiasan Yesaya 22:22, di mana hak dan kewenangan yang sama diberikan kepada seorang laki-laki bernama Elyakim bin Hilkia, yang menjadi kepala istana Raja Hizkia. Orang ini memiliki kuasa untuk mengijinkan maupun untuk menolak orang masuk ke dalam istana raja. Yesus berkata Ia memiliki hak yang sama dalam hal mengijinkan atau menolak orang masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Dan Yesus telah memilih mengijinkan jemaat untuk masuk: “Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun” (ayat 8). Penyebutan “yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun” menyiratkan bahwa orang Yahudi di Filadelfia (yang disebutkan dalam ayat 9) berusaha untuk mengecualikan orang-orang dari bangsa lain/Gentiles dari Allah (Matius 23:13; 1 Tesalonika 2:15), tetapi Yesus telah membuka jalan melalui diri-Nya.”]

1. Perhatikan bahwa Yesus tidak memiliki teguran untuk jemaat Filadelfia. Karena ketaatan, kesetiaan dan keteguhan mereka, apakah tiga hal yang Yesus janjikan kepada mereka?

-Mereka memiliki pintu yang terbuka untuk masuk ke dalam Kerajaan kekal yang tidak dapat ditutup oleh siapapun
-Mereka akan dibenarkan di hadapan orang-orang Yahudi “palsu” dan akan melihat bahwa Yesus mengasihi jemaat-Nya
-Mereka akan dilindungi dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

[Ayat 9-10: Perhatikan bagaimana Wahyu 3:9 mengutip Yesaya 60:14, bahwa orang-orang yang menganiaya orang Israel akan tunduk kepada mereka,

Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau “kota Tuhan”, “Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel” (Yesaya 60:14).

Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau” (Wahyu 3:9).

Steve Gregg berkomentar mengenai orang-orang Yahudi palsu yang Yesus bicarakan dalam ayat 9 (halaman 75-76):

“Seperti halnya di jemaat Smirna (Wahyu 2:9), pembuat onar di jemaat Filadelfia tampaknya adalah orang-orang Yahudi lokal (Wahyu 3:9) … Yesus kembali menyebut orang-orang Yahudi penganiaya ini sebagai jemaah Iblis. Mereka menyebut dirinya orang Yahudi tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta (ayat 9) -mereka bukan Yahudi yang sejati di hadapan Kristus sebab “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham” (Yohanes 8:39), dan “yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah” (Roma 2:28). Memang, sebelum tahun 70 Masehi, penganiayaan sistematis terhadap orang Kristen utamanya berasal dari Sanhedrin dan sinagoga Yahudi, namun orang Kristen dan Yahudi kemudian sama-sama menjadi sasaran penganiayaan Romawi – suatu perkembangan yang mengakhiri Yudaisme, namun yang tidak pernah dapat memadamkan Kekristenan.

Bahwa orang-orang Yahudi yang menganiaya itu suatu hari akan tersungkur di depan kaki jemaat Filadefia (ayat 9) bukan berarti jemaat Filadelfia akan disembah bagai dewa, tetapi berarti jemaat ini akan duduk bersama-sama dengan Kristus di atas takhta-Nya (Wahyu 3:21), yang di hadapan-Nya, suatu hari nanti, setiap lutut akan bertelut (Filipi 2:10). Meskipun orang Yahudi palsu saat itu berusaha mengecualikan bangsa lain dari kasih dan kebaikan Allah, harinya akan tiba ketika orang Yahudi akan dipaksa mengakui “bahwa Aku mengasihi kamu” (ayat 9). Yesus sebelumnya telah menyatakan kehendak-Nya “agar dunia tahu” bahwa Bapa mengasihi murid-murid-Nya (Yohanes 17:23). Hari itu akan tiba, saat keinginan-Nya digenapi.]

2. Apakah “pencobaan yang akan datang” yang Yesus katakan pada ayat 10?

Mungkin merujuk kepada pencobaan atau penganiayaan yang dialami orang Kristen di Asia Kecil pada waktu itu atau mungkin merujuk kepada suatu masa tertentu saat penganiayaan berat sudah mendekat kepada orang percaya lainnya di Asia Kecil. [Catatan: Pandangan preteris melihat aniaya besar telah digenapi dalam Perang Romawi-Yahudi yang dimulai pada awal tahun 67 Masehi yang berujung pada penghancuran Yerusalem tiga setengah tahun kemudian pada bulan Agustus tahun 70 Masehi. Sepertinya hal inilah yang dimaksud “pencobaan yang akan datang” yang darinya jemaat Filadelfia akan dilindungi.]

