PERKENANAN TERLAHIR DARI SEBUAH HUBUNGAN

image

Perkenanan Allah mungkin merupakan salah satu topik yang sering disalahpahami di kalangan orang Kristen saat ini. Itulah sebabnya dalam beberapa minggu selanjutnya saya akan membahasnya dalam blog ini. Sekarang, mari kita lihat beberapa kebenaran dasar tentang perkenanan yang dapat membantu kita mengatasi kesalahpahaman umum yang terjadi.

Perkenanan (favor) adalah preferensi atau perasaan lebih suka terhadap seseorang, satu terhadap yang lain. Sebuah bias yang disengaja. Kelebihan yang diberikan demi manfaat seseorang. Inilah bukti bahwa kita dipandang dengan cara tertentu oleh seseorang yang menghargai dan menerima kita. Diberi perkenanan sama artinya dengan menjadi istimewa dan sangat diperhatikan. Kita mendapatkan perkenanan karena kita sangat dicintai – menjadi favorit.

Sungguh sebuah daftar syarat yang berat! Tak heran banyak orang percaya tidak yakin mereka cukup layak menerima perkenanan.

KUNCI PERTAMA MENUJU PERKENANAN ADALAH BAGAIMANA ALLAH MEMANDANG KITA DI DALAM KRISTUS.

Kita mendapatkan perkenanan BUKAN karena siapa kita, tetapi karena SIAPA YESUS … di DALAM KITA! Perkenanan yang didapat-Nya sekarang adalah juga milik kita, karena Dia ada DI DALAM KITA.

Semuanya diawali dengan -saat kita bertumbuh dan mempelajari identitas sejati kita di dalam Yesus- kita menjadi ahli waris bersama Kristus [joint-heir with Christ] (Roma 8:17). Kendati kita berulang kali membuat kesalahan dan terus bertumbuh dalam integritas kita, kita berbagi perkenanan dengan Kristus, di dalam Kristus, melalui Kristus (1 Korintus 8:6). Perkenanan adalah hal yang konstan, merupakan bagian yang tidak adan berubah dalam hubungan kita dengan Allah di dalam Kristus oleh Roh Kudus.

Kehadiran Yesus di dalam kita menjamin dan mengamankan semua perkenanan atas kita di hadapan Allah.

KUNCI KEDUA KEPADA PERKENANAN ADALAH KITA DIBERI PERKENANAN BUKAN KARENA KINERJA/KEBAIKAN KITA, TETAPI KARENA KEBERADAAN KITA DI DALAM KRISTUS.

Kita menerima perkenanan karena hubungan Bapa dengan Kristus yang ada di dalam kita, kemudian karena hubungan-Nya dengan kita dalam Kristus. Porsi ganda berkat utama!

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).

Sejalan dengan pertumbuhan kita sebagai ciptaan baru, kita mengambil bagian dalam segenap perkenanan yang Yesus sudah miliki secara penuh. Kita berkembang dari ahli waris (joint-heir) kanak-kanak menjadi pewaris (heir) Allah yang telah sepenuhnya dewasa. Artinya ketika kita masih berada dalam tahap menjadi anak kesayangan saat kita belajar sesuatu yang baru, perkenanan atas kita sebagai ahli waris (joint-heir) sama kuat dan kayanya.

Bapa mengasihi kita seperti Ia mengasihi Yesus dan menginginkan sebuah hubungan yang sama dengan kita seperti yang Ia miliki bersama Yesus. Posisi sebagai anak yang dikasihi [loving sonship] berakar pada perkenanan (Yohanes 17:6-10). Sorga memiliki hak kepemilikan atas kita! “Mereka itu milik-Mu [kita adalah milik Bapa] dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku [kita adalah milik Yesus].”

Semua orang yang diberikan Bapa kepada Yesus adalah juga milik Bapa. Segala sesuatu yang menjadi milik Yesus adalah juga milik Bapa! (Yohanes 17:9-10).

Segala sesuatu yang telah Bapa berikan kepada Yesus sekarang secara otomatis juga menjadi bagian hubungan kita. Sebagaimana kita ditempatkan dalam Kristus sebagai karya Roh Kudus (Yohanes 16:13-15), demikian pula kita bertumbuh dalam perkenanan dan dan kebenaran.

