DIKARUNIAI SEGALA BERKAT DI DALAM KRISTUS

image

“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: …”
(Ulangan 28:1‭-‬2)

Pasal ini berisi syarat-syarat menerima berkat dan kutuk Allah di tanah perjanjian bagi orang Israel. Tiga belas ayat pertama berisi janji Allah bahwa Dia akan memberkati Israel jika mereka setia, sedangkan ayat 15-68 adalah daftar yang lebih panjang berisi kutuk yang akan menimpa mereka jika mereka tidak setia.

Berkat-berkat perjanjian lama merupakan sesuatu yang ditentukan oleh perbuatan atau kinerja. Ketika kita mendasarkan kehidupan Kekristenan kita pada pola perjanjian yang lama (old covenant), itu artinya kita membatalkan dan meniadakan janji-janji berdasarkan perjanjian baru (new covenant) dalam hidup kita. Hal mendasar tentang perjanjian lama adalah perjanjian itu merupakan akad atau perjanjian antara Allah yang sempurna dan manusia yang tidak sempurna. Dalam perjanjian yang demikian tidak seorang manusia pun akan dapat menikmati kepenuhan berkat Allah.

Dengan menggenapi setiap ketentuan hukum perjanjian lama dengan sempurna sebagai perwakilan kita, Yesus dikaruniai segala berkat tanpa ada kutuk yang menyertai. Sehingga TIDAK ADA anak Allah yang diberkati dan dikutuk pada saat yang sama. Yesus mewakili kita, karena Dia tahu persis kita tidak akan pernah mampu menaati hukum perjanjian lama dengan sempurna. Penggenapan-Nya mendatangkan atas Dia berkat Allah, yang Dia pertukarkan dengan segala pelanggaran kita. Dengan demikian, Yesus menanggung segala kutuk yang seharusnya ditanggungkan atas manusia, sehingga manusia dapat menerima segala berkat yang Yesus terima karena kesempurnaan-Nya menaati hukum.

Sungguh sangat disayangkan demikian banyak pendeta atau pemimpin jemaat yang menaruh kutuk atas jemaat mereka dengan alasan telah berkelakuan tidak baik, tidak membayar persembahan dan persepuluhan, atau karena jemaat meninggalkan pelayanan mereka. Pula dikatakan jemaat harus melakukan perbuatan-perbuatan baik (berpuasa, menginjil, memberi persembahan) agar memenuhi syarat menerima berkat Allah. Ini sama saja dengan merangkul roh perjanjian lama saat menghidupi yang baru.

Yang harus kita pahami saat membaca Ulangan 28 adalah ini. Kita menerima segala berkat yang tercantum dalam tiga belas ayat pertama karena kita beriman kepada karya Kristus yang paripurna, kita menerima semua yang telah Dia bayar. Tidak ada orang Kristen yang perlu mempelajari daftar kutuk yang tercantum dalam pasal ini dan kuatir mereka mungkin hidup di dalamnya, karena apa yang telah Allah berkati, tidak ada yang dapat membalikkannya (lihat Bilangan 23:20).

Mengapa banyak orang Kristen yang getol sekali mengatakan dan mengajarkan kepada orang Kristen lain bahwa mereka mungkin sedang dikutuk karena perbuatan buruk yang mereka lakukan dalam hidup mereka? Orang-orang ini menyuruh mereka mengingat dan mendaftar setiap dosa dalam hidup mereka. Jika Anda terlibat dalam perburuan dosa, akan selalu ada satu dosa lagi yang Anda temukan. Hal ini terjadi karena orang-orang ini tidak mengerti betapa sempurnanya karya Kristus yang sempurna itu.

Kita harusnya selalu memandang kepada Sang Anak yang ada di dalam kita, bukannya mencatat dengan saksama dosa-dosa kita. Alkitab katakan, “Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ‘Amin’ untuk memuliakan Allah” (2 Korintus 1:20). Segala berkat kita terima bukan karena perbuatan baik kita, tetapi perbuatan baik-Nya. Kristus yang ada di dalam kita, adalah pengharapan akan kemuliaan (Kolose 1:27). Inilah yang namanya kasih karunia atau anugerah. Dialah yang melayakkan dan membuat kita memenuhi syarat menerima berkat Allah dan Dia tinggal di dalam kita. Jadi secara praktis adalah mustahil Anda tidak diberkati tahun ini dan sepanjang hidup Anda.

image

Aspek menarik lainnya adalah bahwa berkat-berkat Allah adalah ‘Ya’ di dalam Yesus. Mengapa demikian? Di bawah perjanjian lama Israel hanya mengatakan “Amin” atas kutuk. Anda dapat menemukannya dalam Ulangan 27. Pasal 27 ditutup dengan 12 ayat yang diawali dengan “Terkutuklah”.

Kata-kata kutuk ini mendahului berkat-berkat dalam pasal 28 yang menunjukkan bahwa kutuk mendahului berkat. Yesus menanggung kutuk kita agar kita bisa menerima berkat-Nya, dan kutuk itu sudah diselesaikan saat kita tinggal di dalam kebaikan-Nya.

Yesus Sang “Amin” telah memeteraikan berkat-berkat Allah atas hidup Anda dengan darah-Nya. Jadi Anda dapat menerima yang terbaik dalam hidup Anda di tahun yang baru ini dan di tahun-tahun berikutnya sepanjang umur Anda. Terimalah apa yang adalah bagian Anda oleh iman dan berkuasalah dalam hidup.

Tidak ada syarat apapun. Semuanya tersedia oleh iman kepada kasih karunia-Nya. Sesederhana itu.

Simeon Edigbe: Already Blessed in Jesus; January 3, 2015.

http://reigninglife.blogspot.co.id/2015/01/already-blessed-in-jesus.html

Advertisements