KEDATANGAN ELIA

image

Banyak kesenangan yang muncul saat menyatakan sesuatu yang menakjubkan akan datang dan saat memberitahu orang-orang bahwa jika mereka dengan rasa lapar mengejar sesuatu yang mereka rasakan kurang, mereka akan mendapatkannya. Saya merasakan frustrasi yang meningkat dengan omong kosong semacam itu. Memang tidaklah populer atau menguntungkan memberitahu orang-orang bahwa mereka telah memiliki apa yang mereka butuhkan dan ada bagian tertentu Kitab Suci telah digenapi. Jika kita telah memiliki apa yang kita butuhkan-melalui karya sempurna salib-dan jika ayat-ayat tertentu telah digenapi, maka beban tanggung jawab ada di bahu kita. Kita harus bangkit dan melakukan sesuatu dengan apa yang telah diberikan kepada kita.

Berdasarkan pemikiran ini, saya akan membahas ide kembalinya roh Elia. Saya telah banyak mendengar tentang gerakan Roh Kudus yang akan datang, yang kadang disebut roh Elia. (Cukup ketik “the spirit of Elijah” di Youtube.com untuk menemukan banyak sekali contoh.) Ide ini berasal dari beberapa ayat Kitab Suci yang dicerabut dari konteksnya dan dilemparkan beberapa ribu tahun ke masa depan, menghasilkan nubuat masa depan bagi kita. Ketika pengkhotbah mencomot ayat-ayat dan tidak mengikuti aturan yang benar dalam menafsirkan Alkitab, mereka dapat menghasilkan khotbah yang menarik tetapi tidak dapat menghasilkan murid yang sehat. Pengajaran yang sehat menghasilkan murid-murid yang sehat.

Ajaran pada roh Elia ini berputar di sekitar ayat-ayat dalam Maleakhi, yang mengatakan:

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah (Maleakhi 4:5-6).

Ketika Maleakhi menubuatkan kata-kata ini, dia berbicara tentang peristiwa yang berada di masa depannya-tetapi bukan di masa depan kita! Sebaliknya, hari yang besar dan mengerikan yang disebutkan dalam ayat itu adalah referensi  penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi.

Dengan pemahaman ini, kita dapat mengenali bahwa Yohanes Pembaptis telah menggenapi nubuat Maleakhi tentang roh Elia. Pada kenyataannya, bahkan sebelum dia lahir, malaikat telah bernubuat kepada Zakharia bahwa anaknya, Yohanes Pembaptis, akan menggenapi nubuat Maleakhi:

Dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya (Lukas 1:17).

Kemudian ketika murid-murid bertanya kepada Yesus tentang nubuat Maleakhi tentang roh Elia, Yesus berkata nubuat itu telah digenapi oleh diri Yohanes Pembaptis:

Lalu mereka bertanya kepada-Nya, “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia” (Markus 9:11-13).

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka” (Matius 17:10-12).

Yesus bahkan mengatakannya lebih jelas dalam Matius 11:

Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan — jika kamu mau menerimanya  — ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Matius 11:13-15).

Saya merasa takjub melihat cara Yesus menjelaskan penggenapan nubuat ini. Pertama Dia mengatakan, “Jika kamu mau menerimanya — ialah Elia yang akan datang itu.” Dengan kata lain, Yesus tahu pendengar-Nya di abad pertama akan kesulitan mempercayai pernyataan-Nya bahwa Maleakhi 4 sudah digenapi. Bahkan saat ini, banyak pengkhotbah “tidak mau menerimanya.” Kemudian Dia mengatakan siapa yang memiliki telinga untuk mendengar (kesediaan untuk mendengar), hendaklah menyimak baik-baik. Hari ini, banyak orang yang tidak memiliki telinga untuk mendengar.

Maleakhi 4 sudah digenapi dan dipenuhi; nubuat ini tidak memiliki penggenapan masa mendatang. Roh Elia bukanlah sesuatu yang kita cari atau tunggu. Kita memiliki hak istimewa untuk tinggal di dalam Kristus, yang lebih besar dari Elia. Seperti Yesus katakan:

Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya (Matius 11:11).

Ini baru benar-benar menyenangkan! Dan ini menempatkan tanggung jawab secara tepat di bahu kita! Kita tidak menantikan peristiwa masa depan; kita telah menerima segala yang kita butuhkan untuk hidup yang berbuah dan memuaskan!

Diterjemahkan dari buku Jonathan Welton Raptureless 2nd Edition, Lampiran 3 The Coming of Elijah.

Diterjemahkan oleh Paul Prasetyo.

Advertisements