SEPERTI APA ALLAH SESUNGGUHNYA?

image

Hari ini, saya ingin mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, dan biarkan Allah yang berbicara bagi diri-Nya sendiri.

Sambil Anda membaca, ijinkan hati Anda merasakan dan mengalami sifat-Nya. Bacalah lagi dan terimalah bagian sifat-Nya secara khusus untuk situasi yang sedang Anda hadapi.

Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (Ibrani 10:24).

Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya” (Roma 12:20).

Ini namanya “pembalasan dengan kebaikan” (retribution by kindness). Ini tentang mengubah hati orang yang membenci Anda. Menuntun mereka kepada pertobatan dengan membalas perbuatan jahat mereka dengan kebaikan. Saya punya banyak teman yang dulunya jahat kepada saya.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33).

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (Yakobus 1:2).

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yohanes 14:27).

Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian” (2 Tesalonika 3:16).

Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar” (2 Timotius 2:24).

Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah” (1 Petrus 2:20).

Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus” (Roma 15:5).

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat” (Lukas 6:35).

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolose 3:12‭-‬13).

Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Galatia 6:10).

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10).

Bacalah Efesus 2:10 kembali, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Saya suka sekali ayat ini. Menunjukkan bahwa Allah telah mempersiapkan dan mengalokasikan pekerjaan baik itu sebelumnya.

Jika kita tidak setia, Dia tetap setia; karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya” (2 Timotius 2:13).

Bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak percaya? Dapatkah ketidakpercayaan mereka itu membuat kesetiaan Allah menjadi batal?” (Roma 3:3).

Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah” (2 Korintus 10:1).

Dan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran” (2 Timotius 2:24‭-‬25).

Luangkan waktu Anda sejenak membayangkan seperti apa jadinya hidup ini jika Anda fokus mengalami sifat Allah sebagai prioritas pertama Anda. Akankah Anda bereaksi terhadap apa yang terjadi dan kepada orang-orang? Atau, akankah Anda merespon kepada siapa Allah bagi Anda?

Graham Cooke: What is God Actually Like?; June 2, 2016.

http://brilliantperspectives.com/what-is-god-actually-like/

Advertisements