RAPTURELESS BAB 5. TRANSISI KERAJAAN (Bagian 2)

image

THE ABOMINATION OF DESOLATION (PEMBINASA KEJI)

Yesus menegaskan garis waktu nubuat Daniel dengan menyebutkannya dalam nubuat-Nya tentang tahun 70 Masehi. Dalam Matius 23, kita membaca saat berada di Bait Allah Yesus menyatakan kesengsaraan dan penghakiman terhadap kejahatan Israel pada hari-Nya. Dia menyatakan kehancuran atas mereka dan atas Yerusalem. Kemudian dalam Matius 24:15, Yesus menunjuk ayat terakhir dalam bagian ini dari Daniel 9:

So when you see standing in the holy place “the abomination that causes desolation,” spoken of through the prophet Daniel—let the reader understand—then let those who are in Judea flee to the mountains” (Matthew 24:15-16 New International Version).

Jadi, ketika kamu melihat berdiri di tempat kudus “pembinasa keji” yang dibicarakan melalui nabi Daniel – hendaknya pembaca memahami – orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan” (Matius 24:15-16).

Bagian terakhir dari Daniel 9:27, yang Yesus rujuk, mengatakan, “And on the wing of abominations shall come one who makes desolate, until the decreed end is poured out on the desolator” (Daniel 9:27 English Standart Version).

Di atas sayap kekejian akan datang dia yang akan membinasakan, sampai pembinasaan yang telah ditetapkan ditimpakan pada si pembinasa itu…” (Daniel 9:27).

Yesus mengatakan dalam Matius 24:15 bahwa ketika pendengar-Nya pada abad pertama melihat datangnya “pembinasa keji” mereka harus melarikan diri ke pegunungan Yudea. Untungnya bagi kita, Yesus mengatakan kepada kita apa kekejian itu dalam paralel Injil Lukas: “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat” (Lukas 21:20). Tentara Romawi, yang mengelilingi Yerusalem dan membawa kehancuran sama sekali di tahun 70 Masehi, adalah kekejian besar.

Nubuat dalam Daniel 9 adalah, sebagaimana dituliskan Matthew Henry, “yang paling luar biasa.” Nubuat ini berisi prediksi menakjubkan kedatangan dan kematian Yesus, akhir dari sistem pengorbanan, dan penegakan perjanjian yang baru. Namun juga berisi nubuat tentang kehancuran Yerusalem. Sangatlah penting Gereja modern mengajarkan kepada orang percaya tentang kehancuran tahun 70 Masehi ini, karena secara harfiah merupakan bagian Injil Mesianik Yesus Kristus yang dinubuatkan. Fakta bahwa hal ini tidak menyenangkan bukanlah alasan yang tepat untuk menghindari mengajarkannya. Salib Kristus jelas adalah adegan yang tidak menyenangkan, namun semua pengkhotbah yang baik tetap menjadikannya pusat dari pesan mereka.

Kehancuran Yerusalem, Bait Allah dan imamatnya merupakan bagian utama dari pemahaman Injil Yesus Kristus. Tidak memahami arti peristiwa penghancuran tahun 70 Masehi sama saja dengan kehilangan komponen utama dari cerita penebusan. Kehancuran Yerusalem ini mirip dengan kelahiran dari perawan, salib, dan kebangkitan. Saya tahu itu adalah pernyataan yang menggegerkan, tetapi saya percaya itu sepenuhnya benar. Meskipun banyak orang Kristen belum diajar tentang peristiwa ini, pesan ini tetaplah merupakan komponen penting.

INJIL MALAPETAKA?

 
Pesan penebusan yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama (lihat Daniel 9:24-27) meliputi:

• Kedatangan Mesias

• Kematian Mesias

• Akhir dari perjanjian lama

• Menegaskan suatu perjanjian yang baru

• Penghancuran Yerusalem yang akan datang

Poin kelima, penghancuran Yerusalem, adalah penghapusan final perjanjian lama dan penegasan perjanjian baru telah sepenuhnya tiba. Banyak orang Kristen tidak pernah mendengar tentang penghancuran yang terjadi tahun 70 Masehi dan, dengan demikian, secara harfiah kehilangan bagian utama pesan penebusan. Informasi ini bisa jadi cukup mengejutkan bagi orang Kristen yang mendengarnya, mirip dengan keterkejutan seseorang yang telah menjadi orang Kristen selama lima puluh tahun  kemudian mendengar bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan untuk pertama kalinya!

