ALAM YANG TAK KELIHATAN

image

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2 Korintus 4:18).

Ada empat kata berbeda dalam ayat ini yang perlu kita pahami: kelihatan (seen), tak kelihatan (unseen), sementara (temporary), dan kekal (eternal). Hal yang kelihatan kita sebut alam atau dunia fisik, yakni segala yang terlihat oleh mata fisik. Alam (realm) ini dapat dipelajari dan dialami melalui lima indera fisik kita yakni indera perasa, sentuhan, pendengaran, penglihatan, dan penciuman.

Yang tak kelihatan adalah alam yang berbeda. Seperti dunia fisik, alam ini juga bisa dialami dengan panca indera. Kelima indera fisik tubuh kita tidak berinteraksi dengan alam yang tak kelihatan, tetapi kita memiliki lima indera dalam roh kita yang berinteraksi dengan alam ini. Alam fisik dan alam roh inilah yang Paulus maksudkan saat ia menulis tentang “yang kelihatan” dan “yang tak kelihatan.”

Lalu ada kata “kekal” dan “sementara.” Kekal adalah alam yang berbeda dari alam fisik. Misalnya, sepuluh milyar tahun yang lalu, Allah telah ada di sorga dalam bentuk roh. Sepuluh miliar tahun dari sekarang, Allah akan tetap ada di sorga dalam bentuk roh. Ketika Paulus menulis tentang yang sementara, ia berbicara tentang alam fisik yang dimulai pada Kejadian 1. Jika Anda menggambar sebuah garis waktu, lalu memanjangkan garis itu jauh ke masa lalu dan jauh ke masa depan, kemudian Anda menempatkan ruas garis sepanjang satu inci pada garis ini, maka Anda akan memperoleh gambaran seperti apa rentang waktu di alam fisik dibandingkan dengan kekekalan. Inilah perspektif yang harus kita miliki ketika sedang membahas realitas alam roh.

Banyak yang menyatakan bahwa alam roh sama nyatanya dengan alam fisik; yang sebenarnya adalah pernyataan yang sangat meremehkan. Yang benar adalah alam roh jauh lebih nyata dari pada alam fisik. Bahkan, jika Anda mendadak mati detik ini saat sedang membaca blog ini, seketika Anda akan berada di alam roh. Jarak Anda saat ini dengan keberadaan Anda sepenuhnya di alam roh, sangatlah dekat. Namun ada orang yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk menyangkali keberadaan alam roh.

ALAM ROH JAUH LEBIH NYATA DARIPADA ALAM FISIK

Saat seorang malaikat memunculkan diri di alam fisik, orang biasanya berpikir malaikat itu datang dari sorga. Memang benar malaikat bertempat tinggal di sorga bersama-sama dengan Allah, tetapi mereka juga bisa berada di sekeliling kita di bumi ini di alam yang tak kelihatan, seperti yang dialami Elisa dan pelayannya di 2 Raja-raja 6. Para malaikat kadang-kadang muncul di alam yang kelihatan untuk menyampaikan pesan, kemudian kembali ke alam tak kelihatan, seperti yang dialami Bileam dalam Bilangan 22. Kadangkala penyampaian pesan ini butuh banyak waktu dan harus melewati peperangan yang tidak kita sadari. Contohnya malaikat Mikhael dan Gabriel harus bersama-sama berperang melawan raja-raja orang Persia (sepertinya roh jahat regional), akhirnya setelah 21 hari berperang mampu menyampaikan pesan kepada Daniel (lihat Daniel 10:13).

DEFINISI YANG TEPAT

Beberapa pengajar dalam Tubuh Kristus telah diciptakan istilah ekstra-alkitabiah baru untuk menjelaskan tiga alam yang berbeda.
[Catatan penulis: “Ekstra-alkitabiah” sebenarnya mengacu kepada hal-hal yang tidak ada dalam Alkitab. Hal ini berbeda dengan anti-alkitabiah atau tidak-alkitabiah]

Berdasarkan tulisan Paulus yang menggunakan frase “sorga tingkat ketiga” dalam 2 Korintus 12:2-4, mereka menduga bahwa jika ada sorga/langit tingkat ketiga, pasti ada sorga tingkat pertama dan tingkat kedua, kendati tak satu pun pernah disebutkan dalam Alkitab. Secara teologis, ini bukan asumsi yang buruk. Namun, ketika kita mulai menciptakan istilah ekstra-alkitabiah baru, kita biasanya menakut-nakuti dan memecah-belah bagian lain Tubuh Kristus. Saya sendiri memilih untuk menggunakan sebanyak mungkin bahasa alkitabiah agar saya bisa membawa anggota Gereja yang masih malu-malu memiliki pengalaman baru dengan Roh Kudus.

