KEMBALINYA NEFILIM

image

Baru-baru ini, muncul banyak perbincangan mengenai Nefilim. Saya akan membahas beberapa ide yang dikemukakan dalam perbincangan tersebut. Pertama, jujur saya katakan bahwa saya selalu terpesona oleh topik-topik misterius. Saya suka berpikir tentang dinosaurus, UFO, makhluk laut dalam, misteri yang belum terpecahkan, Nefilim, dan ras pra-Adam. Saya menulis bukan untuk merendahkan topik-topik ini.

Sekarang mari kita lihat kata Nefilim, yang muncul hanya dalam dua ayat Alkitab:

Nefilim [orang-orang raksasa] ada di bumi pada waktu itu-dan pada waktu sesudahnya-ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mempunyai anak dari mereka. Mereka adalah orang-orang yang gagah perkasa zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan (Kejadian 6:4 New International Version).

Kami melihat Nefilim [orang-orang raksasa] di sana (keturunan Enak yang berasal dari Nefilim). Kami terlihat seperti belalang dalam pandangan kami, demikian juga pandangan mereka terhadap kami (Bilangan 13:33 New International Version).

Dari kedua ayat ini kita belajar bahwa Nefilim adalah ras raksasa yang ada pada zaman Perjanjian Lama. Penting untuk menyadari betapa sedikitnya, di luar identitas mereka sebagai raksasa, ayat-ayat ini berbicara tentang Nefilim. Kedua ayat tersebut hampir tidak memberi kita informasi apapun, namun demikian banyak spekulasi, ekstrapolasi, dan pernyataan yang berlebihan muncul atas ayat-ayat tersebut.

Hampir semua khotbah modern tentang Nefilim berasal dari beberapa ayat Perjanjian Baru, yang beberapa orang katakan menyiratkan kembalinya para Nefilim:

Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia (Matius 24:37-39).

Beberapa orang telah menggunakan ayat-ayat ini untuk menciptakan fantasi liar tentang kembalinya roh Nefilim dari Kejadian 6 untuk menumbangkan sistem dunia dan membawa dunia kepada kesudahannya. Karena kurangnya metodologi eksegetikal yang benar, banyak orang mengkhotbahkan, berdasarkan ayat-ayat ini, kembalinya Nefilim di masa depan kita (atau mungkin bahkan di masa kini kita, tergantung se-paranoid apa pengkhotbah tersebut). Pengkhotbah modern telah mengubah Nefilim asli (ras raksasa) menjadi Nefilim modern (suatu generasi tentara-super setan menjelang akhir dunia). Ini sama sekali tidak alkitabiah. Dalam Matius 24:37, Yesus tidak bernubuat tentang kembalinya Nefilim.

Saya tidak percaya ada kebenaran dalam pengajaran  modern tentang Nefilim. Saya selalu berhati-hati dan sangat menghormati Kitab Suci, dan merasa sedih melihat para pemimpin yang telah berada dalam pelayanan selama beberapa dekade mengambil segenggam ayat-ayat Alkitab dan berspekulasi, melakukan ekstrapolasi dan melebih-lebihkan ayat-ayat tersebut hingga pada titik ayat-ayat tersebut sama sekali tidak memiliki relevansi budaya atau sejarah dengan pembaca aslinya. Kita tidak boleh terjebak dalam sensasi dan paranoia ini. Yesus tidak sedang bernubuat tentang tentara-super setan di masa depan kita.

Sebaliknya, Yesus semata sedang mengatakan saat kedatangan-Nya akan seperti pada zaman Nuh. Seperti yang telah kita bahas, dalam Matius 24 Yesus berbicara tentang penghancuran Yerusalem tahun 70 Masehi. Dengan kata lain, Dia mengatakan bahwa periode sebelum kedatangan-Nya dalam penghakiman terhadap Yerusalem (tahun 30-70 Masehi) akan seperti pada zaman Nuh. Memang demikianlah yang terjadi pada hari-hari tersebut. Nuh memberitakan air bah yang akan datang kepada orang-orang di sekelilingnya, dan orang-orang itu tidak bertobat dari dosa-dosa mereka; mereka malah binasa dalam air bah. Ini mencerminkan bagaimana lebih dari 1,1 juta orang Yahudi tidak mengindahkan suara Gereja mula-mula dan binasa dalam penghancuran. Selain itu, Nuh dan keluarganya sepenuhnya terlindung dalam bahtera, sama seperti tidak satu pun orang Kristen binasa dalam penghancuran Yerusalem. Jelas ayat-ayat ini sudah digenapi dalam sejarah dan tidak ada hubungannya, sama sekali, dengan ramalan kembalinya Nefilim di masa depan.

Diterjemahkan dari buku Jonathan Welton: Raptureless 2nd Edition-Lampiran 2 The Return of the Nephilim.

Diterjemahkan oleh Paul Prasetyo.

Advertisements