PENGANGKATAN: SERANGAN JANTUNG BAGI GEREJA (Bagian 3)

image

YANG MATI DALAM KRISTUS AKAN LEBIH DAHULU BANGKIT

Ada dua gagasan utama yang akan dibahas di sini. Terdapat kesepakatan di antara para sarjana Alkitab bahwa yang dimaksud dengan “mereka yang mati dalam Kristus” di Tesalonika tidak hanya orang-orang yang lanjut usia, namun kemungkinan besar penekanannya adalah para martir Tesalonika.

Mereka merindukan kelepasan dari penderitaan, tetapi kuatir Hari Tuhan telah berlalu dan mereka telah kehilangan harapan untuk bisa lepas. Mengapa mereka berpikir hari itu telah berlalu? Terdapat dua peristiwa yang telah menyebabkan mereka berpikir demikian.

Saksi mata sejarawan Josephus mengatakan antara tahun 39-41 Masehi Kaisar Caligula menuntut patungnya ditempatkan di Bait Allah … suatu tindakan yang hampir menyulut perang. Tindakan kaisar ini membuat sepertinya dialah yang dimaksud dengan “manusia durhaka.” Kemudian antara tahun 48-52 Masehi terjadi kerusuhan di Bait Allah yang menewaskan hampir 30.000 orang, yang terdengar sebagai penghakiman atas Bait Allah. Peristiwa-peristiwa ini memiliki kesamaan dengan nubuat Yesus sehingga mereka jadi kuatir jangan-jangan Hari Tuhan sudah berlalu dan derita akibat penganiayaan yang mereka alami tidak akan berakhir.

Kedua, apakah Anda tahu bahwa Paulus memberitakan kebangkitan itu sudah dekat dalam masa hidupnya? Dalam Kisah Para Rasul 24:15 ia berkata, “Aku memiliki pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.”

Para penerjemah, karena alasan teologis, bukan karena alasan teknis penerjemahan, menghindari menerjemahkan kalimat ini secara akurat. Kata-kata “akan ada” (shall be) berasal dari bahasa Yunani ‘mellō‘ Strongs #3195 yang berarti dengan tepat (properly), pada kondisi siap bergerak; siap, “akan terjadi.” (Help Words Studies; Analytical Greek Lexicon, halaman 262; Arndt, halaman 500; Thayer, halaman 396).

Paulus menggunakan kata yang sama ini mellō dalam 2 Timotius 4:1: “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan [mellō] menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya.”

Dalam konteks yang sama kata ini juga muncul dalam Matius 16:27-28: “Sebab Anak Manusia akan [mellō] datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya…”

Apa artinya orang yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit pada kedatangan-Nya, yang Paulus katakan sudah dekat? Harap diingat bahwa sampai titik ini, orang-orang kudus perjanjian lama masih berada di Hades.

Kisah Para Rasul 2:29, 34 King James Version:
Saudara-saudara, ijinkan aku berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang bapa leluhur kita Daud, bahwa ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. … Sebab Daud tidak naik ke sorga, …”

Perhatikan bahwa ketika Kristus naik ke sorga, Daud masih belum naik ke sorga pada saat Petrus mengatakan hal ini.

Kita berpikir hukum Taurat digenapi oleh Yesus di kayu salib, tetapi Yesus telah menyatakan dengan jelas bahwa tidak satu iota atau titik pun akan berlalu dari Taurat dan kitab para nabi sampai SEMUA hal digenapi. Yesus membuat usang perjanjian yang lama dengan membuat suatu perjanjian yang baru, tapi yang lama itu masih memudar sampai segala sesuatu di dalamnya digenapi.

Berhenti membaca dan biarkan hal ini meresap ke dalam hati Anda.

Ibrani 8:13, “Dengan mengatakan perjanjian ini sebagai yang “baru,” Ia membuat yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua; dan apa yang telah menjadi tua dan usang, akan segera musnah.” (lihat Ulangan 32 untuk ayat-ayat dalam Taurat yang dikutip rasul-rasul yang sedang digenapi pada masa mereka.)

Inilah sebabnya Yesus berkata dalam Lukas 21:20-24:
Apabila KAMU [murid-murid] melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, maka ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab ITULAH MASA PEMBALASAN DI MANA AKAN GENAP SEMUA YANG ADA TERTULIS. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.

Sebelum hukum Taurat mencapai kesudahannya/musnah, proses Hari Raya Pendamaian harus digenapi baik secara rohani maupun secara fisik di bumi (sama seperti Paskah dan Pentakosta). Dalam inkarnasi-Nya Yesus membawa umat manusia bersama-Nya untuk disalibkan, demikian pula dengan kenaikan-Nya; tetapi penebusan belumlah lengkap sampai Hari Raya Penebusan digenapi yakni ketika Yesus datang di awan-awan kemuliaan membawa penghakiman atas Yerusalem dan atas seluruh sistem agama berbasis perbuatan.