Saat orang menyebut “sorga tingkat pertama,” yang mereka maksudkan adalah apa yang Alkitab sebut sebagai yang kelihatan. Saat menyebut “sorga tingkat kedua,” itu adalah apa yang Alkitab sebut sebagai alam tak kelihatan, yang mengelilingi alam fisik. Istilah sorga tingkat ketiga hanya disebutkan satu kali dalam Alkitab dan merupakan sebuah pengalaman yang terjadi hanya satu kali dalam periode 14 tahun dan yang bahkan penulisnya tidak mampu gambarkan karena begitu luar biasa.

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu, — entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia” (2 Korintus 12:2‭-‬4).

Karena “sorga tingkat ketiga” hanya disebutkan satu kali dan tanpa keterangan, saya memilih tidak menggunakan istilah ini begitu saja. Pikirkan bahwa sorga tingkat ketiga pastilah sesuatu yang luar biasa – tak terlukiskan dan tidak biasa – yang hanya terjadi satu kali dalam 14 tahun. Kita memang memiliki akses ke alam sorgawi dan merasakan pengalaman tentangnya, namun menurut Paulus sorga tingkat ketiga adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.

CONTOH ALAM YANG TAK KELIHATAN

1. Elisa dan pelayannya
Berkatalah raja: “Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: “Dia ada di Dotan.” Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu. Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu berdoalah Elisa: “Ya Tuhan. Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja-raja 6:13‭-‬17).

Dalam kisah ini Elisa telah dikepung oleh pasukan musuh pada malam hari. Ketika pelayan abdi Allah itu terbangun dan menyadari bahwa mereka telah dikepung, ia sangat ketakutan. Elisa, sebaliknya, tetap tenang. Dia katakan kepada pelayannya agar tidak takut dan memberitahu bahwa yang menyertai mereka lebih banyak daripada yang menyertai musuh mereka.

Elisa melihat alam roh yang tak kelihatan. Dia berdoa agar pelayannya dapat melihat hal itu juga. Pelayan itu menerima impartasi dan mampu melihat apa yang Elisa lihat. Sahabat saya Dr. Harold Eberle punya wawasan menarik tentang bagaimana kita melihat hal-hal dalam roh dan bagaimana Allah berkomunikasi dengan kita:

“Untuk melihat bagaimana dinamika spiritual berhubungan dengan konsekuensi alami, ingatlah bagaimana nabi Elisa dan pelayannya dikepung oleh pasukan musuh. Ketika Elisa berdoa agar mata pelayannya itu dibuka supaya dapat melihat dunia roh/spiritual, “dia melihat, tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi di sekeliling Elisa” (2 Raja-raja 6:17 New King James Version). Karena mengetahui Allah menyertai dia, Elisa tidak takut. Dia berdoa agar Allah membuat buta musuhnya, dan mereka benar-benar buta untuk sementara waktu.

Kisah ini memberi pencerahan mengenai bagaimana alam roh muncul kepada orang yang bisa melihatnya. Allah berkomunikasi melalui penglihatan. Dia menggunakan gambaran yang bisa kita pahami untuk mengkomunikasikan apa yang terjadi di alam roh.

Mengenai Elisa dan penglihatan pelayannya ini, sulit dikatakan apakah kuda dan kereta berapi itu benar-benar ada di dunia roh, ataukah kuda dan kereta berapi yang mereka lihat itu adalah simbol kuasa Allah yang siap sedia membela mereka. Bagi kita hari ini, kuda dan kereta berapi pasti bukan representasi kuasa Allah yang efektif, karena sebuah mesin militer modern seperti tank bisa dengan mudah mengalahkan ribuan kuda dan kereta berapi. Maka mungkin, jika Allah saat ini ingin menyatakan kuasa-Nya kepada kita, Dia akan menunjukkan pasukan tentara dengan semua peralatan yang terbaru dan paling mematikan.

Hal ini mengungkapkan bagaimana realita di alam roh dikomunikasikan kepada kita dalam alam natural. Hal ini mirip dengan gambar yang dilihat seseorang dalam mimpi. Terdapat pesan yang sesungguhnya di balik gambaran rohani, tetapi gambaran itu semata adalah suatu bentuk komunikasi.”

