BAGAIMANA BERMITRA DENGAN ALLAH MENCAPAI IMPIAN YANG MUSTAHIL

image

Pernahkah Allah pernah berbicara kepada Anda tentang sesuatu yang tidak begitu Anda sukai atau sesuatu yang malah membuat Anda bingung? Mungkin berupa kata-kata nubuat yang bagi Anda sepertinya adalah hal yang tidak mungkin?

Saya pernah menerima kata-kata nubuat seperti itu pada tahun 1981. Beberapa gereja dalam jaringan kerja kami bertemu dalam konferensi tahunan dan saya dipanggil. Para pemimpin gereja berulang kali mengatakan bahwa Allah memberitahu mereka, “Graham akan menulis buku dan buku dan buku. Banyak buku. Dia akan menulis artikel majalah, dan apa yang dia tulis akan tersebar ke seluruh dunia.”

Masalahnya adalah saya tidak pernah menulis apa pun, bahkan daftar belanja pun tidak!

Ibu saya menanggapinya dengan sangat baik. Dia katakan, “Graham tidak pernah sekolah, ia biasanya bertemu teman-temannya sepulang mereka dari sekolah.” Begitulah pendidikan saya; bukan pendidikan yang formal.

Saya tidak tahu bagaimana caranya menulis, apalagi menulis buku. Nubuat menulis buku itu benar-benar menggentarkan saya dan membuat saya tertekan setelah konferensi itu. Saya ciut dan ibarat punya kartu baseball, saya ingin sekali menukar kata-kata nubuat yang saya terima dengan nubuat orang lain. Saya tidak peduli jika nubuat itu mengatakan Anda akan menjadi perampok bank atau menjadi martir ketika Anda berusia dua puluh enam tahun, saya tetap ingin menukarnya dengan Anda! Saya tidak ingin menulis, dan hal menulis sungguh membuat saya terkena serangan panik.

Sampai suatu hari, seseorang mendorong saya untuk menulis kartu kepada seorang teman. Saya melakukannya, dan saya mulai menyukai menulis. Saya mulai menyukai menulis kata-kata pemberi semangat. Lalu saya mulai menulis sebuah surat utuh kepada beberapa orang, dan saya menyadari ternyata saya bisa menghasilkan karya yang benar-benar dengan senang hati ingin saya bagikan kepada orang lain. Suatu ketika, saya menulis artikel yang menjangkau lebih banyak orang. Saya senang telah bisa menghasilkan sesuatu yang tak lekang oleh waktu. Dan saya sangat menyukai proses kreatif bekerja bersama Roh Kudus.

Bertindak ternyata mematahkan sesuatu di dalam diri saya.

Ada hal-hal tertentu yang sedemikian besar sehingga Anda perlu memilah-milahnya menjadi sesuatu yang lebih kecil dan bisa dilakukan. Bisakah Anda menulis sebuah kartu kepada seorang teman? Bisakah Anda menulis surat? Bisakah Anda menulis sebuah artikel? Nah, jika Anda bisa melakukan itu, maka Anda mampu melakukan yang lebih besar.

Singkat cerita, sepuluh tahun setelah menerima nubuat yang saya benci itu, saya menulis buku pertama saya, yang diterbitkan tahun 1994. Sejak itu, saya telah menulis dua puluh buku, dan menjadi penulis tamu dalam dua buku yang ditulis bersama dua sahabat saya.

Selama dalam proses ini, saya mendapat epifani atau pencerahan.

Saya menyadari bahwa dengan terus-menerus melakukan hal-hal kecil -seperti menulis kata-kata penyemangat bagi para sahabat- mulai mengubah sesuatu di dalam diri saya: mengikis perasaan tidak layak dan tidak aman yang telah bercokol dalam diri saya selama bertahun-tahun.

Jadi, jangan menganggap remeh atau membenci permulaan yang tampaknya kecil. Jika Anda mempunyai mimpi besar dalam hati Anda atau ada nubuat “mustahil” yang Allah sampaikan tentang Anda, lakukanlah hal-hal kecil yang sejalan dengan impian atau nubuat itu, hari ini.

Lihatlah yang terjadi pada saya. Hal-hal kecil mengubah segalanya!

Graham Cooke: How to Partner with God to Fulfill Impossible Dreams; January 5, 2017.

http://brilliantperspectives.com/fulfill-impossible-dreams/

Advertisements