BUKTI ALKITABIAH HARI-HARI TERAKHIR BERADA DI MASA LALU KITA


Membaca Kitab Suci hanya berdasarkan lini waktu kita, akan membuat kita terjebak pada kesimpulan bahwa murid-murid Yesus sedang bertanya tentang akhir dunia dalam Matius 24. Tetapi jika Anda membacanya dengan teliti sesuai konteks, dari pasal 21 hingga 25 maka Anda akan menemukan tidak ada penjelasan yang masuk akal mengapa murid-murid mendadak melantur dari teguran Yesus yang panjang-lebar dan terus terang terhadap orang-orang Farisi dan menyatakan penghancuran Bait Suci.

Tidaklah masuk akal jika mereka tiba-tiba mengubah topik di tengah-tengah pembicaraan untuk menanyakan sesuatu yang sama sekali tidak terkait, seperti tentang akhir dunia. Yang masuk akal adalah murid-murid bertanya masih seputar apa yang Yesus bicarakan saat itu. Ketika mereka bertanya mengenai “akhir zaman,” yang mereka tanyakan bukan tentang akhir dunia.

Solusi sederhananya adalah dengan memeriksa apa yang dikatakan ayat ini dalam bahasa aslinya. Dalam bahasa Yunani, kata untuk “dunia” adalah kosmos, sedangkan kata untuk “zaman” adalah aion. Murid-murid bertanya kepada Yesus tentang akhir aion. Mereka tidak bertanya tentang akhir kosmos.

Dari konteksnya jelas terlihat bahwa melalui perumpamaan ini Yesus bernubuat diri-Nya akan datang membawa penghakiman atas Yerusalem dan Bait Suci; dan jika Bait Suci dihancurkan, itu berarti akhir dari persembahan korban. Tanpa Bait Suci tidak akan ada persembahan korban, yang berarti tidak ada lagi imamat dan ritual. Inilah yang menjadi akhir zaman yang mungkin kita sebut sebagai akhir dari sebuah era. Murid-murid bertanya kapankah akhir zaman Musa -yang baru saja Yesus nubuatkan- akan terjadi.

Karena banyak yang telah mengajarkan bahwa Yesus berbicara tentang akhir dunia, pemahaman terkait banyak ayat lainnya juga jadi menyimpang. Dengan memahami bahwa yang murid-murid tanyakan adalah akhir zaman Musa, kita kemudian dapat memahami dengan baik banyak ayat dalam Perjanjian Baru.

Dalam Matius 24 Yesus memperlihatkan lini waktu saat nubuat akhir zaman akan digenapi.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (Matius 24:34‭-‬35).

Bagi orang Yahudi, satu angkatan adalah empat puluh tahun, bukan 80 tahun atau 100 tahun sebagaimana yang diklaim banyak orang. Bukti yang jelas terlihat pada matinya “satu angkatan” dalam pengembaraan di padang gurun (baca Ulangan 29:5). Jadi maksud Yesus adalah bahwa nubuat ini akan terjadi sebelum empat puluh tahun berlalu. Yesus mengatakan nubuat ini pada tahun 30 Masehi, dan keseluruhan nubuat Matius 24 digenapi pada tahun 70 Masehi. Pengembaraan orang Yahudi di padang gurun adalah bayangan akan suatu realitas yang datang, yakni tanah perjanjian yang sejati dalam Yesus.

Kitab Perjanjian Baru penuh dengan nasihat dan peringatan akan suatu peristiwa eskatologis/akhir zaman yang sudah sangat dekat bagi mereka yang hidup pada saat itu. Berikut adalah beberapa ayat yang membuktikan akhir zaman adalah bagi gereja abad pertama, dan bukan bagi kita yang hidup sekarang:

Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! (Roma 13:12).

Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri (1 Korintus 7:29).

Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba (1 Korintus 10:11).

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Filipi 4:5)

Maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta (Ibrani 1:2).

Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya (Ibrani 9:26).

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat (Ibrani 10:25)

Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya (Ibrani 10:37).

Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir (Yakobus 5:3).

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu (Yakobus 5:7‭-‬9).

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa (1 Petrus 4:7).

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir (1 Yohanes 2:18).

Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes (Wahyu 1:1).

Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 1:3).

Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu (Wahyu 3:11).

Lalu Ia berkata kepadaku: “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi (Wahyu 22:6).

Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini! (Wahyu 22:7).

Lalu ia berkata kepadaku: “Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 22:10).

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya (Wahyu 22:12).

Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20).

Adalah mustahil mengubah indikator waktu yang diperlihatkan pada ayat-ayat di atas dengan teori “pengangkatan sewaktu-waktu” atau masa penggenapan nubuat yang diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas. Adalah arogan jika kita mengabaikan otoritas Kitab Suci dan berusaha membuatnya cocok bagi kita tanpa mempedulikan konteks. Kerajaan Allah sedang bertumbuh, dan kita tidak sedang berharap dan menanti-nantikan masa depan saat gereja “diangkat” dan memungkiri amanat yang diembannya. Yang kita harapkan adalah terjadinya “ledakan” kasih karunia Allah hingga kemuliaan-Nya menutupi seluruh bumi.
Simeon Edigbe: Scriptural Proofs That The Last Days are Behind Us; July 6, 2015.

http://reigninglife.blogspot.co.id/2015/07/scriptural-proof-that-last-days-are.html?m=1

Advertisements