  
2. Daniel melihat alam roh
Daniel menjalani kehidupan yang penuh pengalaman spiritual yang luar biasa. Dalam Daniel 10, Daniel melihat alam yang tak kelihatan, tetapi orang-orang yang ada bersamanya tidak mengalami apa yang dia alami. Sebelumnya Daniel menerima pesan tentang kesusahan yang besar dan secara emosional terganggu oleh hal itu selama tiga minggu. Suatu hari, saat Daniel sedang berdiri di tepi Sungai Tigris, ia mulai melihat dalam alam roh:

Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada di tepi sungai besar, yakni sungai Tigris, kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas tua. Tubuhnya bagaikan permata krisolit, wajahnya bagaikan cahaya kilat, matanya bagaikan suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya bagaikan kilauan tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti suara orang banyak. Aku, Daniel, adalah satu-satunya yang melihat penglihatan itu; orang-orang yang bersama-sama dengan aku tidak melihatnya; tetapi sebuah ketakutan yang besar mencekam mereka hingga mereka lari dan bersembunyi” (Daniel 10:4‭-‬7 New International Version).

Daniel melihat sebuah penglihatan, dan meskipun orang-orang yang bersamanya tidak melihat, mereka melakukan merasakan suatu hadirat yang sangat kuat, demikian kuatnya sehingga mereka melarikan diri dan bersembunyi. Sungguh luar biasa, satu saat mereka masih berdiri di samping Daniel namun tiba-tiba, sesaat kemudian mereka merasakan dorongan yang sangat kuat untuk lari dan bersembunyi! Penglihatan itu berlanjut dengan Daniel hanya seorang diri:

Jadi aku tinggal seorang diri, menatap penglihatan yang besar itu; hilanglah kekuatanku, aku jadi pucat seperti mayat dan tak berdaya. Lalu aku mendengar dia berbicara, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah. Sebuah tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun dengan lutut dan tanganku gemetar. Dia berkata, “Daniel, engkau orang yang sangat dikasihi, camkanlah baik-baik firman yang akan kukatakan kepadamu, dan berdirilah, sebab sekarang aku diutus kepadamu.” Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar” (Daniel 10:8‭-‬11 New International Version).

Daniel berhasil tetap sadar menyaksikan penglihatan itu, tapi ia kewalahan secara fisik. Peristiwa ini pasti menarik untuk disaksikan. Daniel sedang bersama dengan sekelompok orang, ketika tiba-tiba mereka sangat terperanjat, tampak sangat ketakutan lalu melarikan diri dan sembunyi. Daniel adalah satu-satunya yang tersisa, dengan wajah pucat pasi bak mayat lalu jatuh tertelungkup ke tanah. Lalu dengan gemetar, ia berdiri kembali di atas kakinya. Secara fisik, tidak ada yang kelihatan yang membuat adegan-adegan ini masuk akal.

   
3. Rasul Yohanes
Rasul Yohanes berada di bawah penganiayaan agamawi dan diasingkan ke sebuah pulau bernama Patmos. Dia menulis bahwa pada Hari Tuhan, dia dikuasai oleh roh. Tiba-tiba, ia masuk ke dalam pengalaman kenabian yang di dalamnya ia melihat alam yang tak kelihatan.

Aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, aku melihat tujuh kaki dian emas, dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang “seperti Anak Manusia,” berpakaian jubah yang panjangnya menyentuh kaki-Nya dan berlilitkan selempang emas di dadanya. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu domba, seputih salju, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga yang membara di perapian dan suara-Nya bagaikan desau air bah. Di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua. Wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terang benderang.

Ketika aku melihat Dia, aku tersungkur di depan kaki-Nya seperti orang mati. Lau Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku dan berkata: “Jangan takut. Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Aku adalah Yang Hidup; Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya! Dan Aku memegang kunci-kunci maut dan Hades” (Wahyu 1:12‭-‬18 New International Version).

Ketika Yohanes mengatakan ia “tersungkur di depan kaki-Nya seperti orang mati,” tubuh fisiknya benar-benar jatuh tersungkur di alam fisik. Saat ia berdiri di alam fisik dan menyaksikan penglihatan alam roh di hadapannya, ia terpengaruh secara fisik. Dalam Wahyu 1-3, Yohanes berada di dalam tubuh fisiknya menyaksikan penglihatan dengan mata rohaninya. Namun pada awal pasal 4 Yohanes meninggalkan tubuh fisiknya. Dalam Wahyu 4, Allah memanggil Yohanes keluar dari bumi: “Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini” (Wahyu 4:1) lalu pengalamannya menjadi pengalaman “di luar tubuh.”

