ALLAH TIDAK MENGANGGAP KESALAHAN KITA SEBAGAI HAL YANG SALAH

image

Ketika kita melakukan kesalahan, Allah tidak melihatnya sebagai hal yang salah. Dalam kemurahan hati-Nya yang indah, Ia memandang hal itu sebagai pembelajaran.

Sayangnya, kita telah diajarkan sebaliknya. Seberapa sering Anda merasakan tekanan harus melakukan yang benar untuk menghindari konsekuensi jika Anda berbuat salah? Ini adalah efek samping sistem pendidikan dan agama yang telah mengajar kita harus selalu sempurna, tanpa menyisakan ruang melakukan kesalahan. Namun, bagaimanakah seharusnya kita melakukan sesuatu yang “benar” saat kita masih dalam tahap belajar?

Allah tidak beroperasi dengan cara demikian. Dia lebih suka kita mempelajari bagaimana hidup sebagai ciptaan baru, ketimbang harus melakukan segala sesuatu dengan benar setiap saat. Dia tidak pernah mengharapkan kita menjadi sempurna dengan kekuatan kita sendiri; Dia ingin kita hidup dalam Yesus dan menikmati setiap tahap prosesnya.

Bagi Dia, kesalahan kita bukanlah sesuatu yang salah; sebaliknya, kesalahan itu adalah kesempatan lain bagi kita untuk belajar.

Anugerah-Nya memberi kita kekuatan dan memampukan kita belajar dari pengalaman sehari-hari, karena maksud hati-Nya adalah menjadikan dan membentuk kita serupa dan segambar dengan Dia. Dia menyuruh kita menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Renungkanlah Efesus 4:22-24 New International Version berikut:

“Kamu telah menerima pengajaran, mengenai kehidupan kamu yang dahulu, supaya menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan; supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan sesuai dengan gambar Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”

Fokus kita haruslah selalu pada belajar bagaimana hidup dalam hidup yang baru.

Jika Yesus telah menghapus dosa kita, Allah tidak akan membiarkan siapa pun menghadirkannya kembali. Oleh karena itu, kita tidak boleh hidup dalam budaya sadar dosa. Dosa berfokus pada kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Kebenaran berfokus pada siapa kita jadinya di dalam Yesus; memungkinkan kita belajar dan bertumbuh sebagai manusia baru.

Pikiran Tuhan tentang kita tidak pernah berubah. Dia bekerjasama dengan kita saat kita belajar bagaimana hidup sebagai manusia baru. Saat kita terjatuh dalam proses itu, tidak lantas membuat Dia kembali memandang kita sebagai manusia lama. Dia hanya fokus pada manusia baru. Dia selalu adalah 100% kebenaran, dan kita harusnya demikian juga!

Sahabat, saya dorong Anda untuk tetap fokus pada pembelajaran Anda. Kita semua sedang bertumbuh sesuai dengan maksud hati-Nya dan rancangan-Nya. Jangan takut membuat kesalahan dalam proses ini; Allah tidak memperhitungkannya kepada Anda!

Graham Cooke: God Doesn’t See Our Mistakes As Wrong; December 13, 2016.

http://brilliantperspectives.com/god-doesnt-see-our-mistakes-as-wrong/

Advertisements