TAKHTA PENGADILAN KRISTUS

image

Kita kadang berpikir terlalu jauh mengenai takhta pengadilan Kristus, seolah Dia akan melempar kita ke neraka jika kita melakukan yang jahat.

Penting kita sadari bahwa bahasa Yunani yang digunakan adalah bahasa Yunani Kuno. Anda tidak akan dihukum untuk “kejahatan” yang telah Anda melakukan.

Jujur saja, kita semua melakukan kejahatan bahkan setelah kita datang kepada Kristus. Jika itu yang menjadi ukuran, kita semua pasti berakhir dalam hukuman kekal.

Anda mungkin berkata “Ah Simon, Anda memberi orang izin berbuat dosa.” Dengarkan saya baik-baik. Bukan itu yang saya sedang saya sampaikan.

Sangat penting kita sadari bahwa teologi Paulus didasarkan pada Perjanjian Lama (Old Testament).

Sehingga ketika Paulus berbicara tentang takhta pengadilan, yang ada di pikirannya adalah takhta atau kursi pengadilan dalam Perjanjian Lama, yang adalah bayangan.

Takhta itu disebut Tutup Pendamaian (the Mercy Seat). Dikelilingi oleh dua malaikat. Di bagian atas Tabut.

Disebut sebagai Tutup Pendamaian karena dengan memercikkan darah domba ke atasnya kita memperoleh kemurahan dan pendamaian.

Saat melihat makam Yesus, Anda melihat dua malaikat yang sama. Tabut dalam bahasa Ibrani berarti peti mati. Tabut adalah bayangan dari benda yang sebenarnya. Makam Yesus.

Di dalam Tabut kita menemukan semua unsur penghakiman. Hukum Taurat, manna dan tongkat Harun. Semua itu telah terkubur. Di makam Yesus, Tuhan mengakhiri dan mengubur semua yang menghakimi kita.

Kolose 2:13-14
“Ketika kamu dulu mati dalam dosa-dosamu dan dalam kodratmu yang penuh dosa, Allah menghidupkanmu bersama Kristus. Dia mengampuni seluruh dosa kita, dengan membatalkan semua hukum yang tertulis, berikut seluruh ketentuannya, yang mendakwa kita dan melawan kita; Dia meniadakannya dengan memakukannya pada kayu salib.”

Jadi, saat Anda menemukan kata “takhta pengadilan Kristus,’ harap perhatikan hal ini: Itu adalah takhta kasih karunia.

Ibrani 4:14-16
“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Kita berada di hadapan takhta itu karena semua kejahatan yang kita lakukan, kita menemukan kasih karunia sehingga kita diampuni dan dikasihi.

Bagaimana mungkin kita bisa terus berdosa setelah hidup kita dijamah oleh takhta kasih karunia?

Takhta pengadilan Kristus adalah takhta kasih karunia.

Saya harap Anda diberkati. Silakan dibagikan jika demikian adanya.

Simon Yap: The judgment seat of Christ; October 26, 2014.

https://hischarisisenough.wordpress.com/2014/10/26/the-judgment-seat-of-christ/

Advertisements