Seharusnya tidak demikian. Sepanjang pelayanan Yesus, Dia menekankan penghancuran yang akan datang dan arti penting peristiwa itu bagi perjanjian yang baru. Bahkan, ucapan nubuat terpanjang dari Yesus yang tercatat adalah Khotbah di Bukit Zaitun (lihat Matius 24; Markus 13, Lukas 21), yang menyatakan penghancuran Yerusalem. Ketika Yesus diurapi untuk pelayanan, Dia mengutip dari Yesaya 61:1-2 dalam Lukas 4:18-19, tanpa menyertakan frasa terakhir “dan hari pembalasan Allah kita.”

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang…” (Yesaya 61:1-2a; Lukas 4:18-19)
 
Pada kesempatan yang lain, Dia menyelesaikan kutipan bagian Yesaya dalam Lukas 21:21, menubuatkan penghancuran yang akan datang. Selama tiga tahun, Ia berfokus pada bagian pertama misi-Nya; kemudian dalam Lukas 21:21, Dia menyatakan bagian terakhir misi-Nya, hari pembalasan atas Yerusalem.

Yesus juga berbicara tentang penghancuran yang akan datang dalam beberapa perumpamaan-Nya. Dalam Matius 22:5-7, Yesus menceritakan perumpamaan untuk orang-orang Farisi, mengatakan ketika raja kembali berurusan dengan orang-orang yang telah membunuh anaknya, dia akan membakar kota mereka, yang merupakan referensi yang jelas tentang penghakiman yang akan datang atas Yerusalem. Sebelumnya dalam Matius 21:33-46, Yesus menceritakan perumpamaan lain yang di dalamnya Allah “destroy[ed] those wicked men miserably” (New King James Version) – membinasakan orang-orang jahat dengan sangat buruk.

Ketika Yohanes Pembaptis menubuatkan kedatangan Yesus, ia mengatakan Yesus akan membaptis (membenamkan) dengan Roh Kudus dan dengan api (Matius 3:11). Adalah wajar untuk memahami pembenaman dalam Roh Kudus sebagai hari Pentakosta, sedangkan pembenaman dalam api terjadi ketika Yerusalem dibakar sampai rata dengan tanah. Bahkan Petrus menegaskan hal ini dalam kitab Kisah Para Rasul 2 menyusul khotbahnya tentang pencurahan Roh dengan deklarasi kedatangan Allah dalam penghakiman. Demikian juga, pada akhir Kitab Ibrani, yang mengatakan segala sesuatu yang bisa tergoncang akan digoncangkan (referensi yang jelas tentang penghancuran tahun 70 Masehi), juga menyebut Allah sebagai “api yang menghanguskan” (Ibrani 12:29). Inilah pertanda Allah datang atas Yerusalem dan sistem ibadah duniawi sebagai api yang menghanguskan.

Dalam Matius 24, murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya tentang akhir zaman Musa, dan Yesus menjawab dengan menjelaskan penghancuran yang akan datang. Selama tiga tahun, Yesus mengulurkan tangan untuk umat-Nya, tetapi mereka tidak menerima-Nya. Menjelang akhir pelayanan-Nya, Dia secara khusus fokus pada penghancuran sistem yang lama. Dalam Matius 22, Dia berbicara tentang datangnya api membakar kota mereka. Dalam Matius 23, dalam satu pasal penuh Ia memberi teguran kepada para pemimpin agama, yang diakhiri dengan pernyataan betapa Dia rindu mengumpulkan mereka di bawah sayap-Nya, tetapi mereka tidak mau (Matius. 23:37). Kemudian Dia menyatakan bahwa semua darah Perjanjian Lama akan datang dalam penghakiman yang akan ditanggung angkatan itu (lihat Matius 23:31-36). Dan dalam Matius 24 Yesus memberi jawaban yang tepat dan rinci atas pertanyaan para murid tentang penghakiman yang akan datang. Seperti yang kita lihat, penghancuran akan datang adalah bagian yang sangat besar dari kisah Injil.

Di sepanjang Perjanjian Baru, Gereja mula-mula berfokus pada kehancuran yang akan datang atas Yerusalem. Ini merupakan bagian terpadu dari kabar baik yang Yesus bawa – bahwa penghakiman akan dimulai di rumah Allah (lihat 1 Petrus 4:17). Allah akan membersihkan rumah-Nya dan sepenuhnya mendirikan Kerajaan spiritual-Nya saat penghapusan perjanjian yang sebelumnya. Gereja mula-mula menyebut peristiwa yang akan datang ini (tahun 70 Masehi) sebagai hari-hari terakhir, akhir zaman, dan hari penghakiman. Kita harus memahami dengan benar istilah-istilah ini jika kita ingin memahami pesan Yesus dan pola pikir dari Gereja mula-mula.

