RAPTURELESS BAB 5. TRANSISI KERAJAAN (Bagian 1)

image

Sebagai seorang suami, pemikiran bahwa istri saya melakukan perzinahan adalah salah satu pengalaman yang paling menyakitkan untuk dibayangkan. Tetapi bagaimana jika dia melakukan perzinahan belasan kali? Bagaimana jika beberapa puluh kali? Ini akan menjadi pengalaman yang benar-benar menghancurkan dan menyayat hati. Namun inilah persisnya yang Allah alami. Dalam Yeremia 31: 31-33, kita melihat Allah mengalami ‘patah hati’:

The days are coming,” declares the LORD, “when I will make a new covenant with the people of Israel and with the people of Judah. It will not be like the covenant I made with their ancestors when I took them by the hand to lead them out of Egypt, because they broke my covenant, though I was a husband to them,” declares the LORD (Jeremiah 31:31-32 New International Version).

Akan tiba waktunya,” firman TUHAN, “ketika Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan orang-orang Israel dan dengan orang-orang Yehuda. Ini bukan seperti perjanjian yang Kubuat dengan leluhur mereka ketika Aku memegang tangan mereka untuk memimpin mereka keluar dari Mesir karena mereka telah mengingkari perjanjian-Ku, meskipun aku adalah suami bagi mereka,” firman TUHAN (Yeremia 31:31-32).

Sepanjang sejarah mereka, bangsa Israel gagal untuk memelihara perjanjian dengan Allah, dan mereka melacurkan diri kepada berhala-berhala dan dewa-dewa palsu. Allah melihat mereka benar-benar tidak mampu memenuhi bagian mereka dalam perjanjian, sehingga Dia memutuskan untuk membuat perjanjian yang baru. Karena orang Israel tidak mampu memelihara bagian mereka dalam perjanjian, perjanjian baru ini akan dibuat antara Allah Bapa dan Yesus. Transisi inilah yang dinubuatkan sepanjang Perjanjian Lama.

NUBUAT DANIEL

Nabi Daniel bernubuat lima hal spesifik tentang Mesias: waktu kedatangan Mesias, kematian-Nya, akhir perjanjian lama, penegakan perjanjian yang baru, dan penghancuran yang akan datang atas Yerusalem (lihat Daniel 9). Salah satu ayat yang paling signifikan dari pasal ini mengatakan:

Seventy “sevens” are decreed for your people and your holy city to: finish transgression, to put an end to sin, to atone for wickedness, to bring in everlasting righteousness, to seal up vision and prophecy and to anoint the Most Holy Place” (Daniel 9:24 New International Version).

‘Tujuh puluh kali tujuh masa ditetapkan atas bangsamu dan kotamu yang kudus untuk: melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, untuk menebus kejahatan, membawa kebenaran yang kekal, untuk memeteraikan penglihatan dan nubuat, dan untuk mengurapi Tempat yang Maha Kudus” (Daniel 9:24).

Enam hal yang dinubuatkan dalam bagian ini digenapi seluruhnya pada kedatangan Yesus yang pertama.

Untuk melenyapkan kefasikan: Dengan menyalibkan Kristus, orang-orang Yahudi mengisi penuh takaran pelanggaran mereka; maka semua sudah selesai dan penghakiman ditimpakan atas angkatan itu.

Untuk mengakhiri dosa: Kristus mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa untuk selama-lamanya (lihat Ibrani 10:12) dan menyucikan dosa-dosa kita (lihat Ibrani 1:3).

Untuk membuat perdamaian bagi kejahatan: Sebelum korban penebusan Kristus, kita adalah musuh Allah; sekarang kita sudah diperdamaikan dengan Allah (lihat Roma 5:8-11).

Untuk membawa kebenaran yang kekal: Perjanjian baru yang kekal memberikan kebenaran yang terpisah dari Hukum Taurat perjanjian lama, dimana tidak ada daging yang dibenarkan [dibuat benar] (lihat Roma 3:19-26).

Untuk memeteraikan penglihatan dan nubuat: Bukan untuk menggenapi, tetapi untuk memeteraikan. Ini adalah bagian dari hukuman atas bangsa Israel, ketika penglihatan dan nabi -mata dan telinga– ditutup sehingga “jangan mereka melihat dengan matanya ataupun mendengar dengan telinganya” (Yesaya 6:10; Kisah Para Rasul 28:17-28; Mikha 3:1-7).

