WAHYU 7

image

Dave: September 10, 2009/Adam: Agustus 2011

Catatan dari Adam ditambahkan ke dalam artikel ini pada bulan November 2009, dan lalu pada bulan Agustus 2011, dan dituliskan dalam tanda kurung siku.

[Latar Belakang: Pasal 7 menjembatani meterai keenam (Wahyu 6:12) dengan meterai ketujuh (Wahyu 8:1). Wahyu 6 diakhiri dengan pernyataan bahwa hari besar murka Tuhan telah tiba, bersama dengan pertanyaan tentang siapakah yang bisa bertahan pada hari itu. Pertanyaan tersebut akan dijawab dalam pasal ini.

Ayat 1-3: Di sini kita melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi ditugasi untuk merusakkan bumi dan laut. Namun, dengan lebih banyak penghakiman yang akan datang, malaikat lain mengintervensi dan memerintahkan kepada keempat malaikat itu untuk menahan penghakiman sampai hamba-hamba Allah dimeteraikan pada dahi mereka. Malaikat yang muncul ini dikatakan membawa “meterai Allah yang hidup.” Dia juga muncul dari tempat matahari terbit (timur). Mengapa demikian?

Salah satu kemungkinan jawabannya berkaitan dengan apa yang kita ketahui dari sejarah Perang Yahudi-Romawi (66-73 Masehi). Selama masa pengepungan lima bulan atas Yerusalem pada tahun 70 Masehi, Titus mendirikan markasnya di punggung utara Bukit Zaitun, yang berada di sisi timur Yerusalem. Rencana penyerangan dan strategi dibuat dari tempat ini, yang Titus sebut “Bukit Pengamatan” (Gunung Scopus). Dari sana ia dapat memandang ke bagian dalam kota melewati dinding kota yang kuat. Dari sana pulalah Legiun Ke-10 Romawi yang terkenal itu meluncurkan batu-batu besar dengan berat 75-100 pound (sekira 34-45 kg) ke dalam kota (akan dibahas lebih lanjut dalam studi kita tentang Wahyu 16), menimbulkan kerusakan besar.

Arethas, Uskup Kaisarea abad ke-10, memberikan komentar menarik atas ayat-ayat ini:

“Pada ayat-ayat ini ditunjukkan bahwa para pemberita Injil masih berada di tengah-tengah orang-orang Yahudi dalam perang melawan Romawi, yang adalah masa penderitaan karena pembalasan Tuhan … Keempat malaikat menyelamatkan para pemberita ini di keempat penjuru bumi Israel untuk mengusir ketakukan mereka, baik ketakukan terhadap penderitaan atau cedera perang atau penderitaan yang dialami negeri itu atau kehilangan keluarga tercinta mereka. Ancaman-ancaman ini, yang semakin dekat ke Yudea, diceritakan dalam kiasan. Angin dilarang bertiup di darat atau di laut atau di pepohonan. Dilarang bertiup di darat supaya penduduk negeri itu jangan menemukan penghiburan kecil di masa perang melawan Romawi, atau supaya petani sayuran tidak bisa bersuka, karena tanaman mereka disegarkan oleh tiupan angin. Angin tidak bertiup di darat di antara tentara yang berjalan kaki berbaris menuju peperangan, tidak pula di laut di antara kapal-kapal; karena seperti yang Josephus katakan kapal-kapal juga digunakan dalam serangan itu. Demikianlah semua kemalangan ini terjadi pada mereka.
(Sumber: Francis Gumerlock, Revelation in First Century, 2012)]

Ayat 4-8: Apa yang kita ketahui tentang bilangan 144.000 dalam teks?

▪ Mereka “dimeteraikan” pada dahi mereka (ayat 3; bandingkan dengan Wahyu 3:12, 13:16).
▪ Terdapat 12.000 orang dari masing-masing dua belas suku Israel.
▪ Mereka telah dilindungi dari murka yang akan dicurahkan atas bumi (ayat 3).

Tanya (T): Di mana lagi dalam Alkitab disebutkan mengenai orang-orang-Nya dimeteraikan?

Jawab (J): Efesus 1:13-14, Yehezkiel 9:4-6.