Saya tidak memiliki cukup ruang untuk menjelajahi topik ini lebih lanjut, namun topik ini adalah hal yang sangat penting namun sering diabaikan. Dalam Perjanjian Lama, pada Hari Raya Penebusan imam besar akan masuk ke Ruang Mahakudus dan memercikkan darah korban ke atas tabut perjanjian (the mercy seat), tetapi penebusan belum benar-benar selesai sampai ia keluar dan mengumumkan bahwa korban telah diterima oleh Yang Mahatinggi lalu memberkati umat. Inilah sebabnya hukum Taurat masih beroperasi setelah salib. Yang baru sudah datang, pengampunan sudah dinyatakan melalui Kristus, TETAPI menurut Imamat 9:22-24 penebusan baru sah hanya setelah imam besar KELUAR dari Ruang Mahakudus dan memberkati umat. Setelah itu barulah api keluar dari hadapan Tuhan. Yesus harus menggenapi hal ini supaya Taurat disudahi.
[Lebih lanjut tentang topik ini dapat dibaca pada artikel ‘Mengapa “Sudah Selesai” Sudah Selesai Tahun 70 Masehi’]

Ini artinya kebangkitan, yang merupakan janji dalam hukum Taurat dan kitab para nabi, harus terjadi pada saat ini. Nabi Daniel menempatkan kebangkitan tepat pada masa “kerajaan keempat,” yang oleh semua sarjana Alkitab disepakati sebagai Kekaisaran Romawi. Tidak ada petunjuk, bahwa kekaisaran ini akan bangkit kembali. Sebaliknya,

Pada waktu itu Mikhael, pemimpin besar yang mendampingi anak-anak bangsaMU, akan muncul. Akan ada suatu waktu kesesakan yang besar yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu [yang dikutip Yesus sebagai ANGKATAN pada masa-Nya]. Tetapi pada waktu itu bangsaMU [orang Yahudi yang percaya], yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu [sisa-sisa, yakni 144.000 orang yang percaya] akan terluput. Dan banyak orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan BANGUN: sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan orang yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran, akan seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya” [bagaimana mungkin orang Yahudi yang percaya menuntun orang kepada kebenaran jika peristiwa ini adalah akhir dunia atau kerajaan milenium di masa datang?] (Daniel 12:1-3 New International Version).

Kendati Yesus tanpa dapat disangkal dibangkitkan secara fisik, tetapi kebangkitan orang-orang yang ada di Hades baru terjadi saat “bangsa yang kudus” (Yehuda) sepenuhnya dihancurkan (tahun 70 Masehi – Matius 21:43). Daniel melanjutkan,

Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang berada di atas air sungai itu: “Berapa lamakah penggenapan hal-hal yang ajaib ini?” Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang berada di atas air sungai itu, mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit, dan bersumpah demi Dia yang hidup kekal, waktunya adalah satu masa dan dua masa dan setengah masa [Romawi butuh tiga setengah tahun untuk menghancurkan Yerusalem secara total]; dan setelah kuasa bangsa yang kudus itu tercerai-berai, maka SEGALA hal ini akan DIGENAPI!” (Daniel 12:6‭-‬7 New King James Version)

Hal ini masuk akal hanya jika kita memahami kebangkitan yang dimaksud adalah kebangkitan spiritual/roh. Pada saat itu, Yesus mengumpulkan semua orang benar yang mati dari Sheol/Hades dan membawa roh mereka ke dalam hadirat Tuhan. Yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit, dikumpulkan ke dalam ruang Mahakudus pada kesudahan hukum Taurat. Jika tidak benar demikian, berarti kita masih berada di bawah Taurat karena setiap bagian Taurat harus digenapi sebelum hukum itu dimusnahkan, sesuai dengan kata-kata Juruselamat kita. Jika tidak demikian, berarti malaikat itu telah melanggar sumpahnya dan begitu pula Yesus.

Sebagai catatan tambahan, kita sering berpikir bahwa ketika Yesus di kayu salib dan berkata, “Sudah selesai,” yang Dia maksudkan adalah semua hal. Padahal yang Dia maksudkan adalah penderitaan-Nya.

Kita lupa bahwa Dia pernah mengatakan dalam Yohanes 17:4, “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan MENYELESAIKAN PEKERJAAN yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” Ini adalah kata-kata-Nya SEBELUM salib. Yesus sudah menyelesaikan pekerjaan-Nya sebagai rasul yang diutus untuk menyingkapkan kepada kita siapa Bapa dan bagaimana hati-Nya. Kemudian Ia juga menyelesaikan pekerjaan-Nya sebagai Anak Domba yang menghapus dosa dunia. Namun Dia BELUM menyelesaikan pekerjaan-Nya sebagai Imam Besar (Daniel 12:7; Lukas 21:22).

Setelah duduk di takhta-Nya, Dia akan menaruh segala hal dari aturan perjanjian lama Taurat di bawah kaki-Nya. Malaikat (dan Yesus, Petrus dan Paulus) katakan belum semua selesai hingga akhir masa kesengsaraan Yahudi, ketika Kerajaan itu diambil dari mereka (Matius 21:43). Seluruh Taurat digenapi, saat bait yang lama dihancurkan dan kemudian Yesus melangkah keluar dari bait yang abadi untuk memberkati dengan perjanjian kebenaran yang baru dan membangkitkan secara roh orang-orang yang telah meninggal dari Hades ke hadapan-Nya.

Chuck Crisco: The Rapture: The Heart Attack Against the Church, Part 3; December 19, 2014.

http://www.anewdaydawning.com/blog-1/2014/12/19/the-rapture-the-heart-attack-against-the-church-part-3

Advertisements