Menurut John MacArthur, yang Yesus maksudkan pada ayat ini adalah masa tujuh tahun sebelum Kerajaan Kristus di dunia ditegakkan, menampilkan pelepasan murka ilahi dalam penghukuman yang ditunjukkan oleh simbol meterai, sangkakala dan cawan. Hal ini dijelaskan dengan sangat rinci dalam pasal 6-19. [Memang ayat ini adalah ayat kunci bagi dispensasionalis futuris, yang mereka anggap mengindikasikan orang percaya akan diangkat ke sorga sehingga mereka tidak mengalami masa aniaya besar skala global. Padahal pernyataan ini ditujukan kepada jemaat tertentu pada abad pertama Masehi, sebagaimana ditulis oleh Sam Storms. Namun, seperti yang ditunjukkan Steve Gregg (halaman 76-77),

… Pengangkatan orang Kristen dari bumi bukanlah satu-satunya cara yang mungkin Yesus lakukan untuk menjaga umat-Nya dari perang dan wabah penyakit yang terjadi pada waktu itu. Contohnya saat Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya: “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yohanes 17:15) … Preteris berpendapat bahwa sebuah krisis yang mencakup seluruh kekaisaran cocok dengan istilah yang digunakan dalam Wahyu 3:10. “Seluruh dunia” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seluruh Kekaisaran Romawi dalam Lukas 2:1 dan di bagian lain Alkitab. Pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi (atau wilayah-land, yakni tanah Israel) menunjukkan adanya krisis yang akan menggoncang seluruh kekaisaran dan menempatkan orang-orang Yahudi dalam bahaya khusus. Tahun 68 Masehi, kematian Nero yang diikuti oleh perang saudara sangat mengancam stabilitas Kekaisaran Romawi, sampai Vespasian diangkat menjadi kaisar tahun 70 Masehi. Selama periode yang sama (tahun 66-70 Masehi), orang-orang Yahudi terlibat dalam perjuangan demi kelangsungan hidup bangsa mereka melawan pihak Romawi … yang akhirnya gagal. Preterisme menunjukkan bahwa penghakiman atas Yerusalem ini adalah apa yang tersirat dalam janji “Aku datang segera!” (Ayat 11).

(Sejalan dengan kelanjutan studi kita mengenai kitab Wahyu ini, kami akan menunjukkan bahwa banyak referensi untuk kata “bumi” dalam kitab Wahyu tidak dimaksudkan untuk dipahami sebagai lingkup seluruh dunia, tetapi lingkup tanah Israel/Palestina. Dalam sebuah studi 3-bagian (dimulai dengan artikel https://adammaarschalk.com/2010/02/19/the-earth-as-a-common-reference-to-israel-in-revelation-part-1/) saya telah menguraikan hampir 20 kasus mengenai kata “bumi” ini.)

3. Apa janji tiga kali lipat dari Yesus dalam ayat 12 dan 13?

Aku akan menjadikan dia sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku – metafora untuk keselamatan kekal?
Ia tidak akan keluar lagi dari situ – janji keabadian dalam Yerusalem Baru
Aku akan menuliskan padanya nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, … dan nama-Ku yang baru – metafora kepemilikan ilahi, dikenali sebagai kota Yerusalem Baru (lihat Yesaya 56:5 dan Yehezkiel 48:35).

[Steve Gregg berkomentar tentang ayat 12 (halaman 77):

Barangsiapa yang menang akan dijadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku (ayat 12). Karena gereja dianggap sebagai bait Allah (1 Korintus 3:16; Efesus 2:20-22; 1 Timotius 3:15; Ibrani 3:6; 1 Petrus 2:5), orang percaya yang setia akan memiliki posisi yang aman dan kuat. Sokoguru semacam itu tahan gempa, sehingga, tidak seperti penduduk Filadelfia yang sering harus terusir dari kota mereka akibat gempa, barangsiapa yang menang tidak akan keluar lagi.”

Gregg melanjutkan dengan menunjukkan bahwa janji Yesus untuk menuliskan atas barangsiapa yang menang “nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, Yerusalem Baru” berkaitan dengan tindakan Allah dalam Wahyu 7:3 dan Wahyu 14:1. Allah memeteraikan hamba-hamba-Nya pada dahi mereka dengan nama-Nya, yang berbanding terbalik dengan orang-orang yang memiliki nama dan tanda dari binatang di dahi mereka. Gregg menambahkan, “Tanda pada orang percaya bukanlah semacam tato yang terlihat, tapi meterai kepemilikan Allah, sebuah konsep yang Paulus samakan dengan kepemilikan Roh Kudus dalam diri orang percaya (Efesus 1:13; 4:30). Penulisan nama Yerusalem Baru pada orang percaya menunjukkan kewarganegaraan mereka di sana (Mazmur 87: 5-6). Yerusalem Baru ini dijelaskan dalam simbolisme rinci pada pasal 21.”]

LAODIKIA

Laodikia adalah sebuah kota kaya, mungkin terkaya di seantero Frigia. Dilanda gempa bumi mengerikan tahun 60 Masehi, kota ini dibangun kembali secara swadaya tanpa bantuan Romawi. Merupakan pusat perbankan, dengan kain linen dan wol yang adalah bahan baku pakaian sebagai komoditas perdagangan utama. Kota ini juga memiliki sekolah kedokteran dan terkenal karena dokter mata dan salep matanya.