PERKENANAN ADALAH SEBUAH HUBUNGAN! PERKENANAN ADALAH BAGIAN VITAL GAYA HIDUP KITA BERJALAN BERSAMA ALLAH DALAM KRISTUS.

Sumber segala perkenanan berakar dalam Yohanes 14:20:
Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”

Perkenanan bukanlah upah, tetapi hubungan antara Bapa dan Anak … dan sekarang kita termasuk di dalamnya.

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah Aku telah mengasihi kamu; tinggallah [belajarlah untuk tetap dan berdiam] di dalam kasih-Ku itu” (Yohanes 15:9).

Sebagaimana kasih Bapa kepada Yesus, demikianlah kasih-Nya kepada kita. Ia menempatkan Kristus di dalam kita dan kita di dalam Kristus sehingga Ia dapat menikmati hubungan dengan kita sebagaimana Ia menikmati hubungan-Nya dengan Yesus!

Kita “terbungkus” dalam “bungkusan ganda” hadirat. Perkenanan adalah pelindung kita dari segala keraguan, ketakutan, ketidakpercayaan, rasa minder dan ketidaklayakan.

Intisari perkenanan adalah juga sifat penting Injil. Yaitu, segala sesuatu yang bisa membuat kita tidak layak menerima perkenanan -mendiskualifikasi kita- sudah mati, telah ditiadakan di dalam Kristus (Kolose 3:3). Kita telah mati bagi dosa dan kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (lihat Roma 6:11).

PERKENANAN ATAS KITA TIDAK BERUBAH KARENA ITU ADALAH MILIK KRISTUS YANG ADA DI DALAM KITA DAN MENJADI HAK KITA DALAM HUBUNGAN KITA DENGAN BAPA KARENA KITA ADA DI DALAM KRISTUS.

Perkenanan terikat dengan posisi kita sebagai ciptaan baru (Kristus di dalam kita), bukan dengan yang lama. Artinya, karena manusia lama kita sudah mati dalam Kristus, Bapa bisa berhubungan dengan manusia baru yang dibangkitkan dalam Kristus (Roma 6:4-8).

Sorga terpikat kepada Yesus yang ada di dalam kita. Yang membuat Injil menjadi kabar sukacita besar adalah kita terhitung di dalam hidup kebangkitan-Nya. Dialah warisan kita.

Bapa menempatkan kita dalam tempat paling istimewa … “Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kolose 1:27)

PERKENANAN ADALAH TEMPAT BERLINDUNG KITA DALAM DIRI ALLAH. PERKENANAN MEMBERIKAN KEPADA KITA PENGHIBURAN YANG KUAT DAN TEGUH.

Perkenanan yang kita miliki melekat pada hubungan Allah dengan Yesus. Ia menganugerahkan kepada kita janji dan gaya hidup yang sama di dalam Kristus (2 Petrus 1:2-4).

Setiap janji dirancang agar kita mengalami Dia bertindak dalam hubungan-Nya dengan kita. Janji-janji itu mengangkat kita hingga kita menyadari isi hati Allah terhadap kita. Perkenanan yang kita miliki dalam Kristus membuat janji-janji itu meningkat dari potensi menjadi realisasi/kenyataan.

Perkenanan memampukan kita untuk menghidupi sorga di bumi dalam apapun keadaan dan kondisi kita. Kita tahu, lewat perkenanan, apa artinya dimampukan, apa artinya didudukkan bersama Kristus di sorga (Efesus 2:6). Perkenanan dalam Firman Allah membawa kita ke tempat yang lebih tinggi tempat daripada keadaan kita.

Saat kita mempraktikkan hubungan kita di dalam Yesus, Sang Firman Hidup, perkenanan yang kita alami semakin besar dan semakin meningkat karena Dia yang ada di dalam kita.

Kita tidak mungkin menyadari kehadiran Yesus di dalam kita tanpa juga menyadari dan merespon perkenanan yang melekat bersama-Nya di dalam kita.

Graham Cooke: Favor is Birthed in Relationship; July 21, 2016.

http://brilliantperspectives.com/favor-is-a-relationship/

Advertisements