BENARKAH ALLAH MEMISAHKAN GANDUM DAN LALANG?

image

Hari penghakiman sudah dekat. Akhir dunia akan segera datang. Kesusahan besar akan datang segera dengan kekuatan penuh. Malaikat-malaikat penuai akan menuai tuaian jiwa akhir zaman sebelum terlambat. Sekarang gandum dan lalang dapat dengan mudah dibedakan. ISIS, Islam radikal dan budaya berkhianat adalah tanda-tanda yang pasti bahwa kita mendekati akhir dunia. Benar?

Salah.

Artikel ini adalah yang pertama dalam rangkaian artikel pemburu-mitos, yang di dalamnya saya membongkar mitos-mitos yang selama ini kita percayai tentang ayat-ayat Kitab Suci.

Mari kita lihat Matius 13 untuk menjernihkan kesalahpahaman atas perikop gandum dan lalang ini. Harap perhatikan bahwa murid-murid bahkan tidak memahami apa yang sebenarnya Yesus bicarakan. Dan mereka menunjukkan mereka adalah murid-murid yang sejati dan membiarkan benih Firman jatuh di tanah yang baik dengan melakukan apa yang orang banyak itu tidak lakukan. Mereka bertanya …

36Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang dan masuk ke rumah. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”
37Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. 38Ladang ialah dunia, benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. 39Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 40Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 41Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan keluar dari Kerajaan-Nya segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan, 42dan semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 43Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” (Matius 13:36-43 New King James Version)

1. KONTEKS PERISTIWA INI BUKANLAH SORGA. TETAPI DUNIA. PERISTIWA YANG DIUMPAMAKAN DALAM PERUMPAMAAN INI ADALAH SESUATU YANG AKAN TERJADI DI BUMI

2. BENIH YANG BAIK (GANDUM) ADALAH ANAK-ANAK KERAJAAN. LALANG ADALAH ANAK-ANAK SI JAHAT (SI IBLIS)

3. PERHATIKAN BAHWA YOHANES PEMBAPTIS MENGGUNAKAN GAMBARAN YANG SAMA DALAM MATIUS 3:7-12 New King James Version:

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis olehnya, ia berkata kepada mereka: “Keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari MURKA YANG AKAN DATANG [mello]? 8Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9Dan janganlah berkata dalam hatimu: ‘Abraham adalah bapa kami.’ Karena aku berkata kepadamu bahwa Allah mampu menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 10Dan SEKARANG [mello] kapak sudah tersedia pada akar pohon. Jadi setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang setelah aku lebih berkuasa daripadaku, yang kasut-Nya saja aku tak layak melepaskannya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12Alat penampi sudah ada di tangan-Nya. Ia akan MEMBERSIHKAN tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi Ia akan MEMBAKAR jerami itu dalam api yang tidak terpadamkan.”

Kata Yunani ‘mello‘ adalah kata yang berhubungan dengan waktu yang berarti “sekarang, saat ini, segera” dalam hal sesuatu yang terjadi. Kata ini juga digunakan dalam Yohanes 18:32 New American Standard Bible, “Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia AKAN [mello] mati.” Tidak akan ada orang yang mengatakan bahwa “akan” dalam kalimat ini berarti setelah 2000 tahun, baru Yesus mati! Begitu juga saat Yohanes Pembaptis menyebut soal gandum dan pemisahan jerami/sekam dan metafora api, hal itu adalah sesuatu yang akan SEGERA terjadi pada masa mereka!

4. LAMBANG API ADALAH GAMBARAN YANG BERLAKU PADA MASA MEREKA, BUKAN MASA SEKARANG.
YOHANES PEMBAPTIS ADALAH ELIA YANG DISEBUTKAN DALAM MALEAKHI 4:

1″Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti PERAPIAN, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan TERBAKAR oleh hari yang datang itu,” firman Tuhan semesta alam, “Sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.” …
4″Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
5Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu.

Yohanes Pembaptis menggenapi ayat ini dan ayat ini adalah konteks apa yang ia katakan. Api ini bukan mengacu pada “neraka,” tetapi api harfiah saat kota Yerusalem terbakar habis dalam perang dengan Romawi tahun 70 Masehi. Dengan mencampur-adukkan bagian ini dengan gagasan api neraka, kita kemudian berasumsi bahwa api ini adalah tentang akhir dunia.

Berikut adalah keterangan saksi mata yang sebenarnya, sejarawan Josephus. Perhatikan ratapan mengerikan orang-orang yang menolak mendengarkan kata-kata Yesus untuk melarikan diri dari kota ketika melihat tentara Romawi mendekat (Matius 24). Josephus mencatat,

Saat Bait Allah sedang dilalap api, para penyerang menjarahnya dan orang-orang yang tertangkap dalam jumlah tak terhitung dibantai tanpa ampun. Tidak ada belas kasihan: anak-anak dan orang tua, orang awam dan imam, semua dibantai; setiap orang dikejar dan tewas dalam cengkeraman perang, baik yang berteriak minta ampun ataupun yang melawan.

