YESUS MENYIMPAN YANG TERBAIK


Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
(Yohanes 2:6‭-‬7)

Belum pernah terpikir oleh saya sebelumnya. Mujizat pertama Tuhan kita biasanya dikatakan saat Dia mengubah air menjadi (minuman)anggur. Malam ini saat saya mengadakan perjamuan kudus, Roh Kudus memperlihatkan bahwa air yang ada di situ bukanlah air biasa, air yang “normal,” tetapi air yang digunakan untuk upacara pembasuhan.

Yohanes menceritakan bahwa “Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi.” Air yang dituangkan ke dalam tempayan tersebut haruslah air yang “murni alami, belum pernah digunakan, tidak mengandung zat lain dan tidak berwarna. Air itu juga harus dituangkan dari wadah lain sebagai tindakan manusia, atas dasar referensi praktek seperti ini dalam Alkitab, misalnya saat Elisa menuangkan air ke tangan Elia.”

Saat air dituangkan, sebuah berkat diucapkan: “Diberkatilah Engkau, Hashem Raja kami Yahweh alam semesta yang telah menguduskan kami dengan perintah-perintah-Nya. …”

Apa yang terjadi selanjutnya mengherankan semua orang. Pemimpin pesta (sekarang kita menyebutnya ‘master of ceremony,’ MC) mengecap air, yang telah menjadi anggur itu. Da tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya. Lalu ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang pilihan yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah menghidangkan anggur yang lebih murah; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang terbaik sampai sekarang.

Anggur yang terbaik disimpan sampai saat ini. Proses pembasuhan itu terjadi sampai saat ini. Sahabat, jika Anda pernah mempelajari Alkitab, Anda akan tahu bahwa anggur adalah simbol dari Roh Kudus (yakni anggur baru), juga lambang perjanjian yang baru (new covenant). Saat Yesus melakukan mujizat publik pertama-Nya, Dia mengumumkan ada cara yang lebih baik untuk menjadi kudus dan bersih. Cara yang terbaik. Dan Yesus melakukannya.

Dengan kematian-Nya di kayu salib, Dia telah membalikkan mujizat pertama Musa yang mengubah air menjadi darah, dengan mengubah air pembasuhan menjadi anggur sukacita. Perjanjian yang lama (old covenant) itu sederhana, ketika sesuatu yang salah terjadi, singkirkan saja. Ketika seseorang berdosa, bunuh dia atau bunuh anak domba. Perjanjian yang baru berbeda, ketika sesuatu yang salah terjadi, Yesus membawa kehidupan. Yesus menjadi Anak Domba.

Dalam mujizat itu Yesus memperkenalkan cara baru pembasuhan, bukan dengan air pembasuhan di bawah hukum Taurat, tetapi dengan anggur. Yesus melalui Roh-Nya menghasilkan buah dalam kita, membangun kehidupan yang melimpah di dalam kita, memberi kita rahmat dan kasih karunia di atas segala kegagalan kita. Begitulah luarbiasanya sukacita yang kita miliki. Inilah pesan sejati sebuah perkawinan. Yakni bahwa Yesus ‘kawin’ dengan kita dan Roh-Nya mengalir melalui kita seperti anggur yang mendatangkan sukacita.

Sebelum kematian-Nya Yesus berkata, inilah anggur perjanjian yang baru bagi pengampunan dosa. Dia merujuk kepada darah-Nya. Darahnya tidak hanya membasuh dan membersihkan Anda. Dia juga mengambil dan menghapuskan semua dosa Anda sekali untuk selamanya.

Renungan hari ini:
Dalam Yesus, Allah menyimpan yang terbaik bagi Anda hingga sekarang.
Simon Yap: Save the Best for Last; June 4, 2013.

https://hischarisisenough.wordpress.com/2013/06/04/saved-the-best-for-last-2/

Advertisements