SAMPAI PADA KESUDAHANNYA

image

Setiap kali membaca “sampai pada kesudahannya” dalam Perjanjian Baru (New Testament), pembaca harus menafsirkan. Apakah itu tentang akhir dunia, akhir kehidupan seseorang, atau akhir zaman perjanjian lama (old covenant age)?

Pembaca menyuntikkan penafsiran mereka ke dalam ayat ini, tanpa seorang pun berpikir tentang hal itu. Saya akan menyuguhkan gagasan bahwa “akhir” yang dimaksudkan para penulis Perjanjian Baru adalah akhir zaman perjanjian lama yang akan terjadi saat penghancuran Bait Suci Yerusalem tahun 70 Masehi.

Kata Yunani untuk “akhir/kesudahan/end” dalam Perjanjian Baru adalah “telos“, dan jika kita mengikuti jejak kata ini, saya percaya bahwa secara konsisten kita akan menemukan kata “akhir/kesudahan” lebih masuk akal dimaksudkan sebagai akhir zaman perjanjian lama dibandingkan sebagai akhir planet atau akhir kehidupan seseorang. Mari kita lihat.

AKHIR/KESUDAHAN/END (TELOS)

Dalam Matius 10:22 dikatakan: “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Jika kita benar-benar merenungkan apa yang ayat ini maksudkan, kita akan menyadari ayat ini tidak berbicara tentang keselamatan kekal dan akhir dunia. Kita menerima keselamatan kekal dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, bukan dengan bertahan sampai akhir dunia. Sebaliknya, apa yang Yesus maksudkan adalah orang-orang yang berdiri teguh dalam iman mereka dan tidak kembali ke perjanjian lama akan diselamatkan dari penghancuran yang terjadi tahun 70 Masehi. Kata-kata yang sama juga dikatakan dalam Matius 24:13, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Yesus juga menyebut tentang akhir/kesudahan saat Ia menyatakan penghancuran Bait Allah dalam Matius 24:6, 14: “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya” (ayat 6), dan “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia [=oikoumenē, Strong Concordance, G3625: wilayah lokal, bukan planet bumi] menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (ayat 14).

Paulus juga menggunakan istilah ini untuk merujuk kepada penghakiman yang akan datang atas sistem perjanjian lama, seperti yang kita lihat dalam Roma 10:4 New American Standard Bible: “Sebab Kristus adalah akhir hukum Taurat untuk kebenaran semua orang yang percaya”  Akhir hukum Taurat dan akhir zaman adalah hal yang sama, karena zaman yang dimaksud akan berakhir adalah zaman hukum Taurat. Demikian pula dalam Satu Tesalonika 2:15-16 New International Version, saat berbicara tentang orang-orang yang telah menyalibkan Kristus dan penghakiman yang akan datang atas mereka tahun 70 Masehi, kembali Paulus menggunakan istilah ini:

“…Mereka tidak melakukan yang berkenan kepada Allah dan memusuhi semua orang dalam usaha mereka menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan bangsa-bangsa lain itu. Demikianlah mereka terus-menerus menumpukkan dosa mereka sampai genap jumlahnya. Murka Allah telah datang atas mereka pada akhirnya [at last].”

Dalam ayat ini, kata yang diterjemahkan sebagai “at last” adalah kata yang sama yang diterjemahkan sebagai “2.” Terjemahan harfiahnya adalah “sampai pada akhirnya.” Dengan kata lain, murka Allah akan datang kepada mereka pada akhir zaman dan akhir hukum Taurat. Berbeda dengan orang-orang yang sedang menuju kehancuran ini, Paulus berjanji kepada orang percaya: “Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus” (1 Korintus 1:8). Dia tidak menjanjikan kepada orang percaya Korintus Allah akan menjaga dan meneguhkan mereka sampai kepada kesudahan dunia. Itu tidak masuk akal, karena semua pembaca asli Paulus pasti sudah mati selama dua ribu tahun, dan dunia masih ada. Sebaliknya, Paulus berbicara tentang akhir zaman, yang banyak pembacanya masih akan hidup untuk menyaksikannya. Demikian pula yang ditulis oleh Kitab Ibrani, “Tetapi Kristus sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan sampai kepada akhirnya” (Ibrani 3:6 New King James Version). Satu-satunya akhir yang orang percaya mula-mula saksikan adalah akhir zaman perjanjian lama yang di dalamnya mereka hidup. Mereka fokus untuk menyaksikan akhir sistem Bait Allah Yerusalem (Galatia 4:25-31; Ibrani 8:13, 13:14), bukan akhir dunia.

Jonathan Welton: Until the End; June 7, 2016.

https://weltonacademy.com/blogs/jonathanwelton/121779969-until-the-end

Advertisements