7 HAL YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG PERJANJIAN LAMA (OLD COVENANT)

image

1. Perjanjian lama adalah selubung yang menutupi wajah Allah.
Perjanjian lama menghalangi manusia memahami sifat sejati Allah. Paulus berkata dalam 2 Korintus 3:14-15, “14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.”

2. Merupakan senjata Setan tetap membelenggu ciptaan.
Dalam hampir setiap suku terutama di lokasi terpencil Anda akan menemukan kebiasaan dan tradisi yang merupakan hukum yang serupa dengan hukum kehidupan Yahudi. Hukum ini telah membelenggu manusia dalam perbudakan dan menghalangi mereka maju dan berkembang. Pada zaman Yahudi, hukum itu membelenggu manusia dalam ketakutan dan kematian. Namun Yesus memakukannya di salib-Nya dan Ia melucuti pemerintah dan penguasa. Kita lihat di Kolose 2:14-15, “14dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

3. Cermin yang memperlihatkan ketidakmampuan manusia.
Perjanjian lama adalah refleksi manusia dalam ketidakmampuan dan ketidaksempurnaannya dibandingkan dengan kodrat Allah yang kudus. Perjanjian lama menunjukkan kepada manusia rasa malu dan ketelanjangannya. Perjanjian lama menuntun dan mengajarkan kepada manusia bahwa mereka membutuhkan Seseorang yang sempurna dalam segala-galanya. Paulus menjelaskannya dalam Galatia 3:24-25, “24Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. 25Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

4. Pendakwa umat manusia.
Dalam Yohanes 5:45 Yesus mengatakan, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.” Dalam Kitab Wahyu kita melihat si pendakwa saudara-saudara kita dilemparkan ke bawah pada nyanyian kemenangan Anak Domba Allah.

5. Langit yang lama dan bumi yang lama.
Bait Allah yang berdiri di Yerusalem adalah tempat bertemunya langit dan bumi. Itu adalah tempat Allah bertemu dengan manusia. Yesus mengatakan kepada orang Yahudi bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat sehingga bahwa langit yang lama dan bumi yang lama dapat berlalu supaya yang baru datang. Sehingga penghancuran Yerusalem tahun 70 Masehi adalah penggenapan dari “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Matius 5:17‭-‬18).

6. Gunung penghukuman.
Paulus menyebutnya Gunung Sinai. Kata Ibrani Sinai (Strong #5514) berarti “duri”. Jadi Gunung Sinai adalah Gunung Duri. Musa menerima hukum Taurat di gunung penghukuman. Hal ini selaras sempurna dengan “pelayanan penghukuman” yang Paulus jelaskan dalam 2 Korintus 3. Dalam perumpamaan tentang penabur, Yesus berkata bahwa sebagian benih jatuh di tengah semak duri. “Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati” (Matius 13:7). Dia kemudian menjelaskan bahwa orang-orang ini “… mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” (Matius 13:22). Penghukuman dalam hati menghimpit iman dan menjadikannya tidak berbuah. Iman terhimpit ketika hukum itu diberikan.

7. Pohon kematian.
Menarik dilihat bahwa ketika hukum diberikan, kematian menyatakan diri dan bergerak dalam perkemahan orang Israel setiap kali mereka memberontak. Dosa dan kesalahan manusia mendapatkan upahnya yakni kematian. Paulus menjelaskannya demikian, “7Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan...” (2 Korintus 3:7). Dalam Roma 6:23 ia juga mengatakan “Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Upah dosa didasarkan pada diperhitungkannya dosa kepada pelakunya. Dalam Kristus, dosa tidak diperhitungkan. Inilah sebabnya orang percaya menikmati kehidupan Allah. Kematian tidak dapat menyatakan diri karena perjanjian baru (new covenant) adalah pohon kehidupan di dalam Yesus.

Penghancuran Yerusalem tahun 70 Masehi tidak sekedar merupakan penghancuran kota itu dan baitnya. Lebih dari itu, peristiwa tersebut mengakhiri pelayanan yang membawa kematian, yang mendakwa umat manusia, yang membawa penghukuman dan menyingkapkan ketidaksempurnaan kita. Perjanjian itu mengakhiri langit yang lama dan bumi yang lama; sekaligus menegakkan langit yang baru dan bumi yang baru yang di dalamnya kebenaran berdiam. Inilah dunia yang baru, dunia yang memberikan kita kehidupan, pembenaran dan kelimpahan.

Simeon Edigbe: 7 Things You Need to Know about the Old Covenant

http://reigninglife.blogspot.co.id/2015/08/7-things-you-need-to-know-about-old.html

Advertisements