MENJELAJAHI WILAYAH BARU KITA DALAM KRISTUS


Ketika kita memulai perjalanan bersama Allah, “kepenuhan” dari “seluruh kepenuhan Kristus” tidak diberikan sekaligus kepada kita. Sebaliknya, kita memasuki wilayah yang begitu luas yang butuh seumur hidup kita untuk dijelajahi dan dieksplorasi.

Sebagai ciptaan baru, kita terus berkembang dan bertumbuh kepada kepenuhan Kristus karena Yesus adalah “negeri” yang amat-sangat luas. Kita harus menjadi penjelajah yang terus-menerus menemukan sesuatu yang baru bersama Allah.

Kita semua belajar bagaimana untuk mengeksplorasi tanah yang ada di hadapan kita, untuk menggali janji-janji dan kebenaran baru yang Allah taruh dalam hidup kita.

Bagian penting eksplorasi ini adalah belajar bagaimana tetap tenang pada masa ketegangan dan kebingungan.

Saat Allah melakukan hal yang baru, hal itu sering berbenturan dengan cara berpikir yang sudah tertanam dalam diri kita, dan itu menimbulkan ketegangan. Hal ini dapat menciptakan tekanan internal, memberi kita pilihan antara tetap pada posisi kita saat ini atau mengambil kesempatan untuk menaik-tingkatkan pemikiran kita.

Ketegangan internal sebenarnya adalah cara Allah memberikan Anda kesempatan untuk melepaskan cara pikir yang lama dan bergerak menuju yang baru. Inilah yang disebut pertobatan yang sesungguhnya.

Ketika menjelajahi wilayah baru bersama Yesus, kita harus cepat mempraktikkan pertobatan Perjanjian Baru, yang berbeda dari pertobatan Perjanjian Lama.

Dalam Perjanjian Lama orang bertobat (berbalik dari) meninggalkan dosa atau kesalahan yang mereka lakukan. Tetapi kunci berada di dalam Yesus, adalah kita tidak lagi bertobat sebagai manusia lama, karena yang lama sudah berlalu. Manusia lama sudah mati. Hal ini memberi kesempatan indah bagi kita untuk belajar menjadi manusia yang benar-benar baru, dan Roh Kudus akan menolong kita menjelajahi wilayah ini.

Jadi jika Anda membuat kesalahan, maka cara Anda minta ampun bukan dengan mengatakan, “Tuhan, ampunilah aku dari dosaku,” karena semua dosa dan manusia lama Anda sudah mati di kayu salib. Sebaliknya, kita belajar hidup kudus, belajar mengeksplorasi kebenaran.

Pertobatan Perjanjian Baru adalah tentang berbalik kepada.

Jika Anda merasa cemas, yang adalah perilaku manusia lama, Anda tidak perlu bertobat dari kecemasan karena hal itu sudah mati bersama Kristus di kayu salib. Yang perlu Anda katakan adalah,

“Tuhan, Kau memberiku kesempatan indah untuk menjadi damai sejahtera tetapi aku tidak memanfaatkannya. Ampuni aku karena tidak damai sejahtera, dan berikan aku kesempatan lain untuk mempelajarinya sehingga aku memahaminya. ”

Inilah persisnya yang saya telah pelajari, dan sudah lebih dari sembilan belas tahun sejak saya merasa kuatir tentang sesuatu, karena Raja Damai itu masuk ke dalam hidup saya dan tidak pernah pergi. Saat-saat saya harusnya merasa kuatir saya gunakan untuk mempelajari damai sejahtera. Sungguh sebuah wilayah yang luas untuk dijelajahi.

Jadi lain kali Anda menemukan diri Anda berhadapan dengan sesuatu yang negatif, berhentilah satu menit untuk mengingat bahwa apapun yang negatif itu sudah mati bersama Kristus di kayu salib. Mintalah Roh Kudus menunjukkan wilayah baru apa yang Ia ingin Anda jelajahi, dan tetapkan tujuan Anda untuk mengalami pembelajaran yang mengubahkan. Saya tahu hasilnya akan sepadan.
Graham Cooke: How to Explore New Territory in Jesus; January 24, 2017.

http://brilliantperspectives.com/explore-new-territory/

Advertisements