Paulus sepertinya tidak pernah mengunjungi Laodikia. Namun ia menyebutkan nama Laodikia lima kali dalam Kolose 2:1; 4:13, 15, 16. Ada kemungkinan Epafras, seorang hamba Tuhan di Kolose, yang memprakarsai jemaat di sini. Perlu dicatat tidak ada pujian dari Yesus bagi jemaat ini .

1. Dua hal apa yang Yesus perhatikan mengenai jemaat Laodikia?

-Mereka suam dalam iman mereka – ditegur karena pekerjaan mereka yang mandul dan kondisi spiritual mereka yang stagnan/jalan di tempat.
-Mereka nyaman karena kecukupan keuangan mereka. [Sebagai komentar Steve Gregg (halaman 79), “Kemakmuran dan kekayaan bisa memberikan rasa kecukupan yang palsu – yang sangat berkebalikan dari “miskin di hadapan Allah” yang Yesus utarakan dalam Khotbah di Bukit (Matius 5:3).”]

Dua kota tetangga Laodikia, Heirapolis yang terkenal karena mata air panas dan Kolose yang terkenal karena aliran mata air pegunungan yang dingin. Laodikia mempunyai saluran air bawah tanah untuk menyediakan pasokan air yang kotor dan suam. Pengunjung sering meludahkan air ini. Jemaat di Laodikia juga demikian, tidak panas, juga tidak dingin. Anggota jemaat adalah orang-orang munafik yang suam, mengaku mengenal Kristus tetapi tidak benar-benar milik-Nya. [Steve Gregg menambahkan, “Pasokan air kota ini berasal dari sumber air panas enam mil jauhnya di Denizli. Dalam proses perjalanan melalui saluran air ke Laodikia, airnya menjadi suam -tidak dingin atau panas” (halaman 78).]

2. Dalam ayat 18, Yesus meminta jemaat ini untuk membeli tiga hal kepada-Nya. Tiga hal* apa yang Yesus maksudkan, dan apa artinya?

Emas yang murni – kekayaan spiritual, disempurnakan oleh api penderitaan
Pakaian putih – perbuatan kebenaran yang tidak ditemukan dalam jemaat ini
Salep mata – pemulihan penglihatan rohani mereka

* Perhatikan bahwa ketiga hal ini adalah gambaran tiga industri besar mereka (perbankan, pakaian dan obat-obatan)!

3. Dalam ayat 19, Yesus mengatakan “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar.” Apa yang Dia maksudkan dengan kata-kata ini?

Menurut MacArthur: “Dapat dilihat pada ayat 18 dan 20 Yesus sedang menyasar orang-orang belum percaya. Allah tentu mencintai orang yang belum bertobat, tapi mendisiplinkan (atau menghajar) merujuk kepada penghakiman dan penghukuman Allah atas orang yang belum lahir baru.”

Menurut Sam Storms: “Maksud ayat 20 bukanlah ditujukan bagi orang-orang yang belum percaya agar mereka bisa diselamatkan. Sebaliknya ayat itu merupakan ajakan kepada siapapun dalam jemaat untuk bertobat dan meninggalkan sikap setengah hati. Hasilnya adalah seseorang akan mengalami persekutuan yang intim saat ini. Semua persekutuan yang ada dengan Yesus saat ini adalah pendahuluan dari kebahagiaan abadi yang sempurna di masa yang akan datang.”

[Ayat 21: Yesus berjanji “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.” Steve Gregg berkomentar (halaman 80):

“Memerintah bersama-sama dengan Kristus juga dijanjikan kepada yang menang di Tiatira (Wahyu 2:26, juga dalam Wahyu 5:10 dan 20:4). Pendapat tentang waktu penggenapan janji ini tergantung pada pandangan eskatologi seseorang – bisa saja di masa milenium; atau setelah kematian, memerintah di sorga sebelum Kedatangan Yesus yang kedua kali. Bisa juga ditafsirkan sebagai pemerintahan rohani orang-orang kudus dalam kehidupan ini atau pemerintahan secara harfiah atas bumi yang baru. Begitu banyak teori. Penobatan dan pencapaian Kristus dinyatakan cukup jelas: “Sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.]

IKHTISAR SINGKAT PRETERIS ATAS PASAL 1-3

Preteris menganggap surat-surat jemaat ini hanya berlaku bagi jemaat-jemaat yang sezaman dengan tujuh jemaat yang ada pada zaman Yohanes. Sementara surat-surat penggembalaan (epistles) dalam Alkitab, diakui dapat diterapkan kepada jemaat pada zaman manapun (Steve Gregg, Revelation: Four Views (A Commentary Paralel), halaman 81).

Rod O: Revelation Chapter 3; July 23, 2009

https://adammaarschalk.com/2009/08/27/revelation-3-study/

Advertisements