ALLAH TIDAK MENINGGALKAN ANDA, DIA HANYA BERSEMBUNYI

image

Bagian penting sifat Allah adalah kenyataan bahwa Dia bergerak dalam dua cara: kesembunyian dan manifestasi.

Saat kita berdamai dengan kebenaran ini, kita dibebaskan untuk mengalir bersama apapun yang Allah lakukan. Kita mulai menyadari bahwa ada saat-saat Allah menyatakan diri-Nya kepada kita dan ada pula saat-saat ketika Dia bersembunyi. Dan Dia punya alasan untuk melakukan keduanya.

Saya rasa kita semua senang akan saat-saat manifestasi. Saya sangat suka saat Allah berada tepat di depan wajah saya, berbicara tentang apapun yang bisa Dia lakukan. Namun untuk setiap masa manifestasi, selalu ada masa bersembunyi, masa-masa Allah tampaknya menjauh dari kita.

SAAT ALLAH MENYEMBUNYIKAN DIRI DARI KITA, DIA SEDANG BERUSAHA MENARIK KITA KE DALAM HADIRAT-NYA.

Jadi jika manifestasi terjadi dalam realitas kita; kesembunyian terjadi dalam realitas-Nya. Dan kesembunyian itulah yang menarik kita ke suatu tempat baru di dalam Roh.

Karena itu, kita semua harus belajar untuk hidup dengan iman, bukan karena melihat.

Ketika Allah bermanifestasi kepada kita, Dia melakukannya dengan cara yang nyata. Kita bisa merasakan Dia. Kita merasakan Dia secara emosional. Kita tertawa, kita menangis, kita merasakan damai sejahtera-Nya, hati-Nya dan sukacita-Nya di dalam kita. Kasih-Nya melanda dan menguasai kita, dan kita menaikkan syukur dan puji-pujian sebagai ekspresi nyata respon kita atas hadirat-Nya.

Sukacita, syukur, pujian, penyembahan, dan pemujaan – semuanya adalah indikasi fisik yang menunjukkan bahwa emosi kita sepenuhnya terlibat dalam menaikkan pujian kepada Dia.

HAL ITU KARENA MANIFESTASI HADIRAT ALLAH BERSIFAT FISIK DAN EMOSIONAL. MEMBUAT KITA BEBAS MENGALAMI ALLAH SEPENUHNYA.

Namun, ketika Allah sedang mengajar kita untuk hidup dengan iman, bukan dengan apa yang kita rasakan, Dia menarik diri dari emosi kita. Dia menyembunyikan diri dari perasaan kita. Jadi kita harus terus percaya bahwa Dia bersama kita. Dalam kesembunyian-Nya, kita belajar percaya bahwa “Allah sekali-kali tidak akan meninggalkan kita atau membiarkan kita,” dan kita membangun pola iman yang sederhana bahwa “Dia menyertai kita senantiasa.”

Allah tidak meninggalkan kita – Dia hanya menarik diri dari perasaan kita dengan tujuan membangun kepercayaan dan iman yang sederhana. Ini pelajaran yang sulit pada awalnya, tetapi yang sangat bermanfaat. Ini adalah disiplin kunci untuk belajar, dan salah satu yang Roh Kudus begitu brilian ajarkan kepada kita.

Mungkin cara paling sederhana untuk menjelaskan hal ini adalah:

MANIFESTASI ADALAH MASA MEMBERKATI, SEDANGKAN KESEMBUNYIAN ADALAH MASA UNTUK MEMBANGUN.

Allah ingin membawa kita melewati masa kesembunyian karena Dia ingin kita belajar disiplin hidup oleh Roh. Pada saat manifestasi, kita tidak bisa mendengar kebenaran yang mendalam. Bila kita mendengar Allah berbicara sementara kita sedang menikmati masa berkat-Nya, kita tidak selalu mengerti sepenuhnya apa yang Dia katakan. Masa manifestasi adalah masa mengalami Tuhan. Masa bergerak dalam aliran pelayanan seluruh tubuh – berpartisipasi dalam damai, sukacita, dan kehidupan Allah.

Kesembunyian, di sisi lain, adalah salah satu disiplin yang paling menarik yang bisa kita pelajari dalam alam Roh. Ketika kita belajar bagaimana mengaksesnya dan hidup di dalamnya, tiba-tiba semuanya jadi masuk akal, selamanya. Kita jadi memahami apa yang terjadi. Semua hal yang datang menyerang kita ternyata membuat kita masuk lebih dalam kepada Allah, karena kita telah belajar disiplin hidup di hadirat-Nya.

JIKA SESEORANG YANG KEPADANYA ALLAH SEDANG MENYEMBUNYIKAN DIRI MENCARI MAKNA KESEMBUNYIAN ALLAH ITU, BAGI ALLAH HAL ITU ADALAH SESUATU YANG MENYENANGKAN HATI-NYA.

Yesaya memahami jalan-jalan Allah, dan seluruh perhatiannya tertuju kepada Allah dan apa yang Dia lakukan. Oleh karena itu, memahami kesembunyian dan manifestasi akan melatih kita bagaimana menentukan jendela jiwa – momen ketika kita mempersepsikan apa yang terjadi di alam roh.

Mengembangkan kehidupan yang terus menerus bersama Allah dengan kuasa Roh Kudus adalah sebuah disiplin. Mempraktekkan iman juga adalah disiplin, dan kesembunyian adalah cara Allah membangun disiplin tersebut dalam hidup kita.

Begitu tertanam, disiplin itu mencegah musuh menginvasi hidup kita dan menyentuh kita; karena terlepas dari apapun emosi yang kita rasakan, kita tahu bagaimana menemukan hadirat Allah.

Semoga kita belajar menemukan ketenangan dan jaminan dalam hadirat-Nya yang terus menerus dan komitmen-Nya kepada kita.

Graham Cooke: God has Not Left You, He is Only Hiding; July 7, 2016.

http://brilliantperspectives.com/god-not-left-hiding/

Advertisements