RAPTURELESS BAB 12. PENGANGKATAN

image

Dulu saya pernah menjadi konselor pada perkemahan musim panas pria Kristen. Lelucon terbesar sepanjang masa di perkemahan itu adalah tahun saat kami “mengangkat” semua orang! Kami para staf telah merencanakan dan mengatur bahwa jika ketua perkemahan pergi dari bumi perkemahan untuk waktu cukup lama, para konselor akan mengajak para peserta bersembunyi di pepohonan dan menyiapkan lelucon pengangkatan.

Ketika ketua perkemahan kembali, dia melihat pakaian yang berserakan di lapangan sepak bola, celana renang yang mengambang di kolam renang, beberapa peserta yang duduk di rerumputan, “menangisi” rekan-rekannya yang menghilang dalam pengangkatan, dan seterusnya. Walaupun pasti akan sangat seru, tapi kami tidak berhasil melakukannya lagi selama enam musim panas saya menjadi staf. Setiap musim panas ide itu muncul lagi, namun tidak pernah terlaksana.

Pada saat yang bersamaan saya mulai belajar tentang sejarah pandangan modern terhadap pengangkatan. Saya belajar bahwa seluruh konsep pengangkatan, seperti yang umum diajarkan, tidak dapat ditemukan dalam sejarah Gereja sebelum tahun 1800-an dan berasal dari beberapa ayat Kitab Suci yang sangat disalahpahami.

Pengangkatan

Konsep pengangkatan adalah tentang suatu hari nanti di masa depan, Yesus akan mengangkat secara diam-diam para pengikut-Nya ke sorga. Peristiwa ini diikuti oleh munculnya antikristus, yang akan menguasai seluruh dunia. Antikristus akan memerintah dari Kekaisaran Romawi yang didirikan kembali dan duduk di takhta di dalam Bait Allah yang dibangun kembali di Yerusalem (sebagian orang berpandangan pengangkatan akan terjadi pada pertengahan masa tujuh tahun pemerintahan antikristus).

Lalu Allah akan mencurahkan murka-Nya atas orang-orang durhaka, yang berpuncak pada apa yang disebut perang Harmagedon. Intinya, tidak satupun pengajaran ini diajarkan secara luas sebelum 1830-an.

Terdapat empat perikop yang sering digunakan untuk mengajarkan konsep pengangkatan. Saya akan membahasnya satu per satu.

1. 1 Tesalonika 4:13-18

Saudara-saudara, kami tidak ingin kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal [sleep in death], supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain, yang tidak mempunyai pengharapan. Jika kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa Allah akan mengumpulkan bersama Yesus mereka yang telah meninggal dalam Dia. Sesuai dengan firman Tuhan, kami memberitahu kamu bahwa kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab Tuhan sendiri akan turun dari sorga, dengan suara yang keras, dengan seruan penghulu malaikat dan bunyi sangkakala Allah, dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup dan masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka di dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:13‭-‬18 New International Version).

Gereja Tesalonika adalah gereja yang bertahan di bawah penganiayaan hebat. Kita dapat mengetahuinya dari kata-kata pemberi semangat yang Paulus kirimkan kepada mereka: “Sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita” (2 Tesalonika 1:4). Karena aniaya ini, banyak anggota jemaat yang menemui ajal. Inilah konteks Paulus menulis Surat Satu Tesalonika. Paulus tidak sedang memberi petunjuk tersembunyi tentang datangnya masa Aniaya Besar di bawah seorang penguasa tunggal dunia bernama antikristus -yang harus dihindari- dan bahwa Allah akan mengangkat orang Kristen dua ribu tahun setelah ia menulis surat ini. Sebaliknya, Paulus menunjukkan dengan jelas bahwa yang ia tuliskan adalah kata-kata penghiburan dan kelegaan, bagi pembacanya di abad pertama, menyangkut apa yang akan terjadi pada orang-orang yang telah meninggal. Inilah konteks ayat 13: “Aku tidak ingin kamu tidak mengetahui, saudara-saudara, tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.”

Dalam ayat selanjutnya, kita melihat bahwa orang yang sudah meninggal akan dibangkitkan sebagaimana Yesus dibangkitkan:

“Jika kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa Allah akan mengumpulkan bersama Yesus mereka yang telah meninggal dalam Dia. Sesuai dengan firman Tuhan, kami memberitahu kamu bahwa kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal” (1 Tesalonika 4:14‭-‬15 New International Version).

