RAPTURELESS BAB 4. UNSUR-UNSUR DUNIA AKAN HANGUS OLEH NYALA API (Bagian 1)

image

Selama hampir dua dekade, saya percaya suatu hari di masa depan nanti seluruh dunia akan hancur oleh api saat Yesus kembali. Karena Allah telah berjanji kepada Nuh “sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” (Kejadian 9:11). Saya menduga Ia akan memusnahkan bumi dengan api supaya tetap memegang janji-Nya. Inilah pemahaman saya atas 2 Petrus 3:5-7 New International Version:

Mereka dengan sengaja melupakan bahwa pada zaman dahulu oleh firman Allah langit telah ada dan bumi dibentuk dari air dan oleh air. Oleh air itu bumi pada zaman dahulu telah binasa dimusnahkan oleh air bah. Dengan firman yang sama langit dan bumi [ge] yang sekarang terpelihara untuk api, disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.”

Seperti banyak orang lain, saya tidak pernah memperhatikan lebih dekat konteks bacaan ini dan tiba pada kesimpulan: Petrus sedang menggambarkan cara licik Allah untuk tetap memegang janji-Nya kepada Nuh dengan memusnahkan bumi tanpa menggunakan air. Sekarang setelah saya mempelajari bacaan ini, geli rasanya saat mengenang apa yang dulu saya pikirkan. Hal ini membuat saya bertanya-tanya sekeliru apa saya di area lain yang belum saya pelajari.

MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN

Untuk memahami bacaan ini dengan benar, kita harus melihat konteks 2 Petrus 3, dimulai dari:

Saudara-saudara yang kekasih, inilah suratku yang kedua yang kutulis kepadamu. Aku telah menulis keduanya sebagai pengingat untuk mendorong kamu kepada pengertian yang murni. Aku ingin kamu mengingat perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat perintah Tuhan dan Juruselamat kita yang telah disampaikan kepadamu oleh rasul-rasulmu” (2 Petrus 3:1‭-‬2 New International Version).

Pada ayat ini Petrus menjelaskan maksud penulisan suratnya yakni untuk mengingatkan pembacanya mengenai perkataan-perkataan khusus dan perintah dari Perjanjian Lama, dan dari Yesus dan rasul-rasul. Dalam ayat selanjutnya, Petrus memperjelas perintah yang dia maksudkan:

Yang terpenting, kamu harus mengerti bahwa pada hari-hari terakhir pengejek-pengejek akan tampil, mengejek dan hidup menuruti hawa nafsunya. Mereka akan berkata: “Di manakah janji tentang ‘kedatangan-Nya’ itu? Sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula pada waktu dunia diciptakan” (2 Petrus 3:3‭-‬4 New International Version).

Dengan kata lain, Petrus sedang merujuk kepada janji Yesus bahwa Ia akan datang -seperti yang telah kita bahas sebelumnya- pada saat Yerusalem dihancurkan. Petrus menulis antara tahun 30 hingga 70 Masehi, pada masa orang Yahudi melakukan penganiayaan hebat atas orang Kristen. Orang Kristen berpegang pada janji Yesus dalam Matius 24 bahwa penghakiman akan datang atas Yerusalem dan sistem keagamaan Yahudi. Pada ayat di atas, kita melihat orang Kristen diejek karena mempercayai Yesus akan datang untuk membawa penghakiman atas Bait Allah. Petrus melanjutkan:

Mereka dengan sengaja melupakan bahwa pada zaman dahulu oleh firman Allah langit telah ada dan bumi dibentuk dari air dan oleh air. Oleh air itu bumi pada zaman dahulu telah binasa dimusnahkan oleh air bah. Dengan firman yang sama langit dan bumi [ge] yang sekarang terpelihara untuk api, disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik” (2 Petrus 3:5-7).

Petrus menanggapi pernyataan pengejek-pengejek dengan memperlihatkan bagaimana Allah menghakimi sebelumnya dan memastikan Ia akan menghakimi lagi. Kemudian Petrus membuat suatu pernyataan yang telah menyebabkan banyak kebingungan:

Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Petrus 3:8)

Jika ada satu ayat yang paling sering disalahgunakan ketimbang ayat lain, 2 Petrus 3:8 inilah ayatnya. Demikian banyak orang menggunakan ayat ini untuk membuat matematika nubuat yang cocok dengan teori liar akhir zaman mereka. Padahal Petrus sedang mengutip Mazmur 90:4 yang dalam New International Version berbunyi: “Sebab seribu tahun di mata-Mu sama seperti hari kemarin yang telah berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.” Dia tidak sedang membuat suatu rumus untuk memprediksi akhir dunia. Petrus tidak sedang mengatakan bagi Allah waktu adalah sesuatu yang samar atau relatif. Petrus sedang mengutip sebuah mazmur yang berbicara tentang bagaimana waktu adalah sesuatu yang tidak terlalu penting bagi Allah yang tidak terbatas dan kekal. Waktu adalah hal nyata bagi Allah, tetapi tidak sama dengan bagaimana itu nyata bagi kita. Petrus melanjutkan lagi:

Tuhan tidak lamban menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambanan. Namun Ia sabar terhadap kamu, karena Ia tidak menginginkan seorang pun binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Petrus 3:9 New International Version).