Untuk mengurapi Tempat yang Maha Kudus: Yakni pencurahan Roh Kudus atas Gereja pada hari Pentakosta, mengurapi bait Allah yang hidup (lihat 2 Korintus 6:16), tempat yang Maha Kudus.

Sederhananya, Allah berbicara kepada Israel melalui Daniel, memberi mereka 490 tahun kasih karunia untuk meluruskan dan mengubah jalan-jalan mereka. Para sarjana Alkitab umumnya setuju numerologi nubuat “tujuh puluh kali tujuh” dalam ayat ini sama dengan 490 tahun (Kejadian 29:27; Imamat 25: 8; Bilangan 14:34; Yehezkiel 4:4-6).

Diagram 1: 490 tahun pada garis waktu

I———————————————–I
Daniel bermimpi mengenai masa 490 tahun

Pada ayat berikutnya, Allah juga menyatakan bahwa Dia tidak akan memulai masa 490 tahun itu seketika; masa 490 tahun baru akan dimulai ketika raja mengeluarkan perintah untuk membangun kembali Yerusalem. Dia juga mengumumkan pada ayat ini kapan tepatnya Anak-Nya, sang Mesias, akan datang kepada Israel.

Know and understand this: From the time the word goes out to restore and rebuild Jerusalem until the Anointed One the ruler, comes, there will be seven “sevens,” and sixty-two “sevens” [483 years]. It will be rebuilt with streets and a trench, but in times of trouble” (Daniel 9:25 New International Version).

Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman [dekrit] itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang Penguasa Yang Diurapi, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya. Kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan” (Daniel 9:25).

Dekrit untuk memulihkan Yerusalem dikeluarkan pada tahun 457 Sebelum Masehi di bawah pemerintahan Artahsasta, raja Persia (lihat Ezra 7:12-26).

Diagram 2: 457 Sebelum Masehi ditambahkan ke garis waktu

I——————————————–→
457 SM
Dekrit untuk memulihkan Yerusalem

Dari saat Artahsasta mengeluarkan dekrit ini pada tahun 457 Sebelum Masehi hingga tahun 27 Masehi adalah 483 tahun. Tahun 27 Masehi, Yesus muncul dalam garis sejarah, persis seperti yang ditunjukkan nubuat ini. Bahkan, komentator terkenal Matthew Henry, tentang nubuat ini menulis: “Kita memiliki [dalam Daniel 9:24-27] nubuat paling terkenal mengenai Kristus dan Injil kasih karunia di sepanjang Perjanjian Lama.”

Diagram 3: 457 Sebelum Masehi – 27 Masehi sama dengan 483 tahun

I —————————————————– I
457 SM (483 tahun)                   27 Masehi

Nubuat berlanjut, bahkan memberitahu kematian Mesias,
After the sixty-two ‘sevens,’ [including the previous seven sevens, thus 69 weeks or 483 years] the Anointed One [Jesus] will be put to death and will have nothing…” (Daniel 9:26 New International Version).

Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu [termasuk sebelumnya yaitu tujuh kali tujuh masa, total 69 minggu atau 483 tahun] akan disingkirkan Seorang Yang Diurapi  [Yesus], dan tidak memiliki apa-apa… ” (Daniel 9:26)

Setelah selesai berbicara tentang 490 tahun kasih karunia yang diberikan bagi Israel, memberitahu tanggal pasti kedatangan Mesias, dan menubuatkan kematian-Nya, barulah kemudian nubuat Daniel menyatakan kehancuran yang datang bagi Yerusalem.

…The people [the Roman armies] of the ruler [Titus] who will come will destroy the city and the sanctuary. The end will come like a flood: War will continue until the end [of Jerusalem], and desolations have been decreed
(Daniel 9:26 New International Version).

Maka datanglah rakyat [pasukan Romawi] seorang penguasa [Titus] memusnahkan kota dan tempat kudus itu, kesudahannya akan datang seperti air bah: peperangan akan terus berlanjut sampai kesudahan [dari Yerusalem] dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan” (Daniel 9:26).

Setelahnya, Allah berhenti sejenak untuk memberi kejelasan mengenai tujuh tahun terakhir dari 490 tahun rahmat. Dia menyatakan bahwa separuh dari tujuh tahun terakhir, Mesias akan menegaskan sebuah perjanjian yang baru (lihat Matius 26:28) dan mengakhiri perjanjian yang lama beserta sistem korbannya.