Paulus melanjutkan dengan menyemangati pembacanya agar tidak berdukacita atas orang-orang yang telah meninggal, dengan mengatakan bahwa orang-orang itu akan dibangkitkan dan diubah bahkan sebelum yang masih hidup! “Sebab Tuhan sendiri akan turun dari sorga, dengan seruan yang nyaring, dengan suara penghulu malaikat dan sangkakala Allah. Dan orang yang mati dalam Kristus akan bangkit lebih dahulu” (1 Tesalonika 4:16 New King James Version).

Sebelum munculnya doktrin pengangkatan tahun 1830-an, seluruh komentator yang dipublikasikan menafsirkan 1 Tesalonika 4:13-18 sebagai penggambaran kebangkitan. Sebagai contoh, commentary Matthew Henry atas ayat-ayat ini, yang ditulis tahun 1721, mengatakan:

“Mereka akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan dibangunkan dari tidur mereka, karena Tuhan akan membawa mereka bersama-Nya, ayat 14. Lalu mereka akan bersama dengan Allah, dan keadaan mereka di akan lebih baik daripada keadaan mereka di sini; dan ketika Tuhan datang Ia akan membawa mereka bersama-Nya. Doktrin kebangkitan dan kedatangan Kristus yang kedua adalah anti-racun yang kuat melawan segala rasa takut mati dan kesedihan yang berlebihan karena kematian saudara-saudara Kristen kita …”

Kebangkitan yang sama inilah yang disebutkan Paulus dalam 1 Korintus 15:51-54:

“Dengarlah, aku mengatakan kepadamu suatu rahasia: Kita tidak akan semuanya mati, tetapi kita semuanya akan diubah -dalam sesaat, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan” (1 Korintus 15:51‭-‬54).

Satu Tesalonika 4:17-18 adalah dua ayat yang paling sering dikutip saat berbicara tentang konsep pengangkatan:

“Sesudah itu, kita yang hidup dan masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka di dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (New International Version).

Namun, konteks bacaan ini tidak berubah. Paulus masih dalam koridor memberi penghiburan dan semangat kepada gereja abad pertama yang menderita penganiayaan. Dia masih dalam koridor memberitahu jemaat Tesalonika apa yang terjadi dengan saudara dan sahabat mereka yang sudah meninggal; Paulus tidak sedang secara mendadak menceritakan pengangkatan rahasia yang akan terjadi dua ribu tahun kemudian. Jelas sekali Paulus sedang berbicara mengenai kebangkitan dan bagaimana kita semua akan berada bersama-sama Tuhan, lalu semua kitab akan dibuka untuk penghakiman terakhir.

Komentator terkenal Adam Clark memberikan rangkuman yang jelas mengenai ayat-ayat yang ditulis bagi jemaat Tesalonika ini:

Tuhan sendiri – yaitu Yesus Kristus akan turun dari sorga; turun dengan cara Dia naik disaksikan murid-murid-Nya, yakni dalam bentuk manusia, namun dengan jauh lebih penuh kemuliaan; beribu-ribu akan melayani-Nya, dan berpuluh-puluh ribu akan berdiri di hadapan-Nya; karena Anak Manusia akan datang bersama takhta kemuliaan-Nya; tetapi siapakah yang akan bertahan pada hari kedatangan-Nya, atau berdiri saat Ia memunculkan diri-Nya?
Dengan seruan yang nyaring – atau perintah/aba-aba yang keras, εν κελευσματι, bunyinya mungkin demikian: “Bangkitlah, wahai kamu yang tertidur, marilah kepada penghakiman; seruan yang diserukan oleh penghulu malaikat, yang akan sekaligus meniup sangkakala Allah, yang mengguntur dan menggelegar, seperti suara sangkakala saat di Gunung Sinai, semakin nyaring dan semakin nyaring, hingga menggoncangkan langit dan bumi!

Perhatikan urutan peristiwa hari yang mulia ini:
1. Yesus, dalam segala keagungan dan kemuliaan-Nya yang kekal, akan turun dari sorga ke area yang oleh rasul Paulus disebut “di angkasa” suatu lokasi dalam atmosfir bumi.

2. Lalu κελευσμα, seruan atau perintah, akan diserukan untuk membangunkan orang yang mati.

3. Lalu penghulu malaikat, sebagai pewarta Kristus, akan mengulangi perintah itu, “Bangkitlah, wahai kamu yang tertidur, marilah kepada penghakiman!”

4. Saat semua yang sudah mati dalam Kristus akan dibangkitkan, lalu sangkakala akan dibunyikan, sebagai tanda bagi mereka untuk berkumpul di hadapan takhta Kristus. Dengan suara sangkakala seperti inilah dulu seluruh jemaat dengan khusyuk, di bawah Taurat, mengadakan perkumpulan; pertemuan yang menjadi bayangan apa yang terjadi kemudian dalam peristiwa ini.