Dalam Matius 24:34, Yesus katakan firman-Nya akan terjadi dalam satu angkatan. Rumus sederhana kerangka waktu nubuat-Nya adalah: tahun 30 Masehi + satu angkatan (40 tahun) = tahun 70 Masehi. Yesus bisa saja kembali tahun 50 Masehi, pada pertengahan angkatan yang dinubuatkan tersebut, namun Ia memilih menunggu hingga detik terakhir agar lebih banyak orang yang bertobat. Itulah alasan Petrus menyebut tentang kesabaran Allah, yang tampak seperti kelambanan bagi orang Kristen yang sedang mengalami aniaya. Namun Petrus meyakinkan orang percaya bahwa hari Tuhan akan tiba:

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat; dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, …” (2 Petrus 3:10).

Frasa “unsur-unsur dunia akan hangus” adalah sesuatu yang sangat penting dalam memahami keseluruhan pasal surat Petrus ini. Karena frasa ini akan muncul kembali dalam bacaan, saya akan membahasnya sesaat lagi.

dan bumi … (2 Petrus 3:10).

Kata “bumi” dalam bahasa Yunani yang digunakan dalam ayat ini adalah ge bukan kosmos. Ge berarti “tanah” (negeri, wilayah) sedang kosmos adalah kata yang berarti “seluruh dunia.” Yang Petrus maksudkan bukanlah penghancuran seluruh planet (kosmos) tetapi penghancuran tanah Israel (ge).

dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Petrus 3:10).

Karena kata ge yang digunakan, ayat ini sebenarnya mengatakan, “segala sesuatu yang ada [di atas tanah itu] akan ditiadakan.” Inilah persisnya yang terjadi pada penghancuran tahun 70 Masehi. Persembahan korban berhenti, imamat terbunuh, Bait Allah hancur, dan seluruh bangunan rata dengan tanah. Yerusalem hancur sama sekali. Karenanya Petrus menambahkan:

Jika segala sesuatu ini akan hancur dengan cara demikian, orang yang bagaimanakah kamu seharusnya? Kamu harus hidup suci dan saleh sambil menantikan hari Tuhan dan mempercepat kedatangannya …” (2 Petrus 3:11‭-‬12 New International Version)

Pertanyaan yang Petrus ajukan kepada pembacanya adalah: “Pikirkanlah murka yang besar ini akan segera datang atas sistem agamawi, bagaimana mungkin ada yang selamat?” Petrus menyemangati pembacanya untuk hidup saleh sambil mereka menantikan dan mempercepat kedatangan hari Tuhan. Sepanjang Perjanjian Baru, kita membaca orang percaya abad pertama sangat menanti-nantikan kedatangan Tuhan (1 Korintus 1:6-8; Filipi 3:20; 1 Tesalonika 1:9-10) dan salah satu aspek dalam menanti-nantikan kedatangan Yesus adalah mempercepatnya. Yesus telah memberi petunjuk kepada murid-murid-Nya bagaimana mereka mempercepat kedatangan-Nya. Dia katakan kepada mereka jika mereka “membuat petisi” menuntut keadilan kepada Allah, Allah pasti mendengar doa-doa mereka dan membalaskan mereka lewat kedatangan Anak Manusia.

Tidakkah Allah akan menegakkan keadilan bagi orang-orang pilihan-Nya, yang berseru kepada-Nya siang malam? Akankah Ia menunda-nunda sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan memastikan keadilan ditegakkan bagi mereka, dan segera. Tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:7‭-‬8 New International Version).

Gereja abad pertama yang berada di bawah penganiayaan berseru kepada-Nya siang dan malam. Itulah bagian dari proses percepatan.

Diterjemahkan dari buku Jonathan Welton ‘Raptureless’ 1st Edition, 2012.

Versi aslinya dapat dilihat dan diunduh secara gratis pada tautan berikut: https://weltonacademy.com/collections/books/products/raptureless-first-edition-free-download

Advertisements