The End of the Age (Akhir Zaman)

Matius 13:39 Waktu menuai ialah akhir zaman.
Matius 13:40 Jadi itu akan berada di akhir zaman ini.
Matius 13:49 Jadi itu akan berada di akhir zaman.
Matius 24:3 What will be the sign of Your coming, and of the end of the age?
(Apa yang akan menjadi tanda kedatangan-Mu dan akhir zaman?)
Ibrani 9:26 Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir

The End (Kesudahannya, akhir)

Matius 10:22 Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Matius 24:6 Tetapi itu belum kesudahannya.
Matius 24:13 Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Matius 24:14 Sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
1 Korintus 1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya.
1 Korintus 10:11 di mana zaman akhir telah tiba.
Ibrani 3:6 Firm to the end (berpegang teguh sampai kesudahannya)
Ibrani 3:14 Teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.
Ibrani 6:11 Menunjukkan kesungguhan yang sama… sampai pada akhirnya.
1 Petrus 4: 7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat

The Last Times, Days, etc (Waktu-waktu terakhir, hari-hari terakhir, dll)

1 Timotius 4:1 Di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad.
2 Timotius 3:1 Pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Ibrani 1:2 [Allah] pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita.
Yakobus 5:3 Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
1 Petrus 1:5 Keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
1 Petrus 1:20 Tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.
2 Petrus 3:3 Bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek.
1 Yohanes 2:18 Waktu ini adalah waktu yang terakhir.
Yudas 18 Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek.

The Day of the Lord, God, etc (Hari Tuhan, Hari Allah, dll)

2 Petrus 3:12 Kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.
1 Tesalonika 5:2 Bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
1 Korintus 1:8 Kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
1 Korintus 5:5 Agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
2 Korintus 1:14 Yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Kisah Para Rasul 2:20 Datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
Yudas 6 Sampai penghakiman pada hari besar.
Roma 2:5 Engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

Akhir zaman, kesudahannya, waktu-waktu terakhir, hari-hari terakhir, dan hari Tuhan adalah referensi yang sangat spesifik untuk periode antara nubuat Yesus dalam Matius 24 dengan penggenapannya pada tahun 70 Masehi. Itu adalah waktu-waktu terakhir Yudaisme dan Yerusalem. Tetapi kita tidak berada di hari-hari terakhir. Hari-hari terakhir –masa  transisi kematian perjanjian yang lama– berada jauh di belakang kita. Banyak yang tidak memahami bahwa zaman perjanjian lama berakhir dengan penghancuran pada tahun 70 Masehi dan bahwa seluruh Perjanjian Baru berbicara tentang akhir itu. Kita sekarang hidup di zaman Kerajaan, yang tumbuh tanpa kesudahan.

Baptisan Roh Kudus, yang dinubuatkan Yohanes Pembaptis, terjadi pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2. Pada peristiwa itu, Petrus berbicara khusus tentang baptisan api yang belum datang, penghancuran Yerusalem.

Inilah yang dikatakan oleh nabi Yoël (lihat Yoël 2:28-32): “Akan terjadi pada hari-hari terakhir –demikianlah firman Allah– bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. [Kedatangan kehancuran atas Yerusalem]. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. [selanjutnya Yoël 2:32 berakhir dengan: “sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas”] (Kisah Para Rasul 2:17-21).

Dalam pesan ini, Petrus dengan jelas menyebut peristiwa penghancuran yang sama yang Yesus katakan dalam Matius 24:29-30. Petrus mengatakan hari Pentakosta adalah penggenapan nubuat nabi Yoël, dan kemudian, dia merujuk pada penghancuran yang datang. Dengan cara ini, Petrus mengatakan pencurahan Roh Kudus menegaskan bahwa mereka berada di hari-hari terakhir, dan hal selanjutnya yang akan terjadi adalah penghancuran Yerusalem. Kemudian, dia mengatakan semua yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan, mengacu tidak hanya untuk keselamatan di dalam Yesus tetapi juga untuk perlindungan dari penghancuran Yerusalem untuk orang-orang Kristen abad pertama.

Diterjemahkan dari buku Jonathan Welton ‘Raptureless’ 1st Edition, 2012.

Versi aslinya dapat dilihat dan diunduh secara gratis pada tautan berikut: https://weltonacademy.com/collections/books/products/raptureless-first-edition-free-download

Diterjemahkan oleh: Paul Prasetyo

Advertisements