BENARKAH ALLAH MEMBUNUH SEMUA ORANG YAHUDI PADA TAHUN 70 MASEHI?

Ada orang-orang tertentu yang tidak mengerti konsep murka Allah dan menuduh kaum Preteris mengatakan Allah menyiapkan angkatan Yesus sebagai “kambing jantan pembawa dosa” dunia tahun 70 Masehi.
Sahabat semua, tuduhan ini sungguh keliru. Coba lihat ini.

Matius 23:35-37

Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!”

Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”
1. Yesus diutus ke Yerusalem untuk menyelamatkan orang Yahudi. Tetapi mereka menolak.

2. Murka Allah adalah ungkapan/frasa Yahudi yang menyamakan/mempersonifikasi “tindakan Allah” dengan tindakan kita. Ungkapan ini tidak berarti Allah marah, tetapi semata menggambarkan “malapetaka yang akan datang.”
3. Orang-orang Yahudi diberi waktu 490 tahun peringatan sejak zaman Daniel. Yoël berbicara tentang hal itu. Yesaya berbicara tentang hal itu.

4. Yesus juga berbicara tentang hal itu dan mengatakan kepada orang Yahudi bahwa malapetaka tersebut akan terjadi dalam waktu 40 tahun. Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya dengan berkata, “kapak sudah tersedia pada akar pohon.”

5. Malapetaka ini dikenal dengan nama “kekejian yang mendatangkan kebinasaan.” Yakni pengepungan Yerusalem selama 42 bulan.

6. Pengepungan itu ‘diperlukan’ supaya malapetaka itu digenapi, karena Allah ingin menyudahi perjanjian lama (old covenant).

7. Nah sekarang, apakah ini artinya Allah mengirim orang Yahudi ke neraka? Jawabannya tentu saja tidak. Namun Allah tidak akan menunggu selamanya orang-orang Yahudi ini bertobat dari perjanjian yang lama ke yang baru. Dia telah menunggu. Dia telah memberikan banyak peringatan. Jadi siapa yang bertanggung jawab ketika orang Yahudi dibinasakan oleh Romawi? Itu kesalahan mereka sendiri. Ingat kata-kata mereka, “Biarkan darah-Nya ditanggungkan atas kami dan anak-anak kami” atau “angkatan kami.”

8. Jadi, tidak benar bahwa Allah dalam murka-Nya membunuh semua orang-orang Yahudi yang menolak perjanjian baru.

9. Itulah yang Petrus maksudkan sebagai kehendak Allah, yakni supaya setiap orang berbalik dan bertobat dan supaya jangan ada yang binasa. Oleh karena itu Allah menunggu hingga “hari terakhir” sebelum Ia akhirnya membiarkan Romawi mengepung Yerusalem.

10. Orang-orang Yahudi pada angkatan Yesus yang percaya kepada-Nya telah meninggalkan Yerusalem ketika Gaius dikalahkan, yakni sesaat sebelum Titus mengambil alih pasukan Vespasianus. Orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus meninggalkan Yerusalem karena mengingat peringatan Yesus. Mereka inilah orang-orang Kristen mula-mula. Karena mereka percaya kepada Yesus, mereka menerima “keselamatan” dari serangan orang Romawi.

Apakah ini berarti Allah menghakimi orang-orang Yahudi?

Jawabannya adalah ya dan tidak.

Yesus mengatakan ada dosa yang tidak dapat diampuni. Banyak yang menganggap dosa yang tidak dapat diampuni adalah dosa terhadap Roh Kudus, tetapi yang Yesus maksudkan sebenarnya adalah ini:

Matius 12:36-37

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum
.”

Jadi Anda lihat, bukan Allah yang menghakimi mereka. Orang Yahudi itu sendiri yang menimpakan penghakiman atas kepala mereka sendiri. Tetapi mereka berada “dalam penghakiman Allah”.

Allah tidak pernah “murka” terhadap orang Yahudi perjanjian lama. Hanya saja perjanjian itu telah menjadi usang. Apa yang usang akan segera musnah. Yesus mengundang mereka untuk hidup di bawah perjanjian baru. Sayangnya mereka menolak sama sekali.

Yesus dengan cara-Nya sudah menebak hal ini. Pada awal pelayanan-Nya Ia berkata,

Matius 7:1-8

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Pintu yang terbuka itu adalah pintu menuju perjanjian yang baru.

Simon Yap: Did God kill all Jews in AD70?; April 6, 2017.

https://hischarisisenough.wordpress.com/2017/04/06/did-god-kill-all-jews-in-ad70/

Advertisements