   
4. Bileam dan keledainya
Ini adalah salah satu cerita paling misterius dalam Kitab Bilangan. Nabi Bileam memberontak terhadap firman Tuhan. Dia berangkat dengan keledainya disertai dua orang bujangnya. Alkitab mengatakan bahwa keledai Bileam melihat alam roh dan melihat malaikat Tuhan berdiri di jalan dengan pedang terhunus. Keledai itu menyimpang dari jalan masuk ke ladang untuk menyelamatkan diri; tetapi Bileam, yang penglihatannya tumpul karena ketidaktaatan, marah kepada si keledai. Dia memukul keledai itu untuk kembali ke jalan. Sekali lagi, di jalan yang sempit, keledai itu melihat malaikat dan mencoba untuk menyelamatkan diri dengan menekankan dirinya ke tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit. Bileam memukul keledai itu lagi. Saat ketiga kalinya keledai itu melihat malaikat, dan dia tidak bisa kemana-mana, ia duduk meniarap di bawah Bileam. Hal ini membuat amarah Bileam bangkit dan kembali ia memukul keledai itu.

Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat Tuhan di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia. Ketika keledai itu melihat Malaikat Tuhan berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan. Kemudian pergilah Malaikat Tuhan berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah. Ketika keledai itu melihat Malaikat Tuhan, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula. Berjalanlah pula Malaikat Tuhan terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. Saat keledai itu melihat Malaikat Tuhan, meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat (Bilangan 22:21‭-‬27).

Cerita ini semakin aneh ketika Allah memberikan keledai itu kemampuan berbicara untuk sesaat. Keledai itu bertanya mengapa Bileam memukulinya, dan Bileam menjawab karena keledai itu mempermainkan dirinya. Dengan bodoh Bileam berkata seandainya ada pedang di tangannya, tentulah keledai itu sudah dibunuhnya sekarang. Keledai itu berargumen dia tidak pernah bertindak mempermainkan Bileam selama ini. Tetapi Bileam bersikeras bahwa keledai itu sudah mempermainkannya. Lalu tiba-tiba Tuhan membuka mata rohani Bileam sehingga bisa melihat alam roh. Di alam yang tak kelihatan ternyata telah berdiri seorang malaikat yang dikirim untuk membunuhnya. Malaikat itu berkata bahwa jika keledai itu tidak menghindar, ia pasti sudah membunuh Bileam dan membiarkan keledai itu hidup.

Ketika itu Tuhan membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?” Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.” Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.” Kemudian Tuhan menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat Tuhan dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud. Berfirmanlah Malaikat Tuhan kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan. Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup” (Bilangan 22:28‭-‬33).

Peristiwa ini membuka diskusi tentang hewan dan alam roh. Pastor Roland Buck, penulis buku klasik “Angels on Assignment,” berbagi kisah tentang anjingnya yang memiliki kesadaran terhadap alam roh:

“Queenie, itu nama anjing saya, galur murni ras Great Dane … menyalak pelan sambil menekan hidung basahnya ke wajah saya. Saat itu pukul 2:00 pagi. Saya tahu apa yang terjadi saat itu, sekarang. Itulah caranya membangunkan saya saat dia sadar ada kunjungan malaikat di rumah saya.”

Mungkin keledai Bileam memiliki kesadaran yang tinggi terhadap makhluk roh karena pengurapan dari waktu ke waktu, atau mungkin itu adalah bagian sifat binatang, menyadari alam roh.

Dari contoh dalam Alkitab ini kita melihat bahwa banyak tokoh Alkitab mengalami dan berinteraksi dengan alam yang tak kelihatan. Sebagai orang percaya Perjanjian Baru, kita juga memiliki akses dan harusnya alam ini dalam kehidupan kita.

 
PENUTUP

Terdapat banyak pendapat tentang apakah alam roh itu baik atau buruk, tetapi di dalam Alkitab kita menemukan bahwa baik malaikat dan roh-roh jahat beroperasi pada alam yang sama. Yesus sendiri menampakkan diri-Nya kepada Daniel dan Yohanes pada alam ini. Alam roh yang tak kelihatan tidak bisa dikatakan baik atau jahat, sama seperti alam yang kelihatan ini tidak bisa disebut baik atau jahat. Alam roh adalah alam roh, suatu tempat keberadaan. Sama seperti di alam fisik, makhluk yang tinggal di sana bisa baik atau bisa juga jahat. Mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di alam yang tak kelihatan [atau sorga tingkat kedua] adalah jahat tidaklah alkitabiah dan membuat kita memisahkan diri kita dari sesuatu yang lewatnya Allah berbicara kepada kita. Karena kita hidup tidak dengan kesadaran terhadap alam roh secara terus-menerus, kita harus menggunakan kepekaan (discernment) saat berinteraksi dengan alam ini.

(Artikel ini adalah bab dari The School of the Seers)

Jonathan Welton: The Unseen Realm; July 4, 2016.

https://weltonacademy.com/blogs/jonathanwelton/the-unseen-realm

Advertisements