He [Jesus] will confirm a covenant with many for one “seven.” In the middle of the “seven” he will put an end to sacrifice and offering…” (Daniel 9:27 New International Version).

Dia [Yesus] akan menegaskan sebuah perjanjian dengan banyak orang pada satu dari “tujuh” masa. Di tengah “tujuh” masa itu dia akan mengakhiri korban dan persembahan ...” (Daniel 9:27).

Nubuat ini memberitahu kapan tepatnya Mesias akan muncul (tahun 27 Masehi), bahwa Mesias akan mati, dan Dia akan mengakhiri sistem korban di pertengahan tujuh tahun terakhir dari 490 tahun. Yesus menggenapi hal tersebut dengan kematian-Nya di kayu salib tepat tiga setengah tahun setelah tahun 27 Masehi.

Diagram 4: Tujuh yang terakhir ditambahkan dan Kematian Yesus

      (483 tahun)              (3,5 tahun)     (3,5 tahun)
I————————-I————–I—————I
457 SM             27Masehi       30Masehi      33Masehi

Hal ini membawa kita ke momen yang mempesona dalam Injil. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus berapa kali dia harus mengampuni saudaranya -berpikir bahwa tujuh kali mungkin sudah cukup untuk mengampuni- Yesus menjawab bahwa dia harus mengampuni tujuh puluh kali tujuh, yaitu 490 kali. Yesus menyinggung nubuat ini dari Daniel, dan Dia sedang mengajar Petrus untuk menjadi pengampun sebagaimana Allah terhadap orang-orang yang jahat (lihat Matius 18:21).

Mari kita buat ikhtisarnya: Daniel mendapat nubuat mengenai 490 tahun rahmat. Bahwa masa 490 tahun itu akan dimulai ketika dekrit untuk membangun kembali Yerusalem dikeluarkan. Setelah dekrit ini dirilis dan jam waktu mulai berdetak, 483 tahun akan berlalu, maka kemudian Mesias akan muncul, yang terjadi di tahun 27 Masehi, ketika Yesus memulai pelayanan-Nya. Kemudian, selama tujuh tahun terakhir dari 490 tahun perpanjangan rahmat Allah, Mesias akan mengakhiri pengorbanan binatang, dan Dia juga akan dihukum mati. Hal tersebut terjadi di tahun 30 Masehi. Dari 490 tahun, masih tersisa tiga setengah tahun pada waktu tersebut.

Sekira tiga setengah tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Stefanus dirajam sampai mati, yang disetujui oleh kepala rumah ibadat saat itu (lihat Kisah Para Rasul 7:1, 54-60). Ini adalah akhir dari waktu rahmat Allah bagi Yerusalem. Tidak lama kemudian, Allah memberi Petrus penglihatan mengenai binatang haram dan mengirimnya untuk menginjili rumah Kornelius (lihat Kisah Para Rasul 10). Allah juga mengubahkan Paulus dan mengirimnya kepada orang-orang kafir (lihat Kisah Para Rasul 9:1-5). Ini menyelesaikan 490 tahun perpanjangan rahmat Allah bagi umat-Nya.

Beberapa orang Kristen percaya tujuh tahun terakhir dari nubuat Daniel 9 belum terjadi. Saya setuju dengan penilaian DeMar untuk kesalahan yang jelas seperti itu.

“Gagasan pemisahan dan adanya senjang waktu yang tidak dapat ditentukan antara dua kelompok “minggu” adalah salah satu penafsiran Kitab Suci yang paling tidak wajar dan nonliteral yang ditemukan dalam sistem eskatologi. Penafsiran ini diajarkan oleh orang-orang yang bersikukuh pada hermeneutika literal. Jika dispensasionalis konsisten dalam literalisme mereka, mereka tidak akan pernah memanipulasi Alkitab agar sesuai dengan sistem nubuat yang telah ditegakkan.”

Dengan kata lain, seluruh masa 490 tahun dalam nubuat di Daniel 9 secara berturut-turut telah digenapi, yang puncaknya pada tahun-tahun sebelum kehancuran Yerusalem.

Diterjemahkan dari buku Jonathan Welton ‘Raptureless’ 1st Edition, 2012.

Versi aslinya dapat dilihat dan diunduh secara gratis pada tautan berikut: https://weltonacademy.com/collections/books/products/raptureless-first-edition-free-download

Diterjemahkan oleh: Paul Prasetyo

Advertisements