[Dalam bukunya “Revelation: Four Views (A Parallel Commentary),” Steve Gregg memperlihatkan paralel yang luar biasa, yang dicatat oleh Yehezkiel sesaat sebelum Yerusalem jatuh pertama kalinya:

“Yerusalem dua kali jatuh ke tangan penjajah karena penghakiman Allah atas mereka: pertama, pada tahun 586 Sebelum Masehi kepada Babel; dan kedua, tahun 70 Masehi kepada Romawi. Sebelum penaklukan tahun 586 Sebelum Masehi, Tuhan memelihara umat milik-Nya dan memisahkan mereka demi keselamatan mereka selama penghancuran. Fakta ini secara simbolis digambarkan Yehezkiel dalam penglihatan malaikat menandai/memeteraikan umat Allah yang setia dengan huruf T pada dahi mereka. Pemberian tanda ini diikuti dengan dilepaskannya enam malaikat dengan alat pemusnah ke seluruh penjuru Yerusalem untuk membantai penduduknya (Yehezkiel 9).

Dalam Kitab Wahyu penglihatan yang sama diberikan kepada Yohanes sebelum penghancuran kedua Yerusalem. Kali ini, sebelum keempat malaikat dilepaskan ke empat penjuru bumi/Israel (ayat 1), hamba-hamba Allah dimeteraikan pada dahi mereka untuk melindungi mereka … Orang-orang yang selamat dari pembantaian tahun 70 Masehi adalah yang memiliki meterai Allah (Efesus 1:13), yakni orang Yahudi yang percaya kepada Kristus (halaman 126, 128).”

Steve Gregg juga menulis tentang orang-orang percaya di Yerusalem berhasil melarikan diri sebelum penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi, persis seperti Yesus peringatkan untuk mereka melakukan dalam Matius 24:15-21 dan Lukas 21:20-24:

“Sesaat sebelum pengepungan Yerusalem tahun 70 Masehi, orang-orang Kristen Yahudi di kota itu diperingatkan oleh nubuat peringatan untuk melarikan diri dari kota (mengingatkan pada peringatan Yesus sendiri dalam Lukas 21:20). Sejarawan Eusebius (sekira tahun 325 Masehi) menulis: “Seluruh anggota gereja di Yerusalem, yang telah diperintahkan oleh wahyu ilahi, yang diberikan kepada orang-orang beriman sebelum perang, semua pergi meninggalkan kota, dan tinggal di sebuah kota di seberang sungai Yordan, yang disebut Pella.”

Pandangan normatif di kalangan pemberita Injil preteris adalah bahwa bilangan 144.000 ini merupakan angka simbolis yang mewakili jumlah orang Kristen-Yahudi yang lolos dari kota terkutuk itu sebelum penghancuran. Keberadaan kelompok ini pada abad pertama dikonfirmasi pada ayat lain, yang menyebut mereka sebagai “korban-korban sulung (buah sulung=firstfruits) bagi Allah dan bagi Anak Domba” (Wahyu 14:4). Karena era gereja adalah masa penuaian panjang jiwa-jiwa (Matius 9:37; Yohanes 4:35-38), maka “buah sulung” harus dituai pada awal era tersebut (bandingkan dengan Yakobus 1:1, 18, yang berbicara tentang orang-orang percaya Yahudi sebagai “anak sulung”). Jika jumlah 144.000 orang ini merujuk kepada sekelompok orang yang hidup di akhir zaman (sebagaimana yang dipercaya oleh futuris), mereka lebih tepat disebut sebagai “buah terakhir.

Mengenai pelarian orang percaya ke Pella di seberang Sungai Yordan) sebelum tahun 70 Masehi, dapat dilihat lebih detil dalam:

https://kloposmasm.wordpress.com/2009/08/16/pp14-abomination-of-desolation/
dan
https://kloposmasm.wordpress.com/2009/08/22/pp18-the-historical-events-leading-up-to-70-ad-part-2/ (termasuk peta)]

Angka 144.000 disebutkan kembali dalam Wahyu 14:1-4. Informasi tambahan apa yang kita peroleh mengenai kelompok ini?

▪ Di dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya.
▪ Mereka telah ditebus dari bumi.
▪ Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
▪ Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
▪ Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.
▪ Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

T: Menurut para sarjana Alkitab, siapakah mereka ini?

J: Menurut para pendukung paham Pre-tribulation rapture (pengangkatan sebelum masa Aniaya Besar), 144.000 orang ini adalah orang percaya-Yahudi yang diangkat setelah Yesus datang ke bumi di awan-awan saat Ia mengangkat gereja dari bumi. Beberapa orang beranggapan 144.000 orang ini sebagai gereja. Menurut John M. Frame dan Vern S. Poythress, misalnya, penglihatan tentang 144.000 orang dan suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya sebagai perspektif pelengkap dalam Gereja. Pandangan ini menyatakan bahwa 144.000 orang dan kelompok dalam Wahyu 7:9-17 adalah kelompok yang sama.

Mengapa pandangan ini bermasalah bagi pemimpin studi ini (Dave)?
▪ Kelompok dalam Wahyu 7:9-17 adalah “suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya.” Kelompok dalam ayat 4-8 adalah kelompok yang terhitung banyaknya.
▪ Kelompok dalam ayat 4-8 adalah dua belas suku Israel; kelompok dalam ayat 9-17 adalah dari dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.

Kenneth Gentry, dalam bukunya, ‘Before Jerusalem Fell‘ (1998), mengatakan (halaman 232), 144.000 orang ini adalah orang Kristen yang berasal dari bangsa Yahudi.

▪ Yahudi, karena mereka berada di tanah/negeri itu.
▪ Yahudi, karena mereka berasal dari dua belas suku Israel.
▪ karena mereka berbeda dengan orang banyak pada ayat 9-17

Ayat 9-17: Yohanes kemudian melihat “suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya.” Apa yang kita ketahui tentang kelompok ini dari teks?

▪ Mereka suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya.
▪ Mereka berasal dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.
▪ Mereka memakai jubah putih.
▪ Mereka memegang daun-daun palem di tangan mereka.
▪ Mereka meninggikan Anak Domba dengan suara nyaring berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”
▪ Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar.
▪ Mereka telah disucikan oleh darah Anak Domba.
▪ Mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.
▪ Mereka berada dalam bentangan kemah-Nya (berlindung dalam hadirat-Nya).
▪ Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi.
▪ Mereka tidak akan ditimpa panas terik lagi.
▪ Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, adalah gembala mereka.
▪ Gembala itu akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (lihat Yohanes 4:14, 7:37-38; Yesaya 49:10).
▪ Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.

T: Apakah Aniaya (=kesusahan) Besar yang disebutkan dalam ayat 14?

J: Berikut adalah beberapa pandangan, tergantung penafsiran seseorang atas istilah “Aniaya Besar”:

▪ Pandangan futuris pre-tribulasi: Masa penderitaan selama tujuh tahun bagi orang-orang yang “ditinggalkan” (left behind) setelah pengangkatan Gereja di masa depan
▪ Pandangan futuris post-tribulasi: Penderitaan yang akan dialami oleh suatu angkatan/generasi “akhir zaman” akibat tercurahnya murka Allah selama 7 tahun
▪ Pandangan historisis: Penderitaan yang dialami gereja sejak mulanya (Yohanes 16:33)
▪ Pandangan preteris: [Sebuah periode tiga setengah tahun yang terjadi dalam sejarah, dimulai dengan deklarasi perang Nero melawan Israel pada bulan Februari 67 Masehi hingga penghancuran total Yerusalem pada bulan Agustus 70 Masehi (Matius 24:21; lihat Daniel 12:1, Yeremia 30:7). Inilah pandangan kami, yang rincian lebih detilnya dapat dilihat pada Bagian 3 serial mengenai Olivet Discourse, https://adammaarschalk.com/2011/05/09/the-olivet-discourse-this-generation-or-that-generation-part-3-of-4/]

Mungkin akan membantu jika kami memperjelas alasan mempercayai penghakiman yang dinubuatkan dalam pasal ini akan dijatuhkan atas tanah/negeri Israel. Seperti disebutkan di atas, salah satu alasan yang Kenneth Gentry berikan saat mengatakan 144.000 orang itu merupakan orang percaya Yahudi adalah bahwa mereka terbukti berada “di negeri ini,” pada ayat 3 (beberapa terjemahan mengatakan “bumi”). Dalam studi kita mengenai kitab Wahyu ini, kami akan menunjukkan bahwa banyak referensi untuk kata “bumi” dalam kitab Wahyu tidak dimaksudkan untuk dipahami sebagai lingkup seluruh dunia, tetapi lingkup tanah Israel/Palestina. Dalam sebuah studi 3-bagian (dimulai dengan artikel https://adammaarschalk.com/2010/02/19/the-earth-as-a-common-reference-to-israel-in-revelation-part-1/) saya telah menguraikan hampir 20 kasus mengenai kata “bumi” ini.]

Dave O. Minnesota: Revelation 7; September 9, 2009/Adam Maarschalk; August 2011.

https://adammaarschalk.com/2009/09/27/revelation-7-study/

Advertisements