PENGANGKATAN: SERANGAN JANTUNG BAGI GEREJA (Bagian 4)

image

MENGAPA KATA “SESUDAH ITU” PENTING?

“Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, …” (1 Tesalonika 4:17).

Meskipun terdengar sepele, kata “sesudah itu” (then) memiliki implikasi besar. Bahkan, kata ini membuyarkan ide pengangkatan sama sekali!

Ada dua kata Yunani untuk “sesudah itu (lalu, kemudian)”

Strongs #1534: ειτα, eita.

Strongs #1899: ἔπειτα, epeita.

eita berarti “sesudah itu” yang terjadi segera setelah suatu peristiwa secara berurutan. Atau terjadi tepat setelah.

epeita adalah eita dengan awalan menunjukkan sesuatu terjadi beberapa waktu kemudian. Contohnya:

Galatia 1:18: “Lalu (epeita), tiga tahun kemudian, …”

Galatia 2:1: “Kemudian (epeita) setelah lewat empat belas tahun, …”

Paulus mengatakan dalam 1 Tesalonika 4:17 bahwa orang-orang yang mati dalam Kristus pertama-tama dibangkitkan (secara rohani dari Hades). SESUDAH ITU (epeita) DALAM WAKTU TAK TERBATAS DI MASA DEPAN … kita yang hidup dan yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama.

Hal ini, tidak diragukan lagi menempatkan jangka waktu yang tidak diketahui di antara keduanya. Ini jelas bukan akhir dari bagian dunia. Teruslah membaca dan itu semua akan menjadi jelas.

Kemudian kita … akan DIANGKAT (caught up) bersama-sama dengan mereka …

Kata Yunani untuk apa yang disebut banyak orang sebagai rapture atau pengangkatan adalah harpazō, Strongs #726: merebut secara paksa; menjambret, tiba-tiba dan tegas – seperti seseorang menyita bayaran (rampasan, hadiah).

Kata ini juga digunakan Paulus dalam 2 Korintus 12:2: “Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat (caught up) ke tingkat yang ketiga dari sorga.” Diangkat BISA berarti secara fisik atau BISA juga secara roh.

Seluruh doktrin pengangkatan runtuh dengan cepat. Menurut Anda apa artinya? Tidakkah itu menunjukkan bahwa orang-orang yang mati dalam Kristus adalah yang pertama diangkat ke awan hadirat kemuliaan Allah; sementara beberapa waktu kemudian, saat kita mati suatu waktu di masa depan, kita juga akan diangkat bersama-sama dengan mereka untuk selamanya bersama Tuhan? Tidakkah itu berarti bahwa kita yang mati dalam Kristus adalah hadiah-Nya yang dengan ‘tiba-tiba’ dibawa ke alam/realm sorgawi? Ya, memang, itulah artinya.

Perhatikan dua kata yang menjelaskan hal itu. Pertama adalah “awan” dan kedua adalah “di angkasa.” Awan adalah penggambaran untuk awan kemuliaan Allah di Bait Allah. Yaitu awan yang muncul di bait saat ukupan dibakar oleh para imam. Yaitu awan yang hadir pada saat pentahbisan Bait Suci Salomo. Yaitu awan yang sama yang membawa Yesus naik ke sorga. Ini pasti mendefinisikan sebagai peristiwa spiritual.

Ini adalah gambaran Hari Raya Pendamaian saat Kristus Sang Imam Besar keluar dari Bait di sorga untuk mengucapkan berkat atas umat-Nya. Tahukah Anda Josephus sebagai saksi mata melihat awan kemuliaan terangkat dari bait sebelum bait itu menemui kehancurannya tahun 70 Masehi? Bait itu telah ditinggalkan untuk segera dihancurkan. Yesus datang bukan untuk mendiaminya kembali, tetapi untuk menghancurkannya (lewat orang Romawi). Ke Bait di sorgalah kita akan dibawa secara roh saat kita mati, untuk bersama dengan Tuhan selamanya.

Sekarang, mengenai frasa “di angkasa.” Paulus juga menggunakan frasa ini untuk menggambarkan alam spiritual dalam Efesus 2:2 saat dia mengatakan “penguasa kerajaan angkasa.” Dia menyatakan bahwa dalam alam roh, Kristus Sang Pemenang akan membawa kita sebagai orang percaya menuju dan ke dalam kemuliaan Bait Maha Kudus di alam sorgawi bersama-Nya selamanya.

Chuck Crisco: The Rapture: The Heart Attack Against the Church, Part 4; December 19, 2014.

http://www.anewdaydawning.com/blog-1/2014/12/19/the-rapture-the-heart-attack-against-the-church-part-4

Advertisements