SELURUH ISRAEL AKAN DISELAMATKAN?

image

Banyak pengkhotbah akhir zaman populer suka memulai khotbahnya dengan Roma 11:26, “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.”

Berdasarkan ayat ini mereka menyatakan bahwa kebangunan rohani orang Yahudi di masa depan akan membawa seluruh bangsa Israel kepada Yesus. Terlepas dari apakah itu yang sebenarnya dimaksudkan ayat ini atau tidak, saya setuju dengan kerinduan hati mereka, saya juga ingin melihat hal ini terjadi pada Israel dan pada setiap bangsa lain di muka bumi!

Perhatikan bahwa Roma 11:26 diawali dengan: “Dengan jalan demikian …”  Paulus sedang akan menyimpulkan pemikiran yang telah ia kembangkan. Sebagian besar pemikiran Paulus dikembangkan antara pasal 9 hingga 11, namun sebenarnya pemikiran itu adalah benang merah keseluruhan Kitab Roma.

Dalam Kitab Roma, Paulus menunjukkan bahwa Allah tidak lagi terfokus pada batasan rasial. Ras tidak lagi memiliki konsekuensi apapun, karena tanda yang membedakan umat Allah yang sejati adalah iman. “Sebab Allah tidak memandang bulu” (Roma 2:11).

Menurut Paulus, “Seseorang yang disebut Yahudi bukanlah orang yang Yahudi secara lahiriah, dan yang disebut sunat bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Bukan, yang disebut Yahudi adalah orang yang batiniahnya Yahudi, dan yang disebut sunat adalah sunat hati, oleh Roh Kudus, bukan berdasarkan hukum yang tertulis. Pujian bagi orang yang demikian datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah” (Roma 2:28‭-‬29 New International Version).

Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa Abraham bukan hanya bapa orang-orang Yahudi secara jasmani, tetapi adalah bapa orang-orang yang berjalan dalam iman: “Karena itu, janji itu datang lewat iman, sehingga merupakan kasih karunia dan berlaku bagi semua keturunan Abraham – bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Dialah bapa kita semua. Seperti ada tertulis: ‘Aku telah menetapkan engkau menjadi bapa banyak bangsa'” (Roma 4:16‭-‬17 New International Version).

Sikap Paulus paling jelas terlihat di awal Roma pasal sembilan: “Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: ‘Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.’ Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar” (Roma 9:6‭-‬8).

Sejauh ini, Paulus menyatakan bahwa (1) Allah tidak pandang bulu (tidak menunjukkan favoritisme atas ras tertentu), (2) orang-orang yang beriman (Yahudi atau bukan Yahudi) adalah keturunan sejati Abraham dan, (3) orang-orang yang adalah keturunan Abraham secara jasmani (orang-orang Yahudi) tidak secara otomatis dianggap sebagai Israel di mata Allah; hanya mereka yang beriman di dalam Yesus yang dianggap sebagai Israel.

Paul menyatakan kembali argumennya dalam Roma 10:12: “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.”

Inilah latar belakang yang menuntun pembaca kepada konteks kesimpulan Paulus dalam Roma 11:26, “Dan dengan jalan demikian …” Dengan jalan apa, Paulus? Bahwa Allah menganggap hanya orang-orang yang beriman dalam Yesus merupakan Israel sejati. Jadi dengan jalan demikian, seluruh Israel akan diselamatkan!

Mungkin kita telah membangun kembali tembok dan sekat rasial, tetapi Yesus telah datang untuk meruntuhkan tembok itu dan Ia telah membuat orang Yahudi dan bukan Yahudi menjadi satu manusia baru. Apa yang Yesus lakukan adalah fakta yang telah digenapi di masa lampau, bukan sebuah janji untuk masa depan. Jangan biarkan pengajar-pengkhotbah rasis menyesatkan Anda kembali ke bawah perjanjian lama.

Jonathan Welton: All Israel Will be Saved?; September 1, 2014.

https://weltonacademy.com/blogs/jonathanwelton/50140417-all-israel-will-be-saved

Advertisements