Di antara kobaran api yang merembet luas, erangan para korban terdengar; seluruh bukit yang tinggi maupun pilar-pilar bangunan terbakar sehingga seolah tampak seluruh kota terbakar; dan suara erangan itu – lebih memekakkan telinga dan menakutkan daripada yang bisa dibayangkan.

Perang yang dilancarkan legiun Romawi maju menyapu massa yang ditemuinya, teriakan para pemberontak ditingkahi oleh api dan suara pedang, orang-orang yang terluka dengan panik justru melarikan diri ke barisan musuh, dan mereka menjerit ketika ajal menjelang. Tangisan di bukit bercampur dengan jeritan orang-orang di kota bagian bawah; dan orang-orang yang kelelahan dan kelu akibat kelaparan -saat melihat bait terbakar- entah dari mana menemukan kekuatan untuk menangis dan meratap sekali lagi.

Bait Allah di atas bukit, sepenuhnya diselimuti api, tampak menyala bahkan berikut pondasinya; namun ceceran darah tampak lebih jelas ketimbang api yang menyala dan orang yang mati dibantai lebih banyak daripada jumlah pembantainya. Para prajurit harus memanjat tumpukan mayat dalam upaya mengejar para buronan” [Catatan Josephus yang muncul dalam: Cornfield, Gaalya ed., Josephus, The Jewish War (1982); Duruy, Victor, History of Rome volume V (1883)]

Catatan lain Josephus:

Di antara peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi pada saat itu, sebuah peristiwa rasanya perlu mendapatkan perhatian khusus: Seorang nabi palsu, berbohong seolah ia menerima penugasan ilahi, mengatakan bahwa jika orang-orang ingin lari ke Bait Allah, mereka harus memperhatikan tanda pembebasan mereka. Karena itu, sekira enam ribu orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, berkumpul di sebuah balkon yang masih berdiri di luar bangunan. Ketika mereka menanti-nantikan mujizat yang dijanjikan dengan harap-harap cemas; prajurit Romawi, dengan sangat biadab dan tanpa alasan jelas sengaja membakar balkon. Orang banyak yang panik karena situasi mengerikan tersebut, berlompatan ke reruntuhan yang ada bawahnya dan mati seketika. Sisanya, tanpa kecuali, mati dilalap api. [Welton, Jonathan (2013-11-01). Raptureless: An Optimistic Guide to the End of the World – Revised Edition including The Art of Revelation (Kindle Location 1380-1385). BookBaby. Kindle Edition]

5. PERUMPAMAAN INI ADALAH TENTANG AKHIR ZAMAN, BUKAN AKHIR DUNIA

Yesus tidak hanya mengatakan peristiwa ini adalah tentang akhir ZAMAN tersebut, bukan akhir dari DUNIA (saya harap Anda memahaminya), Dia juga mengatakan peristiwa itu akan terjadi pada zaman-Nya sehingga Ia menyebutnya “zaman ini.” Dalam Galatia 4:4, Paulus mengatakan, “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.” Zaman Yesus lahir adalah zaman hukum Taurat, yang sepenuhnya musnah pada tahun 70 Masehi disertai dengan kehancuran imamat, bait dan sistem persembahan korban (Ibrani 8:13).

Apakah Anda memahami kepada siapa ucapan ini ditujukan: “semua orang yang melakukan kejahatan (those who practice lawlessness)”? Ini adalah bahasa perjanjian (covenantal language). Sebagai SANG nabi Yesus sedang berbicara kepada orang-orang yang di bawah hukum Taurat. Ucapan ini tidak bisa diterapkan kepada kita hari ini karena hukum Taurat bahkan sudah tidak ada sejak tahun 70 Masehi. Bait Allah, sistem persembahan korban, imamat, silsilah … keseluruhan sistem hukum Taurat berakhir. Tidak ada orang yang dapat disebut “melakukan kejahatan (lawless)” hari ini karena perjanjian Taurat sudah tidak ada.

Selanjutnya, kata-kata Yesus “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka” adalah kutipan langsung dari Daniel 12:3; yang pada pasal yang sama seorang malaikat bersumpah (ayat 7): “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka SEGALA hal ini akan digenapi!” Hal ini digenapi persis seperti yang Daniel dan Yesus nubuatkan pada peristiwa penghancuran Bait Allah pasukan Romawi tahun 70 Masehi setelah pengepungan yang berlangsung tiga setengah tahun (satu masa dan dua masa dan setengah masa). Sesuai dengan sumpah malaikat itu, SEGALA hal yang disebutkan dalam Kitab Daniel digenapi dalam peristiwa tahun 70 Masehi itu.

6. MATIUS 13 TIDAK MUNGKIN MENGGAMBARKAN AKHIR DUNIA KARENA BAIK YESAYA MAUPUN YESUS MENYEBUTKAN “KERAJAAN YANG SEMAKIN BESAR.” BAGAIMANA MUNGKIN TERJADI GELAP DAN TERANG SAMA-SAMA SEMAKIN BESAR?