5. Saat orang yang mati dalam Kristus dibangkitkan, tubuh mereka yang rusak diubah menjadi tubuh kemuliaan seperti tubuh-Nya, lalu

6. Orang-orang yang masih hidup diubah, dan dijadikan tidak dapat binasa.

7. Orang-orang ini akan diangkat bersama dengan orang-orang mati yang telah dibangkitkan untuk bertemu Tuhan di angkasa.

8. Dengan demikian penghakiman kini dilaksanakan, kitab-kitab dibuka, dan orang-orang dihakimi berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab itu.

9. Status kekal orang yang hidup dan yang mati ditentukan, lalu semua orang yang ditemukan telah memiliki perjanjian dengan Anak Domba karena korban-Nya dan yang telah membasuh jubah mereka dalam darah Anak Domba, akan dibawa ke dalam kemuliaan-Nya dan selamanya bersama Tuhan. Sungguh suatu kemuliaan luar biasa yang tak terkatakan yang nantinya akan diperlihatkan! Di sini saya menahan diri untuk menyebut deskripsi-deskripsi yang digunakan oleh orang-orang bergaya puitis untuk menggambarkan penglihatan yang dahsyat ini, karena saya tidak dapat mengandalkan akurasinya; dan itu adalah suatu tema (atau pokok bahasan) yang sepatutnya kita bicarakan dan renungkan -dalam makna yang- semirip mungkin dengan kata-kata Kitab Suci.

Dari penjelasan ini, kita dapat melihat jelas bahwa tidak ada yang namanya pengangkatan sebelum masa aniaya besar (pre-tribulation rapture) dalam 1 Tesalonika 4, yang ada adalah penggambaran kebangkitan orang mati sebelum penghakiman terakhir.

2. Matius 24:40-41

“Jika ada dua orang di ladang: yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Jika ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan: yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan” (Matius 24:40‭-‬41 New King James Version).

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, ayat-ayat ini merujuk kepada pembunuhan secara acak yang dilakukan prajurit-prajurit Romawi saat pengepungan dan penaklukan Yerusalem tahun 70 Masehi. Prajurit-prajurit Romawi itu akan menebas tubuh yang seorang petani menjadi dua bagian, sementara petani yang satu lagi menyaksikan dengan penuh ketakutan; inilah penggenapan mengerikan Matius 24:40-41.

3. Wahyu 4:1

Setelah semua hal itu aku melihat, dan lihatlah, sebuah pintu terbuka di sorga. Dan suara pertama yang bagiku terdengar seperti bunyi sangkakala berbicara kepadaku, katanya: “Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini” (Wahyu 4:1 New King James Version).

Ayat ini bukanlah sebuah metafora. Tetapi sebuah catatan peristiwa. Yohanes tidak sedang memberitahu pembacanya bahwa mereka akan diangkat ke hadapan takhta, tetapi memceritakan bahwa dia telah diangkat! Yohanes tidak sedang berbicara tentang pengangkatan. Banyak yang mengatakan Yohanes sedang berbicara tentang pengangkatan karena Gereja tidak disebutkan lagi dalam Wahyu 4-19.

Gary DeMar berhasil mematahkan argumen basi yang mengatakan Gereja mengalami pengangkatan dalam Wahyu 4:1 karena kata “gereja” tidak muncul lagi dalam Wahyu pasal 4-19. Gary menunjukkan bahwa kata “orang kudus” muncul sebelas kali dalam Wahyu 4-19 (lihat Wahyu 5:8; 8:3-4; 11:18; 13:7, 10; 14:12; 16:6; 17:6; 18:24; 19:8) dan kemudian ia mematahkan penafsiran ini dengan menerapkannya kepada bagian Perjanjian Baru lainnya:

“Mari kita terapkan logika hermeneutika [Hal] Lindsey ke ayat-ayat lainnya. Kata gereja (church dan churches) muncul hanya dua kali dalam Kitab Ibrani (12:23) dan dua kali dalam Kitab Dua Korintus (1:1 dan 2:14). Kata gereja juga tidak muncul dalam Kitab Markus, Lukas, Yohanes, 2 Timotius, Titus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, atau Yudas, dan tidak disebutkan hingga Roma pasal 16. Kecuali kita ingin membuang sebagian besar Perjanjian Baru ke tong sampah irelevansi, kita tidak bisa menganggap dicantumkan atau tidaknya istilah “gereja” sebagai kriteria untuk menentukan penerapan suatu ayat bagi orang-orang kudus pada zaman ini.”

