TINGGAL TENANG ADALAH KEKUATAN

image

Anda tahu kan Jason Bourne? Dia adalah tokoh pembunuh yang bekerja bagi sebuah badan rahasia, yang kehilangan ingatan dan yang kemudian mencoba mencari tahu siapa dirinya sebenarnya. Mungkin Anda sudah membaca novel atau menonton filmnya.

Tahun 1981, saya membaca novel Bourne Identity. Saya sedang membaca bagian saat Jason Bourne sedang dikejar-kejar oleh beberapa kelompok berbeda dan berada dalam situasi sangat terdesak. Hidupnya selalu terancam bahaya dan dia bisa mengingat kilasan potongan masa lalunya pada momen-momen tekanan tinggi tersebut.

Dalam suatu kilas balik, ia mendengar “Makanlah selagi kau bisa. Tidurlah setiap kali kau sempat. Karena tidur adalah kekuatan.” Namun saat saya membacanya, saya mendengar, “Tinggal tenang adalah kekuatan.” Saya coba membacanya lagi dan hal yang sama terjadi lagi, “Tinggal tenang adalah kekuatan.”

Saya ingat saat itu saya berseru suara keras, “Bukan itu yang tertulis! Bukan begitu yang tertulis! Tertulis di sini ‘ti- adalah kekuatan,’ dan aku bahkan tidak mampu mengucapkan kata tidur. ‘Tinggal tenang adalah kekuatan.'” (Lucu … dan aneh!)

Saat itu, saya mendengar Roh Kudus berbisik, “Aku akan memberikanmu ketenangan/kelegaan.”

image

Saya buka Matius 11:28-30, dan Tuhan mulai berbicara kepada saya.

“Graham, saat engkau letih lesu dan berbeban berat, datanglah kepada-Ku dan Aku akan menggantikan beban berat itu dengan ketenangan dan kelegaan. Melangkahlah ke dalam damai sejahtera-Ku dan pelajarilah bagaimana Aku tetap tenang. Bawa semua hal negatif yang disebabkan oleh beratnya tekanan hidupmu kepada-Ku. Kau akan dapat mengenyahkan kemarahan dan frustrasi, hanya dengan membiarkan dirimu merasakan kelemahlembutan-Ku. Karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan engkau akan belajar lebih cepat jika dengan kerendahan hati. Aku berjanji engkau akan menemukan ketenangan dalam pikiranmu, emosimu, keinginanmu, dan jiwamu yang selama ini resah dan gelisah. Dalam tinggal tenang bebanmu akan lebih mudah dan ringan. Karena tinggal tenang adalah kekuatan.”

Sejak saat itu, saya terus mempraktikkan tinggal tenang sebagai gaya hidup harian saya.

Saya melakukannya setiap hari. Saat ada sesuatu yang terjadi, daripada merasa tegang dan cemas, saya MEMILIH hidup dalam posisi tenang dan damai. Saya sungguh-sungguh menggunakan ketenangan sebagai senjata melawan musuh dan apa yang sedang dia coba lakukan.

Musuh tidak akan mampu menembus ketenangan Anda jika Anda mempraktikkannya sebagai gaya hidup.

Anda akan tiba di suatu titik tempat Anda mulai melepaskan kecemasan dan kekuatiran. Ini adalah pengalaman luar biasa bagi saya yang telah terbiasa dengan perasaan tidak layak, tidak aman, dan cemas tentang banyak hal.

Jangan takut saat musuh menghujani kita dengan situasi penuh kegelisahan dan tekanan. Jika kita belajar bagaimana mempraktikkan tinggal tenang sebagai gaya hidup, kita punya kekuatan berupa senjata mematikan melawan dia. Senjata yang akan membawa kita ke dalam tingkatan damai sejahtera yang lebih tinggi dan melumpuhkan dia pada saat bersamaan.

Begitulah hidup yang berkemenangan! Ditambah lagi, tinggal tenang membuat kita menikmati kehidupan yang jauh lebih menyenangkan!

Graham Cooke: Rest is A Weapon; January 10, 2017.

http://brilliantperspectives.com/rest-is-a-weapon/

Advertisements