JANGAN BERDEBAT DENGAN PIKIRAN NEGATIF, ABAIKAN SAJA

image

Kita tidak boleh membiarkan keyakinan kita digoyahkan oleh keadaan kita. Kita semestinya membiarkan keyakinan itu diperkuat.

Bagaimana jika bagaimanapun keadaan Anda, benar-benar bisa menjadi sumber kekuatan bagi Anda, entah itu baik, tidak baik, atau buruk? Bagaimana jika Allah menggunakan situasi yang buruk untuk memperkuat keyakinan Anda? Bukanlah Dia seperti itu? Bagaimana jika agenda-Nya adalah, “Aku mengizinkan ini terjadi karena Aku ingin benar-benar menguatkan dirimu. Aku ingin mengajarkan kepadamu hal kecil tentang kesabaran dan ketekunan. Dekatlah dengan-Ku dan jangan panik!”

Anda menantang situasi Anda dengan apa yang Anda percayai tentang siapa Allah bagi Anda. Dengan begitu Anda berdiri dan berkata dengan lantang di hadapan situasi Anda, “Dengar, inilah siapa aku. Inilah Allah bagiku. Inilah jati diriku yang sebenarnya, dan situasi ini akan membuat aku menjadi seseorang yang lebih baik. Situasi ini akan meng-upgrade aku!”

Mengubah pola pikir Anda adalah cara terbaik menangani situasi negatif. Jangan berbantah dengan pikiran negatif. Abaikan saja! Lalu melangkahlah dengan gagah berani ke dalam pikiran Kristus untuk menemukan rencana kerelaan-Nya.

Anda harus memutuskan siapa Anda dalam Roh, dan menyadari bahwa semua situasi dalam hidup Anda bertujuan untuk meneguhkan jati diri itu.

Seperti yang tertulis di Efesus 4:20-24,

“Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”

atau di Kolose 3: 9,

“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”

Anda tidak berurusan dengan manusia lama Anda, Anda sudah menyingkirkannya.

Kita tidak perlu memelihara mayat. Kita tidak perlu menyenangkan manusia lama kita. Yang perlu kita lakukan adalah mendisiplinkan siapa kita sesungguhnya dalam Yesus.

Perbarui pikiran Anda. Pusatkan perhatian Anda kepada siapa Yesus bagi Anda, karena di situlah terletak kemerdekaan Anda. Kenakanlah manusia baru-yang ada dalam keserupaan dengan Allah-dan kebenaran akan mengalir.

Kita sering tidak menyadari betapa indah kita bagi Allah dan betapa agung kasih-Nya kepada kita. Manusia baru kita akan mengatakan kebenaran yang memerdekakan kita.

Cara pandang kita terhadap diri kita dan situasi kita akan selalu diperbarui dalam Yesus. Tidaklah alkitabiah jika kita mendengarkan manusia lama kita. Itu sama saja seperti membeli tiket pesawat kelas satu tetapi memilih melakukan perjalanan dengan bis wisata murah.

Anda adalah ciptaan baru, manusia lama Anda sudah mati. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Praktikkanlah hidup bagi Allah dalam pikiran Anda. Ingatlah selalu bahwa Anda memiliki tiket kelas satu dalam Yesus.

Minggu ini, saat Anda menyadari pikiran negatif mulai merayap masuk, mulailah mempraktikkan jati diri Anda:

Aku adalah kekasih yang dikasihi Yesus, dan aku tidak mau menetap dalam cara berpikir yang negatif, yang inferior, saat aku ingin berpikir seperti Dia. Aku ingin berpikir tentang diriku seperti Allah berpikir tentang aku.

Graham Cooke: Don’t Argue with Negative Thoughts, Ignore Them

http://brilliantperspectives.com/dont-argue-with-negative-thoughts/

Advertisements