Bahkan, John Walvoord, seorang pengajar yang getol sekali mengajarkan pengangkatan rahasia Gereja pra-aniaya besar, menulis demikian mengenai Wahyu 4:1:

“Tampak jelas bahwa yang Yohanes maksudkan bukanlah tentang pengangkatan gereja, karena Yohanes juga tidak benar-benar diangkat; dia masih berada dalam tubuh jasmaninya di Pulau Patmos. Dia diangkat atau dibawa ke alam sorgawi hanya untuk sementara. Kendati tidak ada alasan yang sah mengaitkan pengangkatan dengan ungkapan ini, kelihatannya memang ada penyajian yang khas mengenai urut-urutan peristiwa, yaitu pertama-tama zaman gereja, lalu pengangkatan, kemudian gereja di surga.”

4. Wahyu 12:5

Ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan memerintah semua bangsa dengan gada besi. Dan Anaknya itu diangkat kepada Allah dan ke takhta-Nya (Wahyu 12:5 New King James Version).

Konteks ayat ini adalah kebangkitan Kristus, bukan pengangkatan Gereja. Kata “Anak” ditulis dengan huruf kapital karena merujuk kepada Kristus. Dan memang Dialah yang memerintah semua bangsa dengan gada besi (Mazmur 110). Dialah yang naik kepada Allah dan duduk di takhta-Nya di sorga. Ayat ini bukan rujukan pengangkatan rahasia Gereja.

Bertemu di Udara

Setelah kita membahas ayat-ayat yang selama ini dipakai untuk mengajarkan konsep pengangkatan, saya ingin membahas topik ini lewat sudut pandang lain. Satu Tesalonika 4:17 mengatakan kita akan menyongsong Tuhan “di angkasa.” Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan, “Apa yang dimaksud dengan angkasa?” Akar kata dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan sebagai angkasa adalah udara yang mengelilingi kita di bumi ini. Banyak yang menganggap kata ini berarti kita akan bertemu dengan Tuhan di langit, tetapi udara akan semakin tipis dengan bertambahnya ketinggian. Sehingga lebih masuk akal jika kita akan menyongsong dengan Dia di sini, di atmosfir bumi.

Dalam bacaan di Tesalonika dikatakan kita akan menyongsong Tuhan (meet=bertemu, berjumpa, New International Version); akar kata Yunani yang sebagai menyongsong/bertemu digunakan beberapa kali dalam Perjanjian Baru. Setiap penyebutan selalu bermakna menyambut (welcoming) seseorang, khususnya seperti menyambut kedatangan raja atau pembesar. Kita akan menyambut Raja Yesus saat Ia kembali ke bumi.

Bacaan ini (1 Tesalonika 4:17) juga berbicara tentang “diangkat.” Kitab Suci mengajarkan bahwa Yesus sudah dibangkitkan dan menerima tubuh kemuliaan. Saya berpendapat bahwa ini berarti jika saya “diangkat” itu akan seperti saya dan Yesus sedang berlomba lari, Dia sudah berlari dua puluh mil, saya baru berlari dua mil. Jika Yesus berhenti dan menunggu saya, maka saat saya berlari delapan belas mil sisanya, saya akan “diangkat.”

Seperti kata Rasul Yohanes, “… Kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia” (1 Yohanes 3:2). Kita belum dibangkitkan dan menerima tubuh kemuliaan; saat ini, ada kesenjangan yang besar antara Yesus dan kita. Kita harus “diangkat!” supaya Kristus menjadi pasangan yang seimbang dengan Pengantin-Nya, yakni Gereja (lihat 2 Korintus 6:14-16). Saat Ia menyatakan diri-Nya, kita akan “diangkat” menjadi serupa dengan Dia dalam sekejap mata (1 Korintus 15:52). Singkatnya, saat Yesus kembali ke bumi, kita akan bertemu (menyongsong, menyambut) Dia di angkasa (atmosfir) sekaligus akan akan diangkat (diberi tubuh kemuliaan serupa Dia). Secara teknis, saya percaya akan ada pengangkatan Gereja, yaitu suatu hari di masa depan saat kita semua diubah dalam sekejap mata. Saat itulah kita akan menerima tubuh kemuliaan kita. Tetapi saya tidak mempercayai pengangkatan seperti yang umum diajarkan saat ini.

