“ZAMAN SEKARANG INI” ADA DI MASA LALU

Salah satu hal yang paling membingungkan adalah berusaha memahami makna “akhir zaman.”

Banyak orang mengatakan akhir zaman berarti akhir dari dunia. Padahal yang dimaksudkan sebenarnya adalah akhir dari sebuah era/zaman. Para ahli teologi menyebutnya akhir zaman Musa. Atau dengan kata lain, akhir hukum Musa.

Hal ini menimbulkan masalah lain. Banyak yang percaya hukum Taurat berakhir saat Yesus mati. Meskipun ini mungkin benar, banyak orang gagal melihat bahwa ada masa transisi antara zaman Mosaik dan zaman Mesianik.

Transisi ini lamanya 40 tahun. Anda dapat melihatnya dengan jelas dari kehidupan Petrus. Dia tidak tahu hukum Taurat akan segera berakhir sampai Yesus menyuruhnya memakan makanan yang diharamkan oleh hukum Taurat. Baca di Kisah Para Rasul 10. Saat itu, telah 10 tahun berlalu sejak kematian Yesus.

Butuh beberapa minggu lagi barulah gereja mengumumkan hukum Taurat segera berakhir. Baca Kisah Para Rasul 15.

Jadi saat Alkitab menyebutkan “zaman sekarang ini,” itu tidak merujuk kepada zaman Mesianik. Melainkan kepada zaman Taurat yang akan segera berlalu.

Saya membaca seseorang mengunggah artikel mengenai hal ini di dalam sebuah grup media sosial dan mengatakan Yesus akan kembali lagi di masa depan. Dia juga mengatakan bahwa peristiwa tahun 70 Masehi tidak alkitabiah.

Dia mengutip ini:

Titus 2:11-14

Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di DALAM DUNIA (ZAMAN) SEKARANG INI
dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,
yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Dia berargumen bahwa “dunia/zaman sekarang” dalam ayat ini merujuk kepada zaman kita saat ini.

Oh benarkah?

Kalau begitu saya punya beberapa pertanyaan:

Di Roma 12:2 mengapa Paulus meminta kita untuk tidak serupa dengan dunia ini?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Jika membaca Roma 1-11, Anda akan menyadari bahwa Paulus sedang berbicara tentang kebenaran yang akan datang, yang diterima lewat iman. Jadi “dunia ini” yang Paulus maksudkan adalah cara-cara beribadah yang berdasarkan hukum Taurat.

Karena itulah dia mengatakan agar kita tidak menjadi serupa dengan “zaman sekarang.” Yakni zaman Mosaik.

Juga dalam 2 Korintus 4:4 Paulus mengatakan ini:

yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Anda perhatikan bahwa yang disebut sebagai “ilah zaman ini” adalah Iblis. Pertanyaannya, bagaimana Iblis melakukannya pada “zaman” itu?

Jawaban pertanyaan saya ada di Ibrani 9.

Penulis Kitab Ibrani menyatakannya dengan sangat jelas.

Ibrani 9:8

Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada.

Yakni saat Bait Suci Yerusalem masih berdiri.

Ibrani 9:8-9

Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada. Itu adalah kiasan masa sekarang.

Jadi yang dimaksudkan adalah zaman Bait Suci. Bukan zaman Mesianik.

Zaman Mesianik dimulai pada tahun 70 ketika Yesus kembali dalam penghakiman-Nya atas Yerusalem. Kita tidak berada di “zaman sekarang ini.” Kita sudah jauh melewati “zaman” itu.

Berikut ini adalah pengajaran yang sangat bagus mengenai transisi antara perjanjian.

Simon Yap: The “Present Age” Is In the Past; February 1, 2016.

https://hischarisisenough.wordpress.com/2016/02/01/the-present-age-is-in-the-past/

Advertisements