TIDAK ADA LUBANG YANG BEGITU DALAM YANG DIA TIDAK ADA DI DALAMNYA

image

Bertahun-tahun yang lalu, saya pernah berdoa “Aku ingin mengenal-Mu lebih dalam lagi, Tuhan.” Apa yang terjadi selanjutnya adalah gambaran selera humor-Nya yang ‘nyeleneh.’

Tidak lama setelah menaikkan doa tadi, saya kehilangan pelayanan saya dan satu-satunya pekerjaan yang bisa saya dapatkan pada saat itu adalah menjadi penggali kubur.

Suatu ketika, saya mendapat tugas menggali makam keluarga yang dalamnya enam belas kaki (sekitar 4,8 meter).

Saya membawa peralatan berupa tangga, sekop, dan ember; dan sepanjang hari, saya menggali tanah, mengisikannya ke ember dan membawanya menaiki tangga ke permukaan. Tidak perlu dikatakan, itu bukanlah puncak karir saya. 🙂

Suatu saat ketika sedang menggali, rekan-rekan kerja saya pikir pasti lucu jadinya jika mereka menyembunyikan tangga saya dan membiarkan saya di lubang kubur yang jenis tanahnya adalah tanah liat itu. Melengkapi penderitaan saya, hujan lebat mulai turun dan saya basah kuyup dari kepala hingga kaki di dalam sana.

Saya berdiri dalam genangan air setinggi dua belas inci (sekitar 30 cm), menggigil kedinginan dan kelaparan. Saya tidak bisa melanjutkan penggalian karena semua telah berubah menjadi bubur lumpur pekat. Jadi, saya menyembah Tuhan saja, karena tidak ada lagi yang bisa saya lakukan.

Saat itu, yang terlintas di pikiran saya adalah, “Tuhan, inikah cara-Mu membawaku mengenal-Mu lebih dalam? Dengan beneran menempatkan aku dalam sebuah lubang?”

Sorenya, rekan-rekan saya menurunkan tangga dan sambil tertawa-tawa menarik saya keluar dari lubang. (Keesokan harinya, saya membawa tali dan mengikat tangga itu ke pinggang saya!)

Beberapa tahun kemudian, saya mendengar sebuah lagu berjudul “I Will Always Love You” yang dinyanyikan oleh Joe King.

Lagu ini menyatakan siapa Tuhan bagi kita di masa-masa sulit, dan saat saya mendengarkan salah satu barisnya, saya langsung teringat momen berada di lubang kubur dan Tuhan memberi saya sebuah pencerahan tentang peristiwa itu.

“Tidak ada lubang yang begitu dalam yang Aku tidak ada di dalamnya…”

Jika saat ini Anda berada di tempat yang rendah, Dia dengan sukarela berada di tempat itu bersama Anda. Dia tidak akan melepaskan Anda walaupun segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan Dia tidak akan meninggalkan Anda saat Anda tak jua memahami pelajaran Anda. Dia tidak akan pernah membiarkan Anda.

Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda, dan Dia tidak berubah. Dia tidak akan pernah berubah, tidak peduli seperti apa Anda terlihat. Tidak peduli seberapa baik atau seberapa buruknya Anda. Dia tidak akan pernah berubah. Dia sama baiknya kepada Anda pada hari terburuk Anda seperti pada hari terbaik Anda.

Renungkanlah ayat-ayat dari Roma 8 berikut.

Dalam ayat-ayat ini terdapat sebuah daftar seluruh hal-hal yang sungguh berat dan sulit, tetapi tidak satupun daripadanya yang dapat memisahkan kita dari Dia:

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
(Roma 8:38‭-‬39)

Kita ini kadang-kadang menggelikan. Kita suka mengatakan kepada Tuhan -biasanya pada saat situasi baik- untuk membawa kita mengenal-Nya lebih dalam.

Seperti kisah saya, doa semacam ini akan menempatkan kita mengalami kekuatan kasih-Nya, tidak peduli apa yang terjadi pada hidup kita.

Saya harap Anda merasakan kasih-Nya dicurahkan atas Anda hari ini, tidak peduli apa yang sedang Anda alami.

Graham Cooke: No Pit is So Deep That He’s Not Deeper Still; January 17, 2017.

http://brilliantperspectives.com/no-pit-is-so-deep/

Advertisements