Terakhir, penting untuk dicatat bahwa pemimpin-pemimpin yang mengajarkan doktrin pengangkatan rahasia telah mengakui bahwa mereka tidak memiliki dasar alkitabiah untuk menopang doktrin mereka. Contohnya:

“Satu keberatan terhadap pengangkatan pra-aniaya besar (pre-trib rapture) adalah tidak ada ayat Kitab Suci yang mengajarkan dua bagian Kedatangan-Nya yang Kedua dipisahkan oleh Aniaya Besar. Ini benar. Tetapi, juga tidak ada ayat yang mengajarkan pengangkatan pasca-aniaya (post-trib) atau pengangkatan di tengah-tengah masa aniaya (mid-trib).”
-Timothy LaHaye

[Doktrin pengangkatan] Sangat langka ditemukan dalam suatu buku atau khotbah selama periode 1600 tahun! Jika ada yang meragukan hal ini, maka biarlah dia mencarinya. . .komentar bapa-bapa gereja, baik sebelum dan sesudah Kredo Nicea, kesepakatan teologis antara orang-orang kudus terpelajar, para penulis Roma Katolik dari semua mahzab pemikiran, literatur Reformasi, khotbah dan eksposisi kaum Puritan, dan karya-karya teologis abad ini. Dia akan menemukan “rahasia” yang menyolok dari ketiadaannya.
-H. A. Ironside

Hingga Darbyisme tahun 1830-an, konsep modern pengangkatan tidak pernah diajarkan, dipercaya, atau bahkan dipikirkan. Bahkan setelah kemunculannya, pengajaran pengangkatan tidak terlalu menarik hingga keluarnya Scofield Bible tahun 1909. Doktrin ini kemudian menjadi tertanam dan berurat akar dalam pemikiran barat semata-mata karena akan jauh lebih menyenangkan mengalami pengangkatan ketimbang harus hidup melalui masa Perang Dunia I, Depresi Besar, dan Perang Dunia II. Demam pengangkatan merebak, bukan karena hal itu alkitabiah, tetapi karena doktrin ini terlihat menarik bagi orang-orang yang ingin lari dari trauma yang dialami di awal 1900-an.

Sekaranglah saatnya memikirkan ulang dan mengkaji ulang pemikiran-pemikiran yang sudah lama dipercaya ini. Mengingat bahkan para pemimpin pergerakan pengangkatan pra-aniaya telah mengakui bahwa mereka tidak memiliki dasar alkitabiah bagi doktrin mereka, inilah saatnya doktrin modern pengangkatan ditinggalkan. Inilah saatnya mengenal kesaksian Kitab Suci dan sejarah Gereja. Saya sepakat dengan 1800 tahun sejarah Kristen bahwa tidak ada yang namanya pengangkatan rahasia, saya sepakat bahwa yang Paulus tuliskan adalah tentang kedatangan akhir Yesus, kebangkitan, dan hari penghakiman.

Poin-Poin Bab 12

• Satu Tesalonika 4:13-18 ditulis bagi sebuah gereja yang sedang mengalami aniaya, memberi penghiburan kepada mereka tentang apa yang terjadi dengan saudara mereka yang mati martir setelah kematian dan memberitahu mereka tentang kebangkitan orang mati di masa depan saat kedatangan akhir Kristus.

• Matius 24:40-41 berbicara tentang pembantaian acak yang dilakukan oleh prajurit Romawi selama penyerangan mereka terhadap Yerusalem hingga kehancuran kota itu tahun 70 Masehi

• Wahyu 4:1 adalah catatan pengalaman Yohanes, bukan nubuat akan peristiwa yang akan datang.

• Makna bahasa asli 1 Tesalonika 4:17 jelas menunjukkan bahwa saat Yesus kembali ke bumi, kita akan menyongsong (menyambut, bertemu) Dia di angkasa (atmosfir) seraya akan diangkat (diubah menjadi seperti Dia).

Pertanyaan untuk Diskusi

1. Seperti apa bayangan Anda tentang pengangkatan?

2. Apakah Anda memiliki kisah pribadi atau kisah lucu tentang pengangkatan?

3. Mungkinkah Satu Tesalonika 4 sebenarnya berbicara tentang kebangkitan pada hari terakhir? Mengapa atau mengapa tidak?

4. Bagaimana perasaan Anda saat membaca kutipan ucapan Timothy LeHaye terkait kurangnya bukti alkitabiah pengangkatan rahasia?

Versi Bahasa Indonesia dapat diunduh secara gratis pada tautan berikut:
https://www.dropbox.com/s/fuzwpiitg3gjc9t/RAPTURELESS%201st%20Edition%20Jonathan%20Welton.PDF?dl=0

Versi aslinya dapat diunduh secara gratis pada tautan berikut: https://weltonacademy.com/collections/books/products/raptureless-first-edition-free-download

Advertisements