ALLAH TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN

Kebenarannya adalah tidak peduli apakah Anda berhasil atau gagal, Allah tidak akan mengasihi Anda dengan cara berbeda. Anda bisa jadi adalah manusia terbaik yang pernah ada, Dia mengasihi Anda 100%. Anda bisa jadi adalah manusia ‘gatot’ alias gagal total, Dia tetap mengasihi Anda 100%.
Inilah satu hal yang paling saya sukai tentang Tuhan: kasih-Nya tidak pernah membeda-bedakan.

Kita suka membeda-bedakan, tetapi Dia tidak. Dan kita harus mulai berpikir dengan cara ini jika ingin menjalani kehidupan di tingkatan yang lebih tinggi dalam Yesus.

Namun, ketika hidup dalam budaya yang hanya menyanjung apa yang bernilai atau apa yang membuatnya tertarik, kita sering berpikir Allah juga demikian. Budaya kita tertarik kepada kesuksesan dan membenci kegagalan. Dan entah bagaimana pemikiran ini telah menyelinap ke seluruh dunia Kristen, dan sebagian dari kita percaya bahwa “Aku gagal,” dan “Allah sudah muak denganku.”

Ini jauh dari kebenaran.

Dia tidak pernah melihat Anda sebagai kegagalan, Dia tidak pernah muak melihat Anda.

Dia mengenal Anda, dan Dia 100% berkomitmen dengan Anda. Sesungguhnya, Allah tidak melihat beda antara keberhasilan dan kegagalan saat Ia mengasihi.

Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menjelajahi betapa radikal dan luarbiasanya saya dikasihi. Dalam proses ini, saya menemukan bahwa Allah tidak merasa malu, dan Dia tidak menghukum. Dia mengasihi, tidak lebih tidak kurang. Itulah siapa Dia.

Tahukah Anda bahwa bahasa Yunani sebenarnya memiliki setidaknya empat kata yang berbeda untuk ‘kasih’ dan Inggris hanya memiliki satu (love)? Kita menggunakan kata yang sama ketika kita mengatakan, “Aku mengasihimu, Tuhan (I love you, Lord),” seperti yang kita gunakan saat kita mengatakan, “Aku sayang anjingku (I love my dog),” atau “Aku suka es krim (I love ice cream),” atau “Aku suka baseball (I love baseball).”

Jika Anda membaca bagaimana orang-orang Kristen mula-mula mulai memberitakan kasih Allah dan seperti apa Dia sebenar-benar- benar-benarnya, ternyata mereka tidak menemukan kata dalam bahasa apapun yang secara memadai mampu menggambarkan seperti apa Allah itu, sehingga mereka menciptakan sebuah kata. Demikianlah kata ‘agape‘ bermula.

Agape adalah kasih mutlak tanpa syarat bagi siapa pun.

Anda tidak harus jadi baik, Anda tidak harus jadi orang besar. Anda dikasihi tidak peduli siapa Anda, tidak peduli di mana Anda berada, tidak peduli masalah apa yang melanda hidup Anda, tidak peduli apakah Anda menangani masalah itu dengan baik atau dengan sangat buruk.

Kasih agape adalah kasih yang kita temukan dalam 1 Yohanes 4:16 (New King James Version):

Kita telah mengenal dan telah percaya kasih yang Allah miliki bagi kita. Allah adalah kasih (agape). Dan siapa yang tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah berada di dalam dia.

Arti sesungguhnya dari agape adalah bukti kehendak ilahi Allah membuat pilihan yang disengaja.

Saat Allah memandang Anda, Dia sengaja memilih Anda. Dia tidak memilih Anda dengan alasan siapa Anda nantinya. Dia memilih Anda sebagaimana adanya Anda. Di tempat Anda. Saat itu. Pada saat yang tepat.

Dia mengetahui segala sesuatu tentang Anda, dan Dia telah menetapkan hati-Nya untuk mengasihi Anda 100% tidak peduli Anda melakukan yang baik atau yang buruk. Itulah agape, pilihan kehendak yang disengaja untuk mengasihi seseorang karena siapa Dia, bukan karena siapa Anda.


Graham Cooke: God Doesn’t Discriminate; February 7, 2017.
http://brilliantperspectives.com/god-doesnt-discriminate/?utm_source=ActiveCampaign&utm_medium=email&utm_content=God+Doesn+t+Discriminate&utm_campaign=God+Doesn+t+Discriminate

Advertisements