KASIH KARUNIA BUKAN ANUGERAH YANG TIDAK LAYAK KITA TERIMA

image

Saya terkenang suatu masa dalam hidup saya ketika Tuhan mengajari saya tentang kasih karunia. Setelah sekitar dua atau tiga tahun, saya mempelajari pelajaran utama ketika Dia berkata,

“Graham, Aku ingin engkau sampai pada suatu titik yang di dalamnya tidak ada yang namanya situasi baik atau situasi buruk, tidak ada yang namanya hari baik atau hari buruk; yang ada hanyalah hari-hari kasih karunia.”

Saat kita hidup sebagai manusia baru, kita tidak lagi memandang hari-hari kita dalam kategori baik atau buruk. Setiap hari dipenuhi oleh kasih karunia Allah karena kita hidup di dalam Yesus. Baik keadaan kita maupun tindakan kita tidak menentukan takaran kasih karunia yang kita terima.

Kita menerima kasih karunia-Nya semata-mata karena kita ada di dalam Kristus.

Hal ini akan mengubah pandangan kita tentang kehidupan dan melepaskan tekanan dari diri kita sendiri, karena kasih karunia-Nya terus-menerus menguatkan, meneguhkan, memberi kita kuasa dan memberdayakan kita tidak peduli apapun yang terjadi.

Hidup di dalam Yesus sebagai ciptaan baru berarti kita menjalani sebuah kehidupan yang dikuatkan dan diberdayakan.

Jika Anda rindu mengalami kasih karunia Allah dengan cara yang baru dan segar hari ini, renungkanlah “surat dari Allah” ini. Saya yakin Anda akan menemukan kemerdekaan yang baru saat Anda secara berkelanjutan hidup dalam kasih karunia.

“Kasih karunia tidak bisa dilepaskan dari tujuan utama-Ku, yaitu menjadikanmu anak-anak-Ku. Aku menginginkan anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan, dan kasih karunia adalah cara yang Kupilih untuk membuat hubungan denganmu. Di posisi inilah engkau melihat, mengenal dan merasakan hati-Ku yang berisi kasih sayang-Ku yang besar bagimu. Sayang-Ku, jika kasih karunia belum terlihat mulia saat ini bagimu, itu adalah tanda bahwa engkau memiliki sesuatu yang sangat besar dan berharga yang harus ditemukan dalam hubungan kita.

Kasih karunia terikat dengan sifat-Ku dan dengan hubungan yang Kuinginkan Kumiliki bersamamu. Karena itulah kasih karunia tidak pernah merupakan anugerah yang tidak layak engkau terima. Aku memberikan kasih karunia bukan karena siapa engkau atau karena perbuatanmu sebagai seorang Kristen. Aku memberikan kasih karunia karena siapa AKU dan karena Yesus tinggal di dalammu! Aku memberikan kasih karunia karena Dia. Dia adalah Manusia Baru yang hidup di dalammu yang mengajar dan memperlihatkan hubungan Kami di dalam engkau.

Ungkapan “kasih karunia sebagai anugerah yang tidak layak diterima” (undeserved favor) adalah ungkapan paling mengecilkan, paling lemah, dan paling tidak efektif mencerminkan sifat atau kodrat Kami di dalam engkau. Jika kasih karunia adalah anugerah yang tidak layak diterima maka Yesus tidak akan pernah menerimanya, atau kalaupun Dia menerimanya, itu berarti Dia pasti telah melakukan kesalahan sehingga perlu menerima kasih karunia jenis itu, yang berarti Dia tidak layak menjadi Juruselamatmu!

Kasih karunia adalah hadirat-Ku di dalammu yang memberimu kekuatan dan kuasa yang memungkinkanmu menjadi manusia yang Aku lihat saat Aku memandangmu.

Sayang-Ku, Aku hanya melihat Yesus di dalam engkau dan engkau di dalam Dia. Ini sangat menyukakan bagi-Ku. Aku sungguh menyukai kenyataan bahwa setiap kali Aku melihat engkau, yang Aku lihat adalah Dia. Saat engkau melakukan yang baik dan belajar dengan baik, Aku melihat Dia. Saat engkau melakukan yang buruk dan tidak belajar dengan baik, Aku masih melihat diri-Nya dan Aku menanggapi Dia yang ada di dalam engkau! Inilah anugerah yang berlimpah yang Kucurahkan kepadamu.”

Saya ingin mendengar bagaimana Anda mengalami kasih karunia-Nya.

Semoga kita mengalami hari-hari yang dipenuhi kasih karunia-Nya!

Graham Cooke: Grace Is Not Undeserved Favor; December 6, 2016.

http://brilliantperspectives.com/grace-not-undeserved-favor/

Advertisements