Teori yang beredar adalah Matius 13 merupakan gambaran akhir dunia. Oleh karena itu kita sedang menyaksikan terjadinya pemisahan sebelum akhir itu tiba. Orang jahat akan semakin jahat, tapi orang benar akan semakin benar. Dengan kata lain, keduanya tumbuh bersama-sama berdampingan sampai Tuhan datang dan menghancurkan setan dan kerajaan kejahatan dengan kesusahan besar dan kekacauan massal.

Namun ada masalah besar dengan teori teologi ini. Karena teori ini menciptakan inkonsistensi dengan ayat-ayat lain dalam Alkitab.

Kerajaan Allah belum sepenuhnya ditegakkan sampai tahun 70 Masehi, yakni ketika Yesus datang secara roh membawa penghancuran seluruh sistem perjanjian lama Yahudi (lihat Matius 16:27-28). Dalam kuasa dan kemuliaan, Kerajaan itu datang sebagai sebuah kerajaan yang semakin besar dan semakin besar, yang tidak akan berakhir, yang tidak akan berkesudahan. Kerajaan itu datang seperti ragi yang terus mengkhamiri hingga seluruh tepung menjadi khamir. Itu deskripsi Yesus sendiri dalam pasal yang sama (Matius 13:33).

Saya jelaskan dengan cara lain. Yesaya mengatakan,

Kebesaran pemerintahan-Nya dan damai sejahtera-Nya tidak akan berkesudahan,
Di atas takhta Daud dan di dalam kerajaan-Nya,
Untuk memerintah atasnya dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran
Dari sekarang sampai selama-lamanya.
Hasrat Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini” (Yesaya 9:7(6) New King James Version).

Dengan kata lain, bagaimana mungkin Kerajaan Allah terus membesar dan meluas di bumi sementara pada saat yang sama kegelapan juga meluas? Jika sebuah ruangan penuh dengan kegelapan, lalu ada cahaya masuk ke dalamnya, maka kegelapan akan berkurang. Semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kegelapan itu berkurang. Tidak ada yang namanya berdiri sama kuat antara Kerajaan Allah dan kerajaan kegelapan. Kegelapan telah benar-benar dibuat tidak berdaya oleh kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus. Jadi menurut Yesaya, KERAJAAN DAN DAMAI SEJAHTERA YESUS hanya akan membesar dan meluas sepanjang sejarah.

7. BAGAIMANA DENGAN PARA MALAIKAT?

Kata malaikat dalam bahasa Yunani berarti “utusan.”

Jadi kata malaikat bisa saja:
(1) mengacu kepada utusan-utusan Injil yang diutus dalam angkatan itu untuk memberitakan Injil, yang berdampak pada terpisahnya gandum (orang Yahudi yang percaya, believing Jews) dari lalang (orang Yahudi durhaka yang tidak mau percaya, non-believing apostate Jews).

(2) mengacu kepada makhluk sorgawi. Ingat, malaikatlah yang menjadi perantara turunnya hukum Taurat, Galatia 3:19. Ingat pula malaikatlah yang menampar Herodes hingga mati dalam Kisah Para Rasul 12:23. Jadi ketika dalam Matius 16:27-28 disiratkan tentang penghancuran Yerusalem, itu juga terkait dengan keterlibatan malaikat:

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

KESIMPULAN:

Karena tidak memahami bacaan di Matius 13 ini secara benar, banyak orang Kristen yang tulus jatuh ke dalam fatalisme terburuk. Namun ketika kejelasan tampak, harapan terbangun.

Jadi apa sebenarnya maksud perumpamaan ini? Perumpamaan gandum dan lalang adalah Yesus memberi ‘bocoran’ informasi kepada murid-murid-Nya bahwa peristiwa yang telah lama dinubuatkan dalam Kitab Suci perjanjian lama (old covenant scripture) AKAN SEGERA TERJADI pada masa mereka!

Yakni tentang pemisahan besar yang akan segera tiba. Ada “yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis” (Wahyu 2:9, 3:9). Ada pula orang-orang Yahudi sejati yang percaya kepada Yesus dan perjanjian yang baru. Peristiwa tahun 70 Masehi memisahkan gandum dari lalang dan bencana yang mengerikan itu datang kepada orang-orang yang menolak percaya.

Kabar baiknya adalah semua itu telah terjadi di masa lalu kita, BUKAN akan terjadi di masa depan kita. Kita hidup dalam perjanjian kebenaran yang kekal dan Kerajaan yang terus membesar dan meluas!

Chuck Crisco: Spiritual Myth-Busters: Is God Separating the Wheat and the Tares?; February 5, 2015.

http://www.anewdaydawning.com/blog-1/2015/2/3/spiritual-myth-busters-god-is-separating-the-wheat-